Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Perempuan aneh


__ADS_3

sejujurnya Alden sangat kesal dengan wanita disampingnya. . . keras kepala, pembangkang, semaunya sendiri.


"jadi mau langsung les privat grafis hari ini?" tanya Alden yang sudah jengah dengan perdebatan kecil itu.


"iya dad, tapi nanti aku kerumah temen dulu. . .baru pulang nya jemput Axel".


"iya" ucap Alden begitu pasrah dipanggil dad.


.


.


.


panas yang terik, ditengah keramaian kota ini Rosella berjalan kaki menuju sebuah apartemen yang dekat dengan tempat les privat nya.


pelipis Rosella dipenuhi dengan buliran keringat kecil, ia memasuki apartemen itu berjalan menuju lift menuju lantai 5.


Rosella memencet bell apartemen itu, tak lama kemudian seorang wanita yang hanya memakai hot pan dan juga singlet membuka pintu itu.


"duh Ros, kamu kok kucel gitu sih". ucapnya mempersilahkan masuk.


Rosella menuju kulkas lalu mencari air mineral dingin untuk di teguknya.


tuk. .


ia mendaratkan gelas kosong itu dimeja, lega rasa hausnya sudah terobati. ternyata keluar rumah disiang bolong begini memang bukan keahliannya, ia biasa tidur cantik disiang hari. . .


"ya ampun mi, panas nya kebangetan. . . kapok aku keluar siang bolong kayak gini". gerutunya


"lagian kamu itu ya, katanya nikah sama orang kaya. . . kok mau maunya jalan kaki" ucap Mimi sambil ikut duduk di meja makan bersama Rosella.


"la emang nya harus gimana mi, tadi pagi dia udah anterin aku kok. . . dia kan kerja".


"sopir dong ros sopirrr!, jangan polos-polos napa jadi orang".


"aku nggak tau caranya minta mi, Mimi tau sendiri kan kalo Ros nggak punya pengalaman sama cowok tajir" ucap Rosella menghela nafasnya.

__ADS_1


"makanya jangan sama cowok kere terus huahahahha"


"husstt. . Mimi!"


"masih ada rasa sama max kamu?" tanya mimi.


Rosella menundukkan pandangannya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, "mana bisa langsung lupa gitu aja mi, terlalu banyak kenangan nya" ucap Ros sendu.


"ampun deh Ros!. . . cowo kere kayak gitu apa yang kamu harepin, suami kamu tuh udah tajir ganteng lagi" ucap Mimi mengedipkan sebelah matanya.


"iya sih mi. . . tajir, ganteng, tapi lebih berguna ngomong sama kerikil di pinggir jalan daripada sama dia". ucap rose kesal


"mulutmu rose!"


"beneran mi, emang batu tuh orang. . . kalo nggak penting penting banget jarang ngomong yang ada basa basinya sama sekali".


"itu lebih menantang ros, kamu harus goda dia dong".


"cih, nggak Sudi!" Rosella dengan wajah jengkelnya.


"udah ah mi, aku mau numpang mandi sebentar gerah banget sumpah" gerutu Rosella.


"jam berapa mi" tanya Ros, Mimi sedang merebahkan diri nya disofa sambil maskeran.


"hampir jam satu Ros"


Rosella langsung terduduk dari tidurnya, ia segera mengambil tasnya dan buru-buru meninggalkan kamar itu "aku pulang dulu mi, mau jemput anak aku" ucap Ros melambaikan tangannya.


"yayaya yang sekarang udah jadi mamah muda".


.


.


.


Rosella menunggu Axel di gerbang sekolahnya. ternyata sudah ada supir dari keluarga Siregar yang sudah menunggu nya disana. . . sedikit perasaan lega karena ia tidak harus membayar ongkos taksi,

__ADS_1


Rosella adalah orang yang perhitungan, ia hidup dengan slogan hemat pangkal kaya. . . sebab itu ia selalu ngirit meskipun gajinya bisa dibilang lumayan besar di bar itu.


"Mommy!" teriak anak kecil yang berlarian menghampirinya.


"jangan lari sayang" ucap Rosella mengusap kepala axel.


"Axel bahagia banget" ucap Axel dengan mata yang berbinar-binar.


"kenapa boy, ada apa?. . . cerita sama Mommy" Rosella merengkuh tubuh Axel lalu membawanya masuk kedalam mobil.


sepanjang perjalanan Axel terus mengoceh betapa senangnya dia saat teman-temannya iri dengan Mommy nya yang begitu cantik dan muda.


sampai nya dirumah terlihat mobil Alden yang sudah terparkir disana "baru jam berapa ini" gumam Rosella saat melihat mobil itu.


Rosella menuntun Axel memasuki rumah itu terlihat Alden sudah duduk disofa dengan pakaian santainya. Axel berlarian berhambur kepelukan daddynya.


"ada apa? kenapa anak Daddy terus tersenyum" ucap Alden gemas memperhatikan tingkah putranya.


Axel berbisik di telinga Alden "Axel mencintai Mommy" ucapnya melirik ke arah Rosella.


Alden tersenyum kecil mendengarnya "yasudah sana cepat mandi dulu lalu makan. . . itu kamu sudah ditunggu mbak".


"Axel mau sama Mommy" rengek anak kecil itu.


"biar Mommy istirahat dulu" ucap Alden tegas dan Axel hanya mengangguk lemah.


setelah Axel pergi Rosella mendekati Alden "aku sanggup mengurus Axel , selama aku belum bekerja" ucap Rosella.


"jika kamu mengurus Axel bagaimana dengan saya?" ucap Alden kemudian fokus kembali kearah televisi.


"maksud kamu?" tanya Rosella dengan kening yang berkerut


"bagaimana saya membuka hati untuk kamu jika kamu sibuk dengan Axel terus". ucapnya tanpa memalingkan pandangannya yang terus menatap televisi.


"tinggal buka aja kok repot" ucap Rosella menurunkan resleting Hoodie nya.


"Bu bukan itu yang saya maksud" ucap Alden panik melihat Rosella yang hendak membuka Hoodie nya.

__ADS_1


"masih pakek baju keles" ucap Rosella tersenyum kecil . . . lalu meninggalkan Alden begitu saja.


"dasar perempuan aneh" gumam Alden. . .


__ADS_2