
Alden memeluk Rosella begitu saja, memeluknya begitu erat setelah tahu betapa sulitnya semua ini bagi Rosella.
"Ja-jadi Alron adalah anak ku" ucap Alden bergetar, Rasa bahagia sekaligus sedih bercampur menjadi satu didalam dadanya.
Rosella mengangguk "iya, anak kita" ralat nya lalu merengkuh tubuh Alden yang sepertinya benar-benar lemas itu.
Tangis Alden semakin pecah, ia menangis tersedu-sedu, tak terbendung lagi sampai beberapa saat.
"Seharusnya kamu bilang padaku Ros, aku akan melindungi mu, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melukaimu ataupun anak kita" ucap Alden semakin menelusupkan kepalanya disela-sela leher Rosella, tidak membiarkan Rosella melihat betapa lemahnya dia saat ini.
"iya aku salah mas, tapi aku sangat takut jika malaikat kecil dalam perutku akan ikut menanggung semuanya saat itu, aku kalut" ucap Rosella yang sepertinya sudah tidak sanggup lagi meneruskan kata-katanya, karena terlalu menyakitkan ketika mengingat masa-masa dimana ia harus berjuang sendirian tanpa Alden.
Dua manusia yang terus berpelukan dan menangis itu saling menatap ketika terdengar suara anak kecil diluar sana.
"Mommy. . Mommy" panggilnya seperti bernada.
Rosella segera beranjak dari pangkuan Alden ketika pintu hampir terbuka. Alden berdiri lalu menghampiri Alron yang baru sampai ambang pintu.
Alden berlutut kemudian menatap lekat-lekat manik mata kecil yang menatap bingung padanya.
Ia mengamati seluruh lekuk wajah tampan yang memang tidak asing, iya. . . setelah Rosella mengatakannya Alden baru ingat, Alron sangat mirip ia ketika masih kecil dulu.
"a-nak-ku" ucap Alden tercekat, lalu membawa tubuh kecil itu dalam dekapannya. Memeluknya begitu erat darah dagingnya ini.
Tangis Alden kembali pecah ketika merasakan pelukan hangat dan nyaman, Alron menepuk-nepuk pundak Alden meskipun tak tahu apa maksudnya.
"Mommy om blewok kenapah?" tanya Alron dengan polos.
"apa?, om brewok" tanya Rosella bingung, namun tertawa setelah tahu apa yang dimaksud oleh Alron.
"panggil Daddy sayang" ucap Alden menangkup wajah Alron, matanya beruraian air mata saat mengatakan hal itu.
Alron menatap Rosella mencari tahu apa yang dimaksud om blewok.
Rosella mengangguk "iya sayang, dia Daddy mu" ucap Rosella kemudian benar-benar menangis, melihat mereka berdua bertemu seperti ini tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Daddy" lirih Alron ikut menangis "Daddy jahat" ucapnya memukuli dada Alden, namun Alden malah merengkuh kembali tubuh mungil itu.
"Daddy jahat, kenapa Daddy nggak pulang-pulang dali dulu" lirih Alron dalam dekapan Alden.
"iya sayang, Daddy jahat, Daddy minta maaf ya" ucap Alden kemudian menghujani Alron dengan ciuman penuh sayang "Daddy janji nggak akan ninggalin Alron sama Mommy, Daddy akan selalu ada untuk kalian".
Tangis Alron pecah saat itu juga "huaaa. . .Allon pikil Allon nggak punya Daddy hiks. . hiks. ."
"kamu punya sayang, ini Daddy mu" ucap Alden menepuk-nepuk pundaknya.
Tangan mungil itu menyentuh rahang Alden yang dipenuhi bulu-bulu "Daddy tampan" ucapnya bergetar "Allon bisa combong cama temen-temen Allon" ucapnya lalu meraih tangan besar milik Alden "tangan Daddy juga becal, katanya temen-temen Allon, tangannya Daddy meleka semuanya becal".
__ADS_1
Alden mengusap air mata yang berjatuhan pada pipi kecil Alron "iya, Daddy akan beri pelajaran untuk mereka yang berani mengatai anak Daddy yang tampan ini".
Rosella ikut merengkuh tubuh mereka berdua "jangan nangis sayang" ucapnya pada Alron yang berada dipelukan Daddynya.
"Allon kangen sama Daddy".
