Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Khawatir


__ADS_3

"Aku tidak tahu" ucapnya lalu bersembunyi dibalik selimut. rasanya malu sekali ditanyai seperti itu terang-terangan.


Alden tersenyum geli melihat tingkah laku Rosella yang seperti itu, tapi tidak apalah ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri akan pelan-pelan merajut semuanya dengan Rosella.


baru saja Alden hendak menyusul Rosella dibalik selimut tiba-tiba.


"Mommy. . " pintu kamarnya terbuka dan menunjukkan wajah ngantuk Axel yang berdiri disana.


Rosella bangun ketika mendengar suara itu "sini sayang" ucapnya merentangkan kedua tangannya.


Axel berlarian di kepada orangtuanya, senang sekali bisa memiliki keluraga yang lengkap seperti ini. .


"Kenapa bangun boy" ucap Rosella mengusap rambut Axel.


"mau susu" ucapnya manja, Rosella lupa jika Axel tertidur sejak sore, dan belum makan ataupun meminum susu.


"makan ya, tadi kamu belum makan Lo" Rosella terus mendekap erat Axel yang seolah menempel bagaikan perangko ini.


"mau susu aja"


"biar aku yang buatin Ros" ucap Alden yang membuat Rosella tersenyum, Alden tahu sekali jika ia sedang malas untuk ke dapur.


"thanks Dad".


"hem".


Tak lama kemudian Alden memasuki kamar dengan segelas susu putih ditangan nya . Rasanya benar-benar bahagia ketika melihat Axel dan Rosella begitu lengket.


"Dad, seperti nya dia sedang tidak sehat" ucap Rosella menyentuh dahi Axel yang terasa panas.


"oh iya" Alden berjalan mendekat lalu ikut menyentuh kening anaknya.


"kamu abis makan apa? makan sembarangan ya" ucap Alden begitu dingin.


Axel hanya menggelengkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"dad, jangan marahi dia. . . aku yang salah" ucap Rosella kembali merengkuh tubuh Axel yang hangat.


"kamu beri makan apa dia?!" ucap Alden sembari mengenakan jaket yang sebelumnya terletak di sofa.


"kamu beri dia es krim kan!" ucapnya lalu merebut tubuh mungil anaknya dari Rosella.


"maafkan aku" ucap Rosella menundukkan kepalanya.


"aku sudah memberitahu mu Ros!, jangan kasih dia es krim lebih dari satu gelas kecil" ucap Alden mulai emosi.

__ADS_1


"ma-maafkan aku Dad".


"ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat, ayo cepat membawanya ke rumah sakit" ucap Alden yang sudah membalut tubuh Axel dengan selimut.


Rosella dengan tergesa gesa hanya mengambil jaketnya lalu menyusul Alden yang sudah meninggalkan kamar nya.


.


.


.


Rosella terus mengejar langkah panjang Alden yang terburu-buru menuju ruang UGD.


Dadanya sesak sekali, didalam mobil tadi Alden juga hanya mendiamkannya.


Tapi ia memang bersalah dan wajar saja Alden seperti itu, sebelumnya pun Alden sudah memberitahukan kepada dirinya bahwa Axel tidak bisa memakan es krim dengan takaran yang berlebihan.


Tapi seingatnya ia juga hanya memberikan sedikit saja pada Axel, tapi semuanya sudah terlambat Axel mulai demam tinggi dan menggigil.


"Mommy" bibir mungil itu bersuara dengan lirih ketika dokter memeriksa nya, Rosella yang tadinya berada dibelakang tubuh Alden langsung maju saja untuk mendekati anaknya.


"sayang" ucapnya dengan bibir yang bergetar, bukan karena dimarahi Alden namun karena anak nya sedang lemah tak berdaya.


Mengapa bukan aku saja yang terbaring disitu.


"Mommy ada disini" ucapnya sambil menggenggam tangan mungil itu.


"Axel nggak mau disuntik" rengeknya yang sudah hampir menangis.


Rosella mendekatkan wajahnya agar Axel tidak melihat dokter yang hendak memasang infus itu.


"lihat Mommy saja jangan lihat yang lain, Mommy disini buat kamu. . .maafin Mommy ya"


"Mommy nggak salah, Mommy nggak boleh pergi . . . huaaaaaaaa" akhirnya Axel menangis kencang saat terkena jarum infus.


"Mommy nggak pergi boy".


.


.


.


"mau gendong Daddy?" tanya Alden ketika Axel terus meminta gendong Rosella, sebenarnya ia tak tega melihat Rosella menggendong tubuh Axel yang sudah tidak kecil lagi.

__ADS_1


"nggak mau" ucap Axel mengeratkan pelukannya pada Rosella, ia sedang kesal pada Alden karena memarahi dirinya juga membentak Mommy nya.


Rosella terus menggendong Axel dan menenangkan nya, Axel terlihat marah meskipun tubuhnya sedang lemah.


Anak ini pasti kasihan dengan Mommy nya yang tadi dimarahi oleh Daddynya karena dirinya.


"Mommy nggak salah" ucap Axel lirih.


"iya sayang" jawab Rosella sembari mengecup kening Axel.


Rosella duduk disofa sambil memangku Axel yang tidak mau ditidurkan sama sekali, padahal matanya sudah terpejam.


Sedangkan Alden, entah kemana ia hanya berpamitan untuk keluar sebentar. rasanya masih kesal sekali mendengar bentakan Alden.


Tapi tak apa, toh ini bukan yang pertama kalinya, dan untung saja hati Rosella tidak lembek, tapi tetap saja menyebalkan.


Apakah aku harus mendiamkannya setelah ini.


Rosella menggelengkan kepalanya, lebih baik ia berpikir tentang kesehatan Axel daripada memikirkan Alden membuat nya kesal.


"Mommy disini aja" racau Axel dengan mata yang terus terpejam. Sejujurnya Rosella sangat tidak tega melihat tangan kecil uang yang dipasangi selang infus itu.


"Mommy disini buat Axel nggak akan kemana-mana" ucap Rosella menepuk-nepuk bokong mungil itu.


Mertuanya sedang berpergian entah kemana, dan memang harus nya ia dan Alden yang bertanggungjawab mengurus putranya.


Suara pintu terbuka membuat Rosella menoleh, Alden dengan sekantong plastik besar dan paper bag menghampirinya.


Rosella mengerutkan keningnya saat melihat Alden membawa begitu banyak makanan, dan peralatan lainnya.


"biar aku yang menggendong nya" ucap Alden duduk disebelah Rosella "kamu mau ganti baju?" ucap Alden menyerahkan paper bag itu pada Rosella.


"untuk apa?" tanya Rosella bingung, namun setelah ia mengedarkan pandangannya pada dirinya sendiri ia kaget bukan main.


Haruskah Rosella merutuki kebodohannya, ia mengenakan daster diatas lutut, tapi untungnya ia masih mengenakan jaket.


Astaga.


Sungguh malu bukan kepalang, jadi ia mengenakan daster sedari tadi. . . pantas saja orang-orang menatapnya dengan aneh.


ia terlalu khawatir dengan Axel hingga melupakan penampilannya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2