Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Birthday Alron


__ADS_3

Semua keluarga tampak duduk diruang tamu, Melinda masih saja terisak dipelukan sahabatnya.


Sedangkan Axel dan Alron sudah berada dipangkuan Mommy dan Daddynya.


"Rini" ucap Rahmono angkat bicara.


"Jangan meminta maaf" ucap Rini tersenyum "Aku sudah memaafkan nya dan mengikhlaskannya".


"Rin, dengarkan kata-katanya dulu" gerutu Melinda.


"iya-iya".


Rahmono melengkungkan bibirnya "Terimakasih sudah memaafkan kesalahan orang yang bejat ini, Rini sekarang saya ingin menyerahkan diri ke pihak kepolisian" ucap pak Rahmono yang membuat semua membulatkan matanya.


"Pak, nggak usah saya beneran sudah memaafkan semuanya" ucap Rini berubah menjadi serius.


"Betul pak, alangkah indahnya semua ini diselesaikan dengan kekeluargaan. Dan bapak tidak perlu merasa bersalah karena Rini dan Rosella telah memaafkannya dan menganggap semua ini takdir Tuhan yang harus mereka lalui" ucap Ayah angkat bicara.


Lega.


Satu kata yang begitu sederhana namun dampaknya sungguh terasa didalam dada Rahmono, tidak ada lagi yang mengganjal semua beban terlepas.


"Terima kasih Rin" ucap pak Rahmono mengusap pipinya yang sudah berair.


"Sudah-sudah jangan dibahas" ucap Rini kesal.


"Aku kesini mau bahagia main sama cucu-cucu ku bukan untuk nangis bombay".


"Kamu emang nggak berubah ya Rin" ucap Melinda menggelengkan kepalanya.


.


.


.


Detik-detik di setiap harinya berputar dengan cepat, juga menit-menit ke menit yang seolah dikejar oleh waktu. Mereka menjalani hari-hari nya dengan kebahagiaan, inikah yang dinamakan terbitnya pelangi setelah hujan dan terik.


Entahlah, yang pasti bersyukur adalah jawabannya.


Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari ini adalah pesta perayaan ulang tahun Alrondo Mahendra Siregar.

__ADS_1


Gedung menjulang tinggi aset milik keluarga Siregar ini sudah dikerubungi oleh para wartawan. Tamu-tamu agung juga mulai berdatangan.


Pesta perayaan sekaligus konferensi pers ini tiba-tiba menggemparkan media tanah air, pasalnya semenjak perusahaan dipimpin oleh Alden tidak sekalipun membuat acara seperti ini.


Wanita cantik, ibu dari dua anak ini tersenyum kecil didepan cermin kamar mandi. Menatap bayangan wajahnya yang semakin bulat.


Lalu beralih menatap kotak kecil ditangannya, senyumannya terus mengembang "kamu pikir cuma kamu yang bisa buat aku menangis dihari ulang tahun, aku juga bisa bapak Alden Mahendra Siregar" ucapnya memasukkan kotak itu kedalam tas nya.


Berpura-pura lupa, tak mengucapkan sepatah katapun dihari ulang tahun suaminya ini hahaha, rasakan!.


"Lama banget sih" gerutu Alden saat Rosella baru saja keluar dari kamar mandi "semuanya nungguin kita loh" ucapnya begitu kesal, wanita yang dicintainya tak mengingat sekali ulang tahunnya. Padahal Alron sendiri sudah mendapatkan banyak permintaan.


Iya, Rosella memberikan hadiah anaknya permintaan, apapun itu selama Rosella bisa akan ia turuti. Karena jika berbicara tentang harta dan benda, sekarang Alron bisa memiliki semuanya.


"Sabar kenapa sih" ucap Rosella kesal, namun sejujurnya ia sangat terpesona dengan keindahan Tuhan yang berada dihadapannya sekarang.


Alden memutuskan untuk mencukur kumisnya setelah beberapa abad. Dan ini tampak seperti Alden waktu pertamakali bertemu dengannya.


"Karena kamu lama papa yang beri sambutan terlebih dulu, tapi tetap menyerahkannya semuanya pada ku, untuk memperkenalkan mu dan Alron".


Oh ya, berbicara tentang itu Rosella kembali menjadi gugup, menelan ludahnya kasar ketika begitu banyak tamu penting dan juga sorotan kamera yang menyakiti mata.


"Aku yang akan berbicara, kamu cukup tersenyum dan buktikan pada semua orang bahwa aku mampu membahagiakan mu" ucap Alden mengusap pundak Rosella.


Alden menggelengkan kepalanya, akhir-akhir ini istrinya memang menyebalkan seperti itu tapi kadang meminta maaf sendiri dengan rasa bersalahnya.