"Daddy juga sayang" ucap Alden mengecup puncak kepala Alron "terimakasih sudah tumbuh sebaik ini, tanpa Daddy disamping kalian" ucap Alden lalu berganti mengusap puncak kepala Rosella.
.
.
.
"Jadi Alden sudah tahu semuanya" ucap ibu sembari meletakkan secangkir teh hangatnya.
"iya Bu" ucap Rosella yang telah menceritakan semuanya pada ibu.
Ibu tersenyum kearah Alden "ternyata takdir masih milik kalian berdua" ucapnya mengusap matanya yang sedikit basah.
"iya Bu, terimakasih sudah menjaga mereka berdua" ucap Alden yang tengah memangku Alron, anak itu seperti koala yang tak mau lepas dadi Daddynya.
"Daddy mau minum" ucapnya manja, Alden mengambilkan susu yang terletak diatas meja untuk Alron, ia tak bosan-bosannya menatap wajah tampan ini.
"kayak ngaca ya Al" ucap ibu tersenyum ketika Alden tak melepaskan pandangannya dari Alron.
Alden tersenyum kecil "ini semua terasa seperti mimpi Bu" ucapnya.
"ibu harap kalian tidak memikirkan ego kalian, dan lebih memikirkan anak-anak kalian, maafkan ibu Al untuk semua kesalahan yang pernah ibu perbuat sehingga membuat Rosella memilih pergi".
Alden menggenggam tangan Rosella yang tengah duduk disampingnya "jangan saling menyalahkan Bu, sekarang Alden benar-benar ingin memulai ulang lagi membangun keluarga kecil ini" ucap Alden yang terus menatap Rosella.
"bagaimana Ros, kamu mau kan kembali padaku lagi?" ucapnya.
Mata Rosella mengerjap-ngerjap, masih tersisa sedikit kekhawatiran di lubuk hatinya "mas-"
"serahkan semuanya padaku, kamu dan Alron aman di dekapanku".
"Beri aku waktu untuk menyelesaikan semua masalah ku disini, dan aku ingin memastikan semuanya benar-benar aman dulu, baru akan membawa Alron kesana" ucap Rosella memohon.
Alden menghela nafasnya "baiklah jika itu mau mu" ucapnya yang terasa berat, karena ia ingin segera membawa anak istrinya pulang sebenarnya.
"maaf" lirih Rosella "aku hanya sedikit trauma" lanjutnya.
Alden mengecup tangan Rosella "aku paham" ucapnya.
.
__ADS_1
.
.
Malam hari....
Meja makan minimalis ini dipenuhi dengan berbagai makanan, ada pindang, sayur asem, telur balado, sambal terasi dan kerupuk udang.
"jadi kamu benar-benar hidup berdua dengan Alron" ucap Alden pada Rosella yang tengah sibuk mengambilkan nasi untuknya.
"iya mas, sudah sekitar dua tahunan" jawab Rosella sembari meletakkan sepiring nasi dengan berbagai lauk disana.
"mau disuapin Daddy" ucap Alron disebelah Alden yang tengah sibuk dengan mobil-mobilan nya, Alden benar-benar memborong toko mainan untuk Alron.
Bahkan Dengan itu tidak akan pernah bisa membayar hutang waktu pada putranya ini.
"mainannya disimpan dulu sayang" ucap Rosella kemudian duduk didepan Alden.
Alden mengusap lembut rambut Alron "mau makan dengan lauk apa sayang" ucap Alden .
"mau telul ceplok" ucapnya yang membuat Rosella kesal.
"sayang makan yang ada saja" ucapnya, karena Alron memang selalu begitu, selalu ingin makan yang tidak ada dimeja makan.
"Mom, biar aku yang membuatkannya untuk Alron" ucap Alden kemudian berdiri.
"Dad, nggak usah. . . biar aku saja".
"tidak, kamu duduk dan makan saja, biar aku saja yang membuatkan untuk putraku".
"Daddy terbaik" ucap Alron mengacungkan kedua jempol nya.
Rosella hanya mendengus kesal karena itu.
"jangan marah nanti jelek" ucap Alden tiba-tiba mengecup pipi Rosella.
"Daddy!".
"Hahahahha" Alden dan Alron hanya tertawa renyah karena itu.
.
.
.
DUKUNGANNYA YA GAESS, LIKE KOMEN AND VOTE..
__ADS_1
JANGAN LUPA RATE BINTANG LIMA NOVEL INI
LOPEYUALL 💋💋💋