Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Berperang


__ADS_3

Seperti biasa Rosella melangkahkan kakinya dengan percaya diri ke perusahaan. Senyumnya terus mengembang mengingat hal-hal manis yang ia lewati beberapa hari ini bersama Alden.


Tapi dahinya mengernyit saat melihat dua orang bergandengan tangan menuju lift, Rosella segera berlari kecil untuk menyusul mereka berdua.


"hey!" sapa nya setelah berhasil menemui mereka.


"Ro Rosella" ucap Vita terbata dan segera melepaskan tautan tangannya.


"Apa ada yang aku lewatkan" ucap Rosella tersenyum saat melihat wajah Vita dan Junot tampak memalu.


Junot menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Se sebenarnya--".


ting. . .


Belum sempat Junot menjawab lift sudah terbuka.


"biar aku yang jelaskan" ucap Vita menatap Junot.


"Hem"


Vita menarik tangan Rosella, kemudian mengajaknya untuk duduk dimeja kerjanya, untung saja waktu masih pagi hanya beberapa karyawan saja yang sudah datang.


"kamu pacaran dengan Junot?" tanya Rosella langsung pada intinya.


Vita nyengir kuda, "hehe lebih tepatnya sih balikan" ucap Vita malu-malu.


"jadi--"


"iya Ros, jadi sebelum kamu kerja disini itu ada sedikit kesalahan pahaman, apalagi Junot berusaha untuk deketin kamu, pengen aku jitak rasanya hehe. . . tapi dia deketin kamu cuma buat manas-manasin aku aja sebenarnya, kamu nggak baper kan?"


Rosella sontak tertawa mendengarnya "baper? hahahah. . . aku udah punya tunangan Vit" ucap Rosella memamerkan cincin di jari manisnya.


"oh iya aku lupa, abisnya Junot niat banget sih deketin kamu heheh. . . eh tapi tunggu dulu Ros, aku sih percaya kamu nggak suka sama Junot, tapi apa hubungan mu dengan pak Juna".


"eh. . . ka kami berteman biasa" ucap Rosella gugup, karena takut ketahuan jika ia adalah istri Alden.


"kemaren di puncak katanya kamu juga dijemput pak Juna ya".


"apa?"


"iya orang-orang gosipin kamu tau, apalagi kalo kamu tahu wajahnya pak Andre saat Bu Listi bilang kamu dijemput sama Juna , Hem masam banget Ros, dia kayaknya beneran serius deh sama kamu".


Kenapa Bu Listi menjadikan Juna sebagai tameng?


"oh jadi ini pacarnya pak Juna hahaha" ucap Mery yang baru saja datang, ia tersenyum licik.


Rosella menghela nafasnya, ia harus pintar bersabar karena ia sendiri tidak pernah menanggapi perkataan orang-orang.

__ADS_1


"Apa? pak Juna " ucap seorang wanita yang baru saja datang.


Rosella menatap kearah Vita untuk mencari tahu siapa wanita itu, karena ia sendiri tidak pernah melihatnya.


"dia Nia temennya nenek lampir" bisik Vita menatap kearah Mery "dia baru selesai cuti dan satu divisi sama kita".


"iya ni, dia itu cewe malem katanya" ucap Mery.


"sialan!" baru saja Vita ingin beranjak dan menghajar nenek lampir itu, namun Rosella menahannya.


"udah nggak usah diladenin" ucap Rosella.


"oh, cewe malem toh... " ucap Nia tersenyum kecil.


"iya, dia kenal semua kepala divisi dan satu lagi ni yang buat gue jengkel, bisa-bisanya pak Andre kena rayuannya ini ******".


Brak!


Rosella menggebrak meja dengan nyaring "gue udah cukup sabar ya sama kalian, emang nya kalian itu siapa urusin kehidupan gue, mau gue deketin pak Juna kek pak Andre kek apa hubungannya sama kalian. . . kalian iri" ucap Rosella yang sudah tidak tahan lagi dengan mulut boncabe itu.


"sialan!" Mery menjambak rambut Rosella begitu sja, lalu Vita ikut menarik rambut Mery begitu juga dengan Nia ia membantu Mery untuk berperang dengan mereka.


