Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Menikmati waktu


__ADS_3

Rosella dengan santainya malah memakai lingerie hitam yang begitu menggoda, bukan keinginan nya sebenarnya, namun mertuanya yang sudah menyiapkan semuanya.


Rengkuhan yang begitu erat tiba-tiba menghampiri tubuh sintal Rosella, siapa lagi jika bukan manusia mesum.


"kamu mau menggoda ku" ucap Alden dengan wajah memerah menahan sesuatu sedari tadi.


Rosella melepaskan rengkuhan Alden secara paksa "percaya diri sekali!" sentak Rosella melangkahkan menuju ranjangnya untuk mengambil selimut dan juga bantal.


"hari ini aku tidur disofa" ucap Rosella melirik Alden dengan sinis dan kemudian ia benar-benar meninggalkan Alden untuk berbaring di sofa yang lumayan besar itu.


"Ros!"


Rosella tidak perduli dan memilih menutup semua tubuhnya dengan selimut.


Ah , sial. . . ini baru pertama kalinya Rosella seperti ini.


.


.


.


Mata Rosella sayup-sayup terbuka, dan begitu merasa hangat dan nyaman seolah enggan untuk beranjak.


oh. . .guling nya nyaman sekali. . .


Namun Rosella sedikit tersentak ketika merasakan kecupan di kening nya, ia lalu membuka matanya lebar-lebar , dan benar saja ternyata Alden ikut tidur disofa.


Rosella dengan cepat melepaskan pelukannya, namun ditahan oleh Alden.


"mau kemana?" tanya Alden dengan suara seraknya, matanya pun masih tertutup.


"lepaskan!" ucap Rosella jengkel.


"Mommy" rengek Alden dengan manja.


"kamu sudah meninggal ku kemarin" ucap Rosella yang matanya sudah memanas "segila apapun aku, kamu sepenuhnya bertanggung jawab padaku dad, bagaimana jika aku bertemu dengan orang jahat".


Alden yang mendengar itu ikut merasa bersalah ia memeluk Rosella lebih erat "maaf Mom".


"kamu tidak tahu kan, bagaimana bingungnya aku ketika ponselku mati"


"ssst, maafkan aku , aku berjanji akan belajar mengatur emosiku" ucap Alden mengecup kening Rosella.


"kamu jahat Dad" ucap Rosella memukuli pelan dada Alden .


"maafkan aku, jangan menangis" ucap Alden ketika mata Rosella sedikit basah.


"aku tidak menangis" ucap Rosella lalu memeluk Alden begitu erat.


Alden tersenyum kecil merasakan pelukan hangat itu.


"Daddy"


"yes Mom"


"ijinkan aku bertemu dengan Jessica jika nanti dia benar-benar tertarik ingin mendengar cerita tentang Axel".


"Ros"

__ADS_1


"aku hanya ingin bercerita saja dengannya, tapi kamu tidak usah ikut" ucap Rosella mengusap rahang tegas yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus itu.


"kenapa, aku tidak akan meninggalkan mu lagi".


"aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan nya" ucap Rosella lalu menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Alden.


malu sekali, tapi tidak apa ia sudah mengeluarkan unek-uneknya jadi sedikit legah. . .


Alden tersenyum kecil mendengar suara yang begitu merdu itu, bukankah artinya Rosella cemburu jika ia berdekatan dengan mantan istrinya...


"Ros, hanya kamu percayalah" ucap Alden begitu lembut, entah mengapa tiba-tiba mulutnya manis sekali.


"aku hanya sedikit takut" elak Rosella.


"kenapa lagi" ucap Alden mengecup kening Rosella.


"dia lebih cantik" ucap Rosella lirih.


"itu menurut mu, menurut ku kamu lebih cantik"


Rosella mendongak kepalanya menatap Alden dengan intens, ia mencari dan sepertinya Alden memang berkata jujur.


Deg. .


Deg. .


Deg. .


