Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Alrondo Mahendra


__ADS_3

5 tahun kemudian. . .


"Mommy" panggil seorang anak berusia empat tahun lebih itu.


"panggil bunda sayang" ucap Rosella tersenyum menatap putranya yang begitu tampan itu.


Rosella sibuk memotongi sayur di dapur, dan anak tampannya itu selalu merengek jika habis main.


"mau nya Mommy" celoteh nya merajuk.


"Ros, biarin aja kenapa sih, abangnya kan juga panggil kamu seperti itu" ucap ibu yang sedang menggoreng tempe.


Rosella tersenyum kecut mengingat putra pertamanya.


Axel, Mommy merindukan mu nak. . maafkan mommy


Setetes cairan bening membasahi pipi Rosella.


Tangan kecil itu terulur untuk memeluk kaki Mommy nya, Rosella berjongkok menyetarakan tinggi nya dengan sang buah hati.


Ia pandangi matanya, hidungnya, wajahnya persis seperti laki-laki yang saat ini masih menempati utuh dihatinya.


Namanya Alrondo Mahendra, panggil saja Alron putra tampannya ini ia besarkan seorang diri tanpa sosok suaminya.


Rosella mengakui itu semua salahnya, rencananya berujung kegagalan.


Awalnya ia hanya ingin meninggalkan Alden sebentar saja, namun setelah ia tahu jika ia hamil, ia semakin tidak bisa kembali pada keluarga Alden.


Ia takut malaikat kecilnya yang tak berdosa ini akan menjadi bualan tante-tante Alden nantinya.


ia sangat tidak rela.


Bagi Rosella Alron adalah separuh nafasnya, dan dengan begini semuanya justru akan baik-baik saja bukan.


Ibu sudah tidak bersedih, Alden juga tidak perlu repot-repot memikirkan perusahaan nya yang akan bangkrut jika papa dipenjara, Rosella tahu betul Alden tidak pernah hidup kekurangan dan Axel pun sudah ada Jessica yang katanya mengurusnya.

__ADS_1


Pasti mereka semua sedang berbahagia saat ini, atau malah Alden sudah menikah lagi?.


Entahlah, bagi Rosella sekarang ini Alron adalah kebahagiaan yang nyata baginya. . .


Rosella mengusap pipi bulat itu dengan gemas "anak Mommy, hari ini nggak boleh nakal ya, Mommy harus kerja malam ini".


Bibir Alron mengerucut seketika "dak mau" rengeknya memeluk erat Rosella "ndak mau ditinggal Mommy".


"Mommy harus kerja buat Alron" ucap Rosella mengusap punggung kecil itu.


"katanya Daddy yang kerja, Daddy nggak pulang-pulang karena kerja kan Mom" ucapnya menatap Rosella dengan sendu.


Rosella mengangguk "Alron harus cepet besar biar bisa ketemu Daddy".


"tapi Alron kangen Daddy" ucapnya berkaca-kaca "Alron mau main sama Daddy seperti temen-temen yang lain" ucapnya yang membuat Rosella menangis.


"Alron harus tumbuh jadi anak yang baik biar cepet ketemu Daddy" ucap Rosella menghapus air matanya.


"sudah-sudah" ucap ibu menghampiri mereka "jangan nangis-nangis terus, Alron Mommy mu harus bekerja kan Alron mau study tour lusa, biar Mommy cari uang yang banyak dulu" ucap ibu mengusap rambut cucu nya.


Alron mengangguk "nggak boleh lama tapi" ucapnya mencium pipi Rosella.


"iya sayang" ucap Rosella mencubit pipi Alron dengan gemas.


Alunan musik yang begitu nyaring menemani Rosella yang sedang asik meracik bir dimeja Bartender nya.


Gemerlap lampu itu kini bersahabat kembali dengannya, iya. . . sekarang ia kembali menjadi Bartender di pinggiran kota ini, memang tak begitu banyak pengunjungnya, Namun kebanyakan orang-orang dari kota yang sedang melarikan diri dan butuh hiburan, dan tentunya orang kaya semua.


Sebenarnya tempat favorit Rosella ini adalah miliknya sendiri, ia menjual rumahnya yang di komplek dulu, untuk membuat usaha bar kecil disini.


Itulah impian kecilnya sedari dulu, dunia perkantoran sangat tidak cocok dengannya.


"Sella pesan satu ya seperti biasa" ucap laki-laki paruh baya, seorang pelanggan tetapnya.


"siap pak" ucap Rosella segera bergelut dengan botol bir.

__ADS_1


"Sella kamu yakin nggak mau kerja di kota saja, saya mau membiayai kebutuhan untuk pindah bar kamu ini kalo kamu mau" ucap nya yang entah sudah ke berapa kali.


"nggak pak, saya nyaman disini saja" ucap Rosella melemparkan senyum.


"kamu tahu nggak sel, saya jauh-jauh kesini hanya untuk meminum bir yang kamu buat" ucapnya terkekeh.


"biar bapak awet muda tiap hari balik kesini hehe" canda Rosella.


"terlalu jauh sell, dan nggak banyak yang tahu tempat ini, jika kamu membuka bar di kota, saya yakin bakalan maju benget bar kamu".


"ini pak" ucap Rosella menyerahkan segelas minuman keras itu, tanpa menjawab omongan laki-laki itu.


Iya. . . ia mengubah nama panggilannya, ia benar-benar ingin memulai hidup baru dulunya, hidup bersama putra dan ibunya.


Tidak hanya nama panggilannya, namun sosok yang menggelung rambutnya dan memakai kacamata inilah yang saat ini dipanggil Sella tak lupa jaket Hoodie nya agar ia bisa bersembunyi kapanpun.


Ia menjadi pemilik bar sekaligus Bartender cantik disini, dan ia bersyukur sekarang sudah memiliki delapan karyawan disini.


Sebenarnya dulu Tante Alden yang membantu nya untuk pergi tanpa sepengetahuan Alden, namun Rosella melarikan diri dan memilih tempat aman semenjak ia tahu jika sedang mengandung, sehingga tidak akan ada yang tahu termasuk tante-tante jahat itu.


Semenjak ia hamil, ia bersembunyi rapat dipinggir kota ini.


"mbak Ros, ada yang cariin" ucap Dian salah satu karyawannya.


"siapa?" tanya Rosella.


"aku yang nyariin" ucap laki-laki yang tiba-tiba muncul dan tersenyum manis pada Rosella.



Sory ya gaes ceritanya aku cepetin, kalo aku ceritakan detail pasti kalian nggak kuat bacanya, dan sebenarnya alasanku memilih konflik ini agar ceritaku nyambung sama judulnya, Bartender cantik ku...


So , enjoy aja. . . masih akan ada flashback agar kalian paham.


jangan lupa like komen and vote 💋

__ADS_1


__ADS_2