..........


"Untuk bapak Alden Mahendra Siregar Selaku CEO dari SIRE-WATCH GROUP dipersilahkan untuk ke depan" ucap MC acara itu disambut tepuk tangan meriah dari para tamu.


Setelah Alden memberikan sambutan yang bersangkutan dengan perusahaan, ia tersenyum kecil menatap tiga orang yang tengah berdiri dibarisan paling depan.


"Sejujurnya acara ini diselenggarakan dalam rangka tertentu, bukan ulang tahun seperti yang anda maksud" ucap Alden menjawab pertanyaan salah satu wartawan.


"Saya ingin memperkenalkan keluarga kecil saya pada dunia" ucapan Alden mampu membuat semua orang bingung dan tampak menatap satu sama lain mencari jawaban.


Selama ini tidak ada yang tahu tentang kehidupan pribadi Alden, hanya gosip simpang siur yang mengatakannya bahwa ia adalah seorang duda.


"Untuk putra-putra Daddy, kemari" ucap Alden menunjuk dua bocah kecil dengan stelan jas yang sama dengannya.


"Cepat hampiri Daddy mu" ucap Rosella penuh haru.

__ADS_1


Dua bocah itu segera menghampiri Daddynya, Alron menggenggam erat tangan Axel karena merasa takut pada semua mata yang tertuju padanya.


Setelah mencium kening kedua putranya Alden tersenyum pada semua orang. Bahkan ini adalah hal yang langka tentunya. Seorang Alden Mahendra Siregar tersenyum adalah hal yang hampir mustahil bagi semua orang.


"Saya rasa anda semua sudah tidak asing lagi dengan putra pertama saya, Axelio Siregar. Karena dia sudah sering saya ajak ke pertemuan-pertemuan besar".


Alden menghela nafasnya menatap wanita cantik yang sepertinya begitu terharu melihat ketiga laki-laki tampannya berdiri disini.


"Dia adalah putra dari istri pertama saya" senyap seketika "Benar yang ada di pemberitaan bahwa saya sempat menduda". Cahaya kamera terus bersahutan, tentu saja ini adalah berita besar.


"Tapi sekarang saya sudah menikah lagi" lanjut Alden yang membuat semuanya benar-benar terkejut.


"Anda semua melihat sosok mungil yang bersembunyi di balik kaki saya" ucap Alden terkekeh, Alron tampak silau Dangan cahaya kamera dan terus bersembunyi dibelakang kakinya.


"Alrondo Mahendra Siregar" panggil Alden yang membuat Alron segera menatap Daddynya.


"Dia adalah putra kedua saya, dari istri saya sekarang. Wanita yang sangat beruntung bisa saya miliki, dia adalah bidadari tanpa sayap yang begitu nyata saya lihat setelah ibu saya".


Mata Alden tak berkedip menatap istrinya yang sangat ia cintai.


"Dia tak pernah membedakan putra-putra kami, dia adalah ibu yang hebat untuk anak-anak saya".


Rosella sampai mengusap matanya yang sedikit berair, mengapa mendadak begitu manis kata-kata suaminya, dia tidak salah makan kan.


"Sebenarnya acara ini saya buat khusus untuk ulang tahun Alron, hari ini adalah hari yang spesial untuk nya dan juga kami sekeluarga" Alden mengusap rambut Alron.


"Terimakasih sudah tumbuh sebaik ini" ucapnya merasa terharu, namun ia tidak bisa memberitahu orang-orang tentang aib keluarganya beberapa tahun lalu, yang hampir saja memisahkan ia dan Rosella.


"Sekali lagi selamat ulang tahun yang ke lima, untuk Alrondo Mahendra Siregar" ucap Alden segera memeluk Alron bersamaan dengan Axel yang terus tersenyum bahagia.


"Setelah memperkenalkan dua penerus SIRE-WATCH GROUP rasanya tidak adil jika saya tidak menyuruh wonder woman kami untuk maju ke depan" ucap Alden yang membuat semua orang disana nampak bertepuk tangan, sangat tidak sabar seperti apa wanita yang tengah dipuja-puja oleh seorang Alden Mahendra Siregar.


"Untuk istriku tercinta sekaligus Mommy dari anak-anak boleh maju ke depan" ucap Alden tersenyum menatap wanita yang sudah berdandan cantik itu.


"dia tidak salah makan kan" gumam Rosella yang merasa salah tingkah saat semua orang mengikuti arah pandangan Alden.


.


.


.

__ADS_1


YANG PENGEN LIHAT FOTO MOMMY DADDY CEK IG KU (@BLUESKYMA1)


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋


__ADS_2