Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Aku tanpamu


__ADS_3

Seorang laki-laki menatap kosong pada layar komputer nya, sudah lima tahun ini ia begitu stres dan ingin mati saja rasanya. .


Wanita itu meninggalkan dirinya tanpa sepatah katapun, entah sampai belahan dunia mana ia harus mencari wanitanya.


Ia pergi dengan begitu bersih, tanpa jejak sedikitpun yang tertinggal.


Selama lima tahun ini, Alden menjadi sosok yang begitu kasar, galak pada siapapun, ia seperti monster yang tak punya hati.


Hatinya sudah mati!


Bahkan penampilan nya sudah berubah, ia terlihat menjadi sangat garang dengan kumis tebalnya, ini sungguh bukan Alden, sangat berbeda dengan dirinya lima tahun yang lalu.


"Al" panggil Melinda yang baru saja memasuki ruangan, tubuh wanita paruh baya itu semakin renta memikirkan keluarga nya yang hancur berantakan.


"ada apa mah?" ucap Alden yang begitu dingin, bahkan bongkahan es itu seperti menjadi kutub sekarang.


"mamah mau kamu maafin tante-tante kamu, kasian mereka nak" ucap Melinda sendu.


Alden tahu bahwa tantenya yang awalnya menyembunyikan Rosella, namun mereka berkata tidak tahu apa-apa setelah itu, katanya Rosella melarikan diri dan tak tahu entah kemana.


Apakah seberat itu hidup denganku?


Bahkan Alden memecat om nya sendiri karena hal itu, tidak ada lagi uang bulanan yang biasanya ia kirim pada tantenya.


Iya. . . sekarang perusahaan sudah utuh menjadi kekuasaannya, semenjak papahnya sakit-sakitan ia bergelut sendiri dengan perusahaan nya.


Benar kan dia mampu, tanpa papahnya dia bisa mengurus semuanya, seandainya saja dulu papahnya memilih dipenjara ia akan mampu membesarkan perusahaan ini seorang diri, tapi Rosella sudah terlanjur pergi.


Aku harus bagaimana lagi?


Harus dimana lagi aku mencarimu?


Apakah benar aku memang harus melupakan mu?


"nggak semudah itu mah" ucap Alden tersenyum samar, hanya senyuman licik saja , semenjak Rosella meninggalkan nya tidak ada lagi yang namanya kebahagiaan di hidup Alden.


Mamah mengusap air matanya yang berjatuhan "Al , lupakan dia ini sudah lima tahun dan mungkin saja dia sudah memiliki suami lagi" ucap Melinda yang membuat rahang Alden mengeras.


"mana bisa dia menikah tanpa surat cerai, dan kita tidak pernah bercerai mah!"


"mamah tahu perasaan mu Al, tapi bisakah kamu berubah seperti dulu lagi, jangan bersikap arogan seperti ini nak" ucap Melinda mengeluarkan unek-unek selama bertahun-tahun lamanya, ia tidak menegur Alden karena tahu Alden sedang bersedih.


Tapi ini sudah bertahun-tahun dan ingin anaknya kembali normal.

__ADS_1


"aku tidak bisa mah" ucap Alden tanpa menatap mamahnya.


"sampai kapan kamu mau begini" ucap Melinda menaikkan nada bicaranya "gila kerja, mabuk-mabukan setiap malam, sikapmu yang kurang ajar ini!"


"Sampai aku bisa melupakan semuanya" ucap Alden pergi berlalu darisana.


.


.


.


Hampir setiap malam Alden menjelajahi bar di kota ini, setiap malam ia berganti-ganti tempat mabuk, hanya untuk mencari seorang Bartender cantik yang membuatnya gila ini.


"den, lusa ke puncak yuk" ucap Andre yang tengah meneguk segelas Vodka.


"nggak ndre" ucapnya menatap kosong pada meja Bartender.


"Lo butuh hiburan men, sekali ini aja" ucap Andre yang sebenarnya juga jengah oleh sikap Alden yang seperti ini.


"tumben kepuncak, mau ngapain?" tanya Alden menatap Andre sekilas, tidak biasanya laki-laki itu mengajaknya pergi kesana.


"Neta yang ngajak" ucap Andre nyengir kuda.


"den Lo nggak lupa kan, kita diundang di acara pernikahan Irsyad" ucap Andre, Irsyad adalah teman SMA mereka dulu "kan sekalian, orang deket villa Lo tempat nikahannya".


Mendengus kesal kemudian Alden menyerah "Kalo tidak mengingat dulu Irsyad pernah membantu kita, nggak Sudi aku ndre jauh-jauh kesana" ucapnya lalu meneguk minuman nya.


Andre tersenyum melihatnya "sama gue mau ngenalin Lo ke seseorang".


"siapa?" tanya Alden cuek.


"adalah temennya Neta, model" ucap Andre pelan, takut-takut manusia galak ini akan kembali kambuh.


"nggak!"


tuh, kan satu kata saja sudah membuat Andre ngeri sendiri.


"sampai kapan sih den Lo mau kayak gini, have fun men, atau Lo mau bersenang-senang sama cewe bar malam ini" tawar Andre.


"bisa diem nggak sih!" ucap Alden yang membuat Andre terdiam seketika.


.

__ADS_1


.


.


Alden melangkah pelan memasuki kamar putranya yang hampir berusia sepuluh tahun itu, ia hanya akan bersikap lembut pada Axel saja.


Anak itu tumbuh baik, meskipun kadang menangis hanya ingin bertemu dengan Mommy nya.


Mamahnya selalu mengatakan bahwa Mommy nya sedang menjemput adik bayi dan pasti kembali, Axel senang sekali mendengar itu, ia selalu menunggu Mommy nya dan adik bayinya.


Tapi sekarang anak itu sudah besar dan tidak bisa ditipu oleh hal seperti itu, Alden selalu menghindar dan tidak berani menjawab jika anaknya bertanya soal Mommy nya.


Axel terlelap sendiri diatas tempat tidurnya, Alden duduk disisi ranjang lalu mengusap pelan wajah mungil itu.


Kadang ia berpikir keras, mengapa Rosella pergi begitu saja...


Apakah karena fotonya dengan Jessica saat itu, mengapa setelah percintaan yang begitu panas itu, ia malah menghilang ditelan bumi.


Segelas jus belimbing permintaannya terakhir nya, masih saja menari-nari dipikirkan Alden.


"nak, kita pasti bisa" bisik Alden mencium kening Axel begitu lama.


"Mommy" lirih Axel yang matanya terpejam.


Air mata Alden luruh saat mendengarnya, Axel selalu seperti itu setiap malam, bahkan kehadiran Jessica tidak berarti apa-apa baginya.


Axel tidak menghiraukan tante-tante nya yang mengatakan bahwa Jessica adalah ibu kandungnya, yang ia mau hanyalah Rosella.


Dan akhirnya Jessica jengah dan kembali ke negaranya. . .


Alden mengusap air matanya, ia ikut merebahkan tubuhnya bersama tubuh mungil itu, memeluknya dan memberikan dia kasih sayang serta kehangatan.



.


.


Nggak bakal bertele-tele kok, sebentar lagi mereka akan bertemu.


.


Like komen anda vote gaess 💋

__ADS_1


__ADS_2