Jika sedang bertatapan seintens ini jantung keduanya seperti maraton , Alden perlahan mendekat kan wajahnya pada wajah Rosella.


Bertatapan semakin dekat dengan kening yang menempel "aku sudah jatuh cinta kepada mu Ros, jangan meragukan aku" ucap Alden begitu serius.


Rosella seakan terpana mengangguk begitu saja.


Satu kecupan yang cukup lama pada bibir Rosella, kecupan manis untuk menyalurkan rasa cinta satu sama lain, agar dapat merasakan betapa berharganya Rosella bagi Alden.


Namun tangan Rosella malah menarik tengkuk Alden untuk memperdalam ciumannya, sedikit rasa bahagia ketika Rosella sudah mulai berani seperti ini, karena selama ini selalu dirinya yang memulai.


"aku suka pakaian mu" bisik Alden dengan mesra ketika ciuman itu terlepas.


Rosella sontak menutupi dadanya dengan kedua tangannya, karena baru sadar jika pakaian itu memang menggoda sekali.


Alden terkekeh melihatnya, lalu mendekap Rosella begitu erat.


"Dad" gerutu Rosella saat merasakan sesuatu yang menegang dibawah sana.


"dia menginginkan mu Ros".


.


.


.


"lelah" tanya Alden ketika mereka sudah memuaskan satu sama lain.


Rosella mengangguk "tapi aku ingin jalan-jalan" rengeknya.


"kita sarapan dulu" ucap Alden mengusap lembut rambut Rosella.

__ADS_1


"aku mau roti aja dad"


"iya sayang".


Setelah keduanya selesai membersihkan diri, makanan sudah tertata rapi di meja.


Rosella duduk disebelah Alden yang sudah meneguk kopi panasnya.


"jangan menggodaku lagi Ros" ucap Alden membenarkan baju Rosella yang sedikit memperlihatkan tali bra nya.


"tidak sengaja dad" ucap Rosella mengusap rambutnya yang masih basah.


"Dad" ucap Rosella tiba-tiba berubah menjadi sendu.


"apa?"


"aku kangen Axel" ucap Rosella teringat akan putra tampannya.


"iya-iya, katanya mau beli oleh-oleh buat Axel"


"oh iya" ucap Rosella bersemangat "dia minta baju, sepatu, topi sama apa ya Dad?" ucapp Rosella berpikir.


"adek" ucap Alden mencolek dagu Rosella.


"Daddy" ucap Rosella malu.


"Ros, bagaimana jika kamu ikut program kehamilan".


"apakah tidak terlalu cepat, kita kan baru saja berhubungan, apakah kamu tidak mau menunggu sebentar lagi dad?" ucap Rosella yang sebenarnya sedikit merasa bersalah karena tidak juga hamil.


"kita tunggu sebulan lagi, jika belum tidak ada salahnya kan kita ikut program".


Rosella mengangguk "iya dad".


Hari ini mereka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan dan menikmati waktu berdua saja, mengingat sebelum nya mereka memang tidak pernah berpacaran, jadi kapan lagi mereka bisa berduaan dan romantis-romantisan seperti ini. mereka juga mengunjungi menara Eiffel dan setelah itu kembali menjajaki kuliner yang ada disana.


Alden menyuapi Rosella sesendok es krim rasa strawberry yang menyejukkan itu.


"enak?" tanya Alden.


Rosella mengangguk, lalu bergantian menyuapi Alden dengan es krim rasa vanilla nya.


"coba ini, ini tidak terlalu manis , seleramu sekali dad" ucap Rosella.


"selera ku adalah kamu mom" ucap Alden yanngg membuat Rosella tersipu.


"jangan seperti anak muda dad".


"kita masih muda Ros".


"tapi sudah ada buntut hehe".


"tidak masalah, banyak anak semakin baik.


"Hay" sapa seseorang yang baru saja datang.


.


.

__ADS_1


.


SLOW UPDATE GAESS, LAGI PULANG KAMPUNG, TETEP LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2