
Makan malam keluarga penuh dengan kehangatan, semuanya bahagia. . . semuanya tersenyum, seolah beban yang mengganjal pada hidup mereka terhempas begitu saja dengan datangnya Alron. Cucu kedua keluarga Siregar yang begitu lucu dan menggemaskan.
Semua orang sudah jatuh hati padanya sejak pertama kali bertemu, tidak diragukan lagi dia memang anak seorang Alden Mahendra Siregar.
Dibalik sikapnya yang lucu akan tetapi kadang ia sangat dingin di waktu-waktu tertentu.
Seperti saat ini, jika ia merajuk ia akan terus diam "Besok biar diambil Daddy guling nya ya sayang" ucap Rosella mengambilkan makanan untuk Alron.
Mendengus kesal tanpa menjawab Rosella, bibir mungil itu terus mengerucut. Guling Minion miliknya yang menjadi temannya sejak kecil tertinggal dirumah lamanya.
"Al, kamu suruh orang buat ambil deh, kasian dia" ucap Melinda yang tengah menyuapi pak Rahmono, karena tangannya masih terlalu lemah untuk makan sendiri tapi beruntungnya akhir-akhir ini Rahmono sudah bisa duduk sendiri.
"Tidak usah mah, besok saja ini sudah malam" ucap Rosella yang tak ingin merepotkan, ini sudah terlalu malam untuk pergi kesana dan Rosella tidak ingin Alron dimanja.
"Besok ya dek, pagi-pagi Daddy suruh orang buat ngambil" ucap Alden mengusap rambut Alron. Ia sudah menyuruh orang sebenarnya tapi karena takut dengan amukan Rosella ia pura-pura diam. Nanti saja ia jelaskan jika guling kesayangan Alron sudah datang.
Alden akan melakukan apapun untuk putranya, bahkan hanya dengan itu tidak akan cukup menebus lima tahun yang telah terlewati.
"mau pakai guling Abang?" tawar Axel yang tengah sibuk mengunyah.
Bukannya menjawab pertanyaan semua orang Alron memilih turun dari kursi pergi ke kamarnya.
"biar aku saja mas, kamu makan dulu saja" ucap Rosella menahan tangan Alden ketika Alden hendak beranjak.
Alden mengangguk dan tersenyum tipis.
.
.
.
"Adek, adek ngerti kan apa yang Mommy maksud, ini sudah malam jadi tidak baik merepotkan orang lain" tutur Rosella pada Alron yang sudah berbaring memunggunginya.
Tidak ada jawaban. . .
"Dimana anak tampan Mommy yang selalu menurut" ucap Rosella dengan lembut.
Alron bangun dari tidurnya, menatap Rosella penuh kekecewaan "Kata Mommy Allon boleh meminta apapun jika sudah bertemu Daddy" ucapnya datar.
"Sayang, maksud Mommy buk-".
"Mommy jahat, kenapa Mommy selalu seenaknya cendili, Dali tadi Mommy juga perhatiin Abang telus cama Allon nggak".
Deg!.
Jantung Rosella bagaikan dihantam ketika mendengar kalimat yang keluar dari bibir mungil itu.
"Sayang, Alron kok ngomong gitu sih" ucap Rosella begitu sesak "Mommy sayang sama Alron sama Abang nggak beda-bedain anak-anak Mommy sedikitpun".
__ADS_1
Rosella bersimpuh di hadapan Alron, menggenggam tangan kecil yang begitu menghangatkan sekujur tubuhnya.
"Maafkan Mommy nak" ucap Rosella bersamaan dengan buliran bening yang menetes di pipinya.
"Allon mau cendili" ucapnya begitu dingin.
Rosella mengusap air matanya, lalu menggeleng "Mommy bakal disini temenin adek, maaf ya dek tadi Abang kamu demam makannya Mommy ngurus Abang dulu, kan adek sudah main seharian sama Daddy" ucap Rosella menjelaskan.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka menampakkan sosok gagah menghampiri mereka.
"Ada apa ini" ucap Alden dingin.
"Allon mau cendili" ucap Alron kesal dan kembali berbaring, menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya.
"Tuh kan Ros, aku bilang juga apa turuti saja permintaan dia" ucap Alden yang membuat air mata Rosella bertambah deras.
"Hanya mengambilkan guling bukan hal yang sulit, kamu bahkan terus melarang ku daritadi, padahal aku hanya ingin memenuhi permintaan putra ku".
