Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Skor sama


__ADS_3

"nggak sudi!" jawab Rosella ketus, ia sungguh sangat muak dengan cara berbicara Alden yang begitu angkuh.


"assisten saya sudah didepan mu, kesini sekarang juga Ros!" ucapnya tak terbantahkan.


dan benar saja, sosok tegap dengan perawakan gagah dan tinggi sedang berdiri di depannya , ia melongo melihat wajah itu hampir sama dengan seseorang.


"dia bukan Junot" bisik Vita yang tahu Rosella terkejut melihatnya "dia Juna saudara kembar Junot".


Luar biasa mereka benar-benar mirip, namun Juna terlihat lebih gagah dan maskulin, kulitnya agak gelap yang membuat nya bertambah manis saja.


Sadar Ros, kamu sudah bersuami !.


"maaf, tolong ikut saya sebentar" ucap laki-laki itu , gaya berbicara nya hampir sama seperti yang Alden.


"ada apa ya pak?" tanya Vita yang mungkin heran.


"ada urusan sebentar".


"duluan ya Vit" ucap Rosella yang bergegas berdiri dan memilih meninggalkan Vita yang tampak linglung. . . daripada di todong pertanyaan macam-macam.


.


.


.


Mereka masuk di dalam lift, terlihat beberapa karyawan terus menatap pada mereka karena hal yang langka , Juna berjalan bersama seorang wanita.


"perkenalkan Bu Rosella nama saya Juna , assisten pak Alden" ucap Juna sedikit membungkukkan badannya.


"eh, pak Juna saya mohon jangan terlalu formal begitu" ucap rose begitu sungkan.


"tidak usah sungkan Bu, ibu istri dari bapak Alden bagaimana mungkin saya tidak formal dan tidak usah memanggil saya pak"


"tapi status saya hanya karyawan biasa disini, saya tidak akan memanggil anda bapak tapi bapak juga jangan memanggil saya ibu" ucap Rosella yang memang tidak terbiasa diperlakukan seperti itu.


"maaf Bu , tidak bisa" ucapnya menyunggingkan senyumnya.


Ting. . .


pintu lift terbuka, Rosella menatap kagum pada ruangan paling atas yang berada di gedung ini.


tapi apa ini, lantai paling atas dipenuhi wanita-wanita cantik dan seksi. pastinya perawatan nya sangat mahal karena kulit wajah nya tampak mengkilat semua, terlalu glowing.


pantas saja Alden gila kerja ..


"silahkan Bu" ucap Juna membukakan pintu.


Rosella hanya mengangguk, lalu masuk. .


"Mommy!" teriak anak ganteng yang langsung memeluk kaki Rosella.


"sayang, kamu disini" ucap Rosella mengusap rambut Axel.


"yes Mom , Axel mau makan disuapin sama Mommy" ucapnya menunjuk makanan disofa dan Alden sedang duduk disana.


Rosella mengangguk, ia memangku Axel penuh sayang lalu menyuapi nya dengan telaten. . anak itu tampak riang bercerita tentang teman-temannya.

__ADS_1


"kamu tidak makan?" tanya Alden.


"sudah tadi di kantin" jawab Rosella tanpa memandang Alden.


"bagaimana, kerja mu?" tanya Alden berbasa-basi.


"sejauh ini menyenangkan kok" ucap Rosella tersenyum.


"bagaimana tidak menyenangkan jika dihari pertama bekerja saja sudah begitu akrab dengan laki-laki" ucapnya dingin.


Rosella mengerutkan keningnya "laki-laki" ucapnya mengulangi kata Alden, namun sekelebat di pikiran nya yang membuat dia ingat "oh , Junot".


"bahkan sudah mengetahui namanya" ucap Alden tanpa menatap Rose.


"bukankah dia saudara kembar Juna , assisten mu"


"iya?, kenapa? . . . tertarik dengannya?" tanya Alden penuh sidik.


"aku lebih tertarik pada Juna" ucap Rosella tanpa sadar, ia lalu membungkam mulutnya sendiri dengan tangan.


"jujur sekali" ucap Alden sedikit mengangkat bibirnya.


"Bu . . bukan begitu maksud ku Dad".


