
Dua anak kecil itu terus berceloteh sepanjang perjalanan, nyanyian yang tidak jelas bahkan terdengar merdu ditelinga Alden dan Rosella.
Dua anak kecil itu terus bernyanyi di bangku belakang.
"Rame banget ya kalo gini" ucap Rosella tersenyum.
"iya, pasti mereka akan buat gaduh seisi rumah nantinya" ucap Alden membalas senyuman Rosella.
"Mommy ngantuk" ucap Alron mengerucutkan bibirnya sembari merentangkan tangannya.
"kamu pindah belakang saja mom" ucap Alden segera memberhentikan mobilnya.
"nggak papa?" tanya Rosella.
"nggak papa, nggak akan ada yang ngira aku supir kok" ucap Alden terkekeh karena tahu apa yang sedang dipikirkan Rosella.
"yaudah deh kalo gitu" ucap Rosella segera pindah ke bangku belakang.
Rosella memangku Alron yang matanya sudah mengantuk, sedangkan Axel bersandar padanya.
Senang sekali jika diposisi seperti ini.
Alden ikut tersenyum ketika melihat mereka bertiga dari kaca mobilnya.
"Adek cepet bobok, Abang juga" ucap Rosella penuh perintah karena dua bocah itu terlihat sudah sangat mengantuk.
.
.
.
"Mommy bangun" bisik Alden ikut duduk di bangku belakang, ia membangunkan Rosella karena telah sampai.
Rosella mengerjap-ngerjap kan matanya menatap sekeliling "sudah sampai?" tanya Rosella dengan suara seraknya.
"sudah" jawab Alden lalu mengecup kening Rosella.
"Axel mana?" tanya Rosella karena tidak mendapati sang anak disampingnya.
"dia sudah turun sama mbaknya, sini biar Alron sama aku".
Mereka turun dari mobil, namun Rosella terlihat bingung ketika bukan rumah mertuanya yang menjadi tujuannya.
"Daddy" ucap Rosella menoleh pada Alden yang terus tersenyum disampingnya.
"sudah ayo masuk dulu" ucap Alden yang tengah menggendong Alron, ia segera menggenggam tangan Rosella dan mengajaknya masuk kedalam rumah.
Rosella menatap sekeliling rumah yang sederhana namun elegan, mirip dengan rumah impiannya.
Rumah dua lantai ini lumayan besar dengan dekorasi sederhana tidak berlebih-lebihan.
"Loh kok ada-" ucap Rosella menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Foto pernikahannya yang begitu besar terletak pada ruang tamu, bahkan foto mereka berempat waktu di pernikahan Ihsan sudah terpajang disana.
"Mbak tolong ya" ucap Alden menyerahkan Alron yang tengah terlelap pada baby sitter yang sudah ia siapkan.
"iya pak".
Setelah itu Alden menghampiri Rosella yang masih tercengang, memeluknya dari belakang dan ia sempatkan untuk mencium pipinya.
__ADS_1
"kamu suka?" tanya Alden begitu merdu.
Rosella yang matanya sudah berkaca-kaca hanya bisa mengangguk "Ini rumah kamu mas?" tanya nya merasa terharu karena desain ini adalah keinginan nya dulu.
"ini rumah kita sayang" ucap Alden menghapus air mata Rosella.
Rosella segera berbalik dan memeluk Alden "kenapa harus serepot ini" isaknya yang merasa Alden terlalu berlebihan.
"ini semua sudah aku siapkan lima tahun yang lalu, dan sekarang aku baru bisa mewujudkannya, penghuni rumah ini lengkap".
"Mas, maafkan aku" Isak Rosella lagi.
"jangan mengungkitnya lagi, aku hanya ingin mengatakan rumah ini telah menunggu keluarga kecil kita begitu lama".
Rosella hanya bisa pasrah ketika Alden mengajaknya untuk berkeliling rumah ini, menjelaskan setiap fungsi sudut rumah itu.
"Dan ini kamar kita" ucap Alden membuka pintu yang paling besar dilantai dua.
Rosella terkagum-kagum melihatnya, "mas ini nggak terlalu luas" protes Rosella ketika melihat kamar itu begitu luas bahkan berkali-kali lipat dari rumah sebelumya.
"tidak Mom, anak-anak bisa bermain disini ataupun menginap, yah. . . meskipun mereka sudah memiliki kamar sendiri-sendiri".
"ada-ada saja" ucap Rosella segera menghampiri ranjang, lalu merebahkan tubuhnya disana.
"Mas, jika semua ini adalah mimpi maka jangan bangunkan aku" ucap Rosella sembari memejamkan matanya.