Adegan jambak menjambak dan cakar mencakar nampaknya jadi tontonan para karyawan lainnya, namun Rosella hanya diam dan melindungi Vita karena jika ia mengerahkan kekuatannya ia pastikan mereka berdua akan berakhir di rumah sakit.


"stop!" teriak Bu Listi yang begitu menggelegar dan membuat mereka terdiam "pagi-pagi sudah bikin heboh satu perusahaan!" teriak Bu Listi melirik berbagai divisi yang tampak memperhatikan mereka.


"jelas-jelas elo ya" ucap Vita yang ingin menyerang mereka kembali.


"diam!" sentak Listi.


"kalian semua ini ya!, pak Juna sudah mendengar berita ini, lihat saja jika nanti sampai ke telinga Dirut siap-siap saja kalian kena scorsing atau jangan-jangan malah dipecat" ucap bu Listi yang membuat mereka nampak takut.


Sosok tinggi dengan perawakan nya yang gagah muncul dibalik pintu "kalian berempat ikut saya" ucap Juna dengan dingin.


Empat wanita dengan rambut acak-acakan juga beberapa goresan di kulitnya itu mengikuti Juna ke ruangan nya, Juna memang assisten serba bisa ia selalu mengurusi karyawan yang bandel.


"Apakah kalian disini dibayar untuk bertengkar seperti itu!, bagaimana jika Dirut tau? apakah kalian sudah siap untuk dipecat" ucap Juna begitu menusuk mereka yang hanya terdiam.


"dimana sopan santun kalian semua!" Juna berteriak namun juga enggan untuk menatap Rosella, ia tidak punya pilihan lain daripada karyawan lainnya akan berpikir macam-macam terhadap Rosella.


Ceklek. . .


"Jun--" kening Alden mengernyit saat melihat sosok istrinya berada di ruangan Juna, hanya karyawan yang membuat masalah yang akan berada di ruangan ini.


Tapi yang lebih membuat Alden kaget adalah rambutnya yang acak-acakan dan juga bekas cakaran di pipi mulus Rosella, rasanya ingin sekali ia menghampiri nya lalu memeluknya dengan erat . namun Rosella hanya menatap datar padanya.


"Ada apa?" ucap Alden memasuki ruangan itu.

__ADS_1


"bisa mati kita Ros, ada pak Dirut" bisik Vita, namun Rosella hanya santai , tidak mungkin kan Alden akan menghukumnya atau memecatnya.


Juna menjelaskan jika mereka bertengkar dan menghebohkan seluruh divisi.


"jadi hukuman atau surat pemecatan pak ?" tanya Juna .


Alden tampak berpikir sejenak, "scorsing satu Minggu beserta surat peringatan satu!" ucapnya dingin dan menatap tajam pada mereka.


ingin sekali Rosella memukul Alden sekarang bisa-bisanya ia memutuskan itu,


Awas saja nanti malam, huh!


"kalian mendengar sendiri bukan, pulang sekarang juga" ucap Juna.


"baik pak" mereka semua menjawab serentak, lalu pergi meninggalkan ruangan yang serasa neraka itu.


Mery dan Nia berjalan terlebih dahulu sembari mengomel pada Vita dan Rosella.


"dua nenek lampir sialan!" gerutu Vita yang kesal.


Rosella hanya diam dan merapikan rambut Vita yang berantakan lalu melihat luka pada tangan Vita "obatin dulu Vit luka kamu".


Vita malah tersenyum mendengarnya "luka kamu lebih parah Ros, bisa-bisanya kamu lebih perduliin aku".


"aku udah kebal vit, ayo pulang" ucap Rosella menggandeng Vita.


"ngemall aja yuk Ros , mumpung pulang pagi" ucap Vita bersemangat.


"jadi kamu malah seneng ya kena scorsing" ucap Rosella heran.


"lumayan dapet libur hehehe, masih mending daripada dipecat"


"permisi!" teriak Juna yang kemudian menghampiri mereka.


"a ada apa ya pak" ucap Vita tergugup.


"kamu" ucapnya menunjuk Rosella "ikut saya sebentar".


Rosella mengernyit, tapi sepertinya bukan Juna yang memanggilnya. . .


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2