Rosella berdiri menatap Alden dengan kekecewaan "Kamu nyalahin aku mas" ucapnya menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.
"Aku nggak mau Alron jadi anak yang manja hanya karena hidupnya bergelimang harta, ataupun menyuruh orang lain semaunya karena dua punya uang" Rosella menggeleng "aku tidak ingin anakku seperti itu".
"Setelah sekian lama kamu memisahkan kita, sekarang kamu juga ingin mengatur-ngatur nya lagi, asal kamu tahu Ros" ucap Alden menunjuk Rosella.
"Bahkan seluruh dunia bahkan seisinya akan aku berikan padanya jika aku mampu".
Tersenyum kecut, menghapus air matanya yang terus berjatuhan dengan kasar. Rosella benar-benar kecewa "ternyata sikap kamu tidak berubah mas, bahkan anak ku mewarisi sikapmu ini ketika marah".
Menghembuskan nafasnya kasar, Alden mengikuti langkah Rosella yang terburu-buru.
Sedikit hafal sikap wanita itu yang ketika marah pasti akan pergi entah kemana.
"Mau kemana?" ucap Alden memegangi lengan Rosella yang sudah diambang pintu ruang tamu.
"Aku mau ngambil sendiri guling Alron" jawab Rosella menghempaskan tangan Alden.
"Mau kamu apa sih Ros" ucap Alden mencekal kembali lengan Rosella "Tadi aku suruh orang nggak boleh, kamu lihat ini jam berapa kamu mau kesana" ucap Alden dengan rahang yang mengeras.
Rosella hanya diam dengan isak nya.
"Aku sudah menyuruh semua satpam menutup akses keluar dari rumah ini, jangan macam-macam" ucap Alden menghunus lalu pergi meninggalkan Rosella sendiri.
"malam ini biar aku tidur dengan anak-anak" ucapnya tanpa menoleh lagi.
.
.
.
__ADS_1
Memejamkan matanya meskipun sulit tertidur, kenapa harus begini, ternyata mendidik anak bersama sama bukanlah hal yang mudah. Ia sadar karena perbedaan gaya hidupnya dengan Alden, sehingga susah untuk menyatukan pendapat.
Meringkuk memeluk guling ditemani oleh sunyi, mata Rosella masih basah mengingat perilaku Alden padanya.
Biarkan gelapnya malam dan juga kamar ini menjadi saksi betapa sedihnya dirinya malam ini.
Suara pintu terbuka tidak membuat Rosella menoleh, masa bodoh jika Alden kembali ke kamar. Kenapa Alden menjadi seegois ini.
Derap langkah kaki semakin mendekat "Ros".
"pergi dan tidak usah kembali" jawab Rosella dengan suara seraknya.
"Kamu tahu ini sudah jam berapa?" tanya Alden begitu tak masuk akal.
"mau jam berapapun aku tidak perduli" ucap Rosella dingin.
"Hitung mundur, tiga . . dua. . satu. ." Lampu menyala.
"Selamat ulang tahun Mommy" teriak dibalik punggung Rosella begitu heboh, Rosella menoleh menatap tidak percaya pada mereka semua.
Alden berdiri tersenyum manis padanya dengan kue besar di tangannya. Sedangkan Axel dan Alron berada dibelakang Alden membawa party popper dan meledakkan nya disusul dengan kedua mertuanya dibelakang mereka tersenyum hangat pada Rosella.
Tangis Rosella semakin pecah melihat itu semua, bahagia terharu bercampur menjadi satu.
Alden segera menghampiri Rosella dan memeluknya "maaf ya sayang" bisiknya yang mendapatkan cubitan pada perutnya.
"aw".
"kamu jahat mas" ucap Rosella kesal.
"Mommy" ucap Axel dan Alron berhamburan memeluk Rosella.
"maafin Allon, tadi yang nyuruh Abang sama Daddy" ucap Alron dengan polosnya.
Rosella mencubit gemas pipi Alron dan Axel "Mommy hampir gila karena ini semua" ucapnya yang terus menangis.
"Selamat ulang tahun ya Ros, terimakasih sudah kembali untuk kita semua" ucap Melinda segera memeluk Rosella.
"makasih mah".
.
.
.
MULAI SEKARANG AUTHOR KASIH FOTONYA DI IG SAJA YA, NGGAK DISINI. . . FOLLOW
@BLUESKYMA1
__ADS_1
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS BAGI TIP SEIKHLASNYA 💋