"Mommy sama Daddy ngomong apa sih, Axel pusingg" ucap Axel yang terus mendengarkan orang tuanya adu mulut.


"maaf sayang" ucap Alden mencium puncak kepala anaknya anaknya.


.


.


.


saat Rosella berjalan ia melihat sosok wanita yang tak asing baginya, ia segera bersembunyi dibalik tembok setelah menyadari siapa wanita itu.


Neta Hans. .


Beribu pertanyaan muncul di kepalanya, apakah wanita itu juga sering kesini karena terlihat semua karyawan begitu menghormati nya.


ia memasuki lift yang sedang kosong. Bayang-bayang Neta terus berada di dalam kepalanya, ia tidak suka Neta menemui anaknya. . . iya hanya anaknya saja. masa bodoh dengan Alden ia tak perduli.


Hem. . iya tak perduli ! , sepertinya. . .


Getaran di ponselnya membubarkan lamunannya.


Manusia batu : Skor kita impas satu-satu , karena tadi kamu juga berdekatan dengan laki-laki. Junot dan Juna kan. Jadi jangan berharap untuk balas dendam.


Rosella ingin sekali menendang wajah Alden jika sudah begini. ia paham yang dimaksud Alden , ia pasti tahu jika Rosella berpapasan dengan Neta.


tapi apa Junot?, bahkan Junot lah yang mendekati nya itupun masih dalam batas yang wajar. . . tapi apalagi Juna? bukankah manusia batu itu sendiri yang menyuruh Juna untuk menemui dirinya.


Kenapa sifat Alden menjadi kekanak-kanakan begini. . .


Ting. . .


pintu lift terbuka terlihat beberapa laki-laki yang akan masuk kedalamnya sedangkan Rose hendak keluar.

__ADS_1


Namun mengapa mereka tidak asing bagi Rosella?


"loh, mbak Bartender kan?" ucap salah satunya.


Dan benar saja, mereka semua adalah langganan Rosella yang sering datang ke bar. bisa apa dia jika sudah begini.


"eh iya pak" sahut Rosella yang hendak pergi.


"kok bisa disini, wah hebat ya kamu Rose" ucap salah satunya lagi.


bahkan mereka semua tahu nama Rosella.


"malam-malam saya akan terasa sepi jika kamu tidak disana Ros, apa bayaran mu disana kurang sehingga bersusah payah berkerja disini" ucap salah satu lagi yang membuat semuanya tertawa.


ia tidak boleh lemah, sudah terlalu sering diperlakukan seperti ini, seperti wanita malam yang tidak ada harganya.


"permisi" ucap Rosella meninggalkan pria-pria gila itu.


.


.


.


"kok kamu kenal mereka Ros" tanya Vita yang juga hendak masuk keruangan nya tapi ia urungkan saat mendapati Rosella dihadang oleh para petinggi perusahaan.


"kamu tahu kan perkejaan ku sebelumnya" ucap Rose santai.


"apa hubungannya?" tanya Vita bingung.


"mereka semua langganan ku di bar"


"apa?"


Rose sudah paham akan jalan pikiran Vita.


"langganan minum, bukan yang lain Vit hehe"


"oh iya-iya maaf, habisnya aku kaget saat melihat mu kenal dengan kepala-kepala divisi disini" ucap Vita sungkan.


"jadi mereka semua kepala divisi?" sebenarnya Rose tidak terlalu kaget, karena kebanyakan langganan nya memang VVIP dan orang biasa tidak akan mungkin menjadi langganan nya.


"iya Ros, ayo masuk" ucap Vita mengajak Rosella masuk kedalam ruangan.


Rosella tersentak saat merasakan tangan melingkar di pundaknya "ayo, aku juga ikut masuk" ucap Junot nyengir kuda.


apakah Rosella benar-benar harus menampolnya?


.


.


.


**Maaf ya jika update nya lama, karena menulis dua judul memang benar-benar membuat lelah luar dalam. . .


Sambil nunggu novel ini up baca juga ya "Elang dan Emila" bagi yang belum membaca**.

__ADS_1


LIKE VOTE AND KOMEN YA GAESSS 💋💋💋


__ADS_2