Alden terkekeh melihatnya lalu ikut menghampiri istrinya memeluknya dengan erat "aku juga ingin bermimpi dengan mu" bisik Alden.
.
.
.
"cuka, Allon cuka kamarnya ada Batman nya Mommy" celoteh Alron yang tengah memakan es krim nya.
"Mommy!" teriak Axel yang baru saja memasuki kamar.
"kenapa bang?" ucap Rosella segera mengambil tas nya.
"Adek makan es krim terus dari tadi, tadi udah makan 2 loh mom" adu Axel yang membuat Rosella tersenyum.
"iya, ini yang terakhir ya dek" ucap Rosella segera membersihkan sisa es krim di bibir Alron.
"iya deh" ucap Alron mengerucutkan bibirnya dan menatap kesal pada Axel.
"ayo semuanya sudah siap" ucap Alden yang sudah baru saja keluar dari kamar mandi namun sudah berpakaian rapi.
"Daddy gendong" ucap Alron dengan manjanya.
Alden tersenyum karena itu "iya sayang'.
.
.
.
"Oma!" teriak Axel begitu heboh saat memasuki rumah besar itu.
__ADS_1
"Abang berisik" ucap Alron yang masih di gendongan Alden, matanya belum terbuka dengan sempurna namun begitu kesal dengan suara Axel yang begitu nyaring.
"sayang" ucap Melinda segera memeluk Axel, namun begitu terkesiap ketika melihat anak kecil yang tengah digendong oleh Alden.
"si-siapa Al" tanya Melinda nampak bingung.
"Adek, buka matanya kita sudah sampai turun sana" ucap Rosella mengusap rambut Alron.
Alron hanya mengangguk dan turun dari gendongan Alden.
Mata Melinda membulat sempurna ketika melihat sosok Alron, ia segera berlari dan berlutut, memeluk Alron begitu erat.
Rosella dan Alden hanya saling berpandangan, bahkan mereka bekum mengatakan apapun pada Melinda.
"cucu Oma" ucap Melinda terisak.
"Oma" panggilan Alron untuk pertamakali pada Melinda, jantung berdebar kencang ketika mendengar nya.
"iya, ini Oma sayang" Melinda tidak bisa menyembunyikan tangisnya ketika melihat Alron. Sebenarnya ini yang ia takutkan dari dulu, Rosella pergi ketika sudah hamil tapi ia tidak berani mengatakannya pada Alden takut manusia itu akan bertambah frustasi.
"Mamah kok tahu" ucap Alden terheran-heran.
Melinda menghujani wajah Alron dengan ciuman lalu menggenggam tangan mungil itu "mana bisa mamah tidak tahu kalo wajahnya saja begitu mirip denganmu sewaktu kecil" ucap Melinda tak mengalihkan tatapannya pada Alron.
"sangat mirip Al, hiks" Melinda terisak melihat cucunya sudah tumbuh sebesar ini.
"cucu opa" lirih Rahmono yang sedang duduk diatas kursi rodanya, memperhatikan pembicaraan mereka semenjak tadi.
Mereka semua menoleh kearah Rahmono.
"Sayang, hampiri opa" ucap Rosella yang bahkan sudah meneteskan air matanya.
"Mommy jangan nangis" ucap Axel menggenggam tangan Rosella, Rosella hanya mengangguk sambil terisak.
"Opa" lirih cicit mungil itu mencium tangan Rahmono.
"pe-peluk opa sayang" tangis Rahmono pecah saat itu juga.
"Namanya siapa?" tanya Melinda dengan air mata yang tak berhenti mengalir.
Alden mengusap punggung Melinda "Namanya Alrondo Mahendra mah, Alden masih mengurus aktanya untuk menambah nama Siregar dibelakangnya".
"ke-kenapa tidak menambahkan marga keluarga kita Ros" lirih Rahmono menggenggam tangan mungil itu lalu mengusap rambutnya meneliti setiap lekuk wajahnya.
"maaf pah, Rosella terlalu takut dan merasa tidak pantas saja waktu itu" ucap Rosella menundukkan kepalanya.
Rahmono mengangguk paham apa yang dimaksud oleh Rosella "maafkan papah Ros".
"Kenapa semuanya nangis sih" ucap Alron dengan santainya "seharusnya kan senang Allon udah disini, huh" ucap Alron mengerucutkan bibirnya dengan lucu.
"maafkan opa sayang" ucap Rahmono terkekeh dan segera menghapus air matanya.
.
.
.
TERIMAKASIH SUDAH SETIA MENUNGGU MAAF UNTUK KETERLAMBATAN UP NYA KARENA SEDANG KURANG SEHAT.
__ADS_1
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS SEBANYAK-BANYAKNYA 💋