Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Kembali


__ADS_3

Riuh suara anak kecil memenuhi isi kamar Rosella saat ini, dua saudara kandung yang baru saja bertemu terus bersendau gurau di dalam sana.


"Adek, jangan ketawa terus ih nanti nangis loh" tegur Rosella yang sedang melipat pakaian.


"Abang kok yang buat Allon ketawa telus hahahaha" Alron terus tertawa ketika Axel menggelitiki perutnya.


"Sudah bobok sana, besok kita semua akan jalan-jalan" ucap Alden yang tengah bersusah payah membantu Rosella untuk melipat pakaian.


Rosella terkekeh karena nya "Dad, biar aku saja" ucap Rosella ketika melihat tangan Alden begitu kaku saat melipat pakaian.


"Tidak Mom, aku ingin belajar" ucap Alden begitu fokus "bagaimana jika nanti kamu hamil, aku akan melakukannya untuk mu" ucap Alden.


"Aku tetap bisa melakukan semua pekerjaan ku meskipun sedang hamil" ucap Rosella seolah tanpa beban, karena memang benar Alron tidak pernah rewel waktu masih dikandungan.


"Aku tidak akan membiarkan nya, karena sekarang aku sudah berada disamping mu".


"Hem, iya-iya".


.


.


.


Sudah hampir satu Minggu lamanya mereka tinggal disana, menikmati waktu kebersamaan yang dulu terbuang sia-sia.


Hari ini adalah hari pernikahan Ihsan, kakak tiri dari Rosella.


"Sayang ayo, masih ngapain-" ucap Alden terhenti tatkala melihat Rosella yang begitu cantik dengan kebaya brokat berwarna maron melekat sempurna pada tubuhnya.


"Kenapa, jelek ya" ucap Rosella memperhatikan penampilannya.


"cantik Mom, cantik sekali" ucap Alden mendekati Rosella lalu membelai lembut pipinya.


Rosella berdecak mendengarnya "Jangan memujiku seperti itu, tidak pantas" ucap Rosella karena Alden memang jarang sekali mengatakan tentang hal itu.


"Aku serius Mom" ucap Alden yang tak bosan menatap wajah cantik Rosella, tidak biasanya Rosella berdandan seperti ini.


Rosella membenarkan dasi Alden yang sedikit kusut, lucu sekali saat mereka bertiga berpakaian sama seperti ini.


"Dad, aku selalu ingin melihat kalian bertiga memakai pakaian sama seperti ini" ucap Rosella menunjuk pada dua bocah yang tengah asik dengan mobil-mobilan nya.


"Jika bukan karena mu mana mungkin aku mau, jujur saja aku malu menjadi pusat perhatian mom" jujur Alden.


Satu kecupan mesra mendarat pada rahang Alden "kamu ganteng Daddy, kenapa harus malu" ucap Rosella terkekeh dan segera mengajak mereka semua ke acara pernikahan Ihsan.


Alron terus berada di gendongan Daddynya sedangkan Axel bergandengan tangan dengan Rosella.


"Selamat ya mas Ihsan, mbak Diyah" ucap Rosella menyalami mereka secara bergantian.


"makasih ya Ros" jawab Ihsan tersenyum.


"Selamat menempuh hidup baru" ucap Alden yang berada di belakang Rosella.


"Axel, Alron Salim dulu sama om sama Tante" ucap Rosella pada putra-putranya.

__ADS_1


"Yes Mommy" sahut mereka bersamaan.


Setelah itu, mereka berfoto bersama dengan kedua mempelai juga dengan kakek neneknya.


Tidak lupa meminta sang fotografer untuk memotret kebersamaan mereka berempat.


Cheers


Alden mendekap tubuh Rosella serta Axel dan Alron yang saling bergandengan tangan, memamerkan gigi putih nya dan menunjukkan betapa bahagianya mereka saat ini.


Terimakasih Tuhan atas kebahagiaan setelah rasa sabar ini, Rosella menatap penuh sayang pada Daddy dari anak-anaknya.


Kamu adalah bahagia ku secara nyata mas.


.


.


.


Malam hari, hanya Alden dan Rosella saja yang masih setia berada di depan layar televisi.


Dua bocah yang biasanya menggemparkan seisi rumah sudah terlelap sejak tadi sore.


Mungkin mereka kelelahan karena bermain dan berlari kesana-kemari sepanjang hari.


Alron bangga sekali memiliki seorang Abang seperti Axel, bahkan ia memamerkan nya pada semua teman-temannya, Axel selalu menjaga adiknya sewaktu bermain di lapangan.


"Mommy" ucap Alden menoleh pada Rosella yang tengah sibuk memakan keripik kentang.


Alden menautkan jari-jarinya disela-sela jari Rosella, menggenggamnya penuh cinta dan kasih.


Alden menggeleng, tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya.


"Masih sore Dad" ucap Rosella ketika Alden mendekatkan tubuhnya padanya.


Alden menonyor kecil kepala istrinya yang entah sejak kapan berubah menjadi mesum ini "Aku tidak akan meminta jatah sekarang".


Rosella berdecak karena itu, biasanya Alden sangat tidak mengingat tempat dan waktu jika Axel dan Alron tidak ada.


Alden menyandarkan kepalanya pada pundak Rosella, menghirup aroma feromon favoritnya yang melekat pada tubuh Rosella.


"Sudah cukup ya liburannya, aku ingin kita segera pulang" ucap Alden dengan ragu karena khawatir Rosella tidak mau kembali ke rumahnya.


"Besok ya Dad" ucap Rosella yang membuat Alden mendongak dan mengerutkan keningnya, respon Rosella sungguh diluar dugaan.


"ka-kamu mau kan?".


"iya Daddy, aku sudah mengurus surat perpindahan sekolah Alron".


"sungguh?" ucap Alden menatap tidak percaya pada Rosella.


Rosella mengangguk lalu mengecup kening Alden "Aku istrimu, sudah kewajiban ku untuk mengikuti mu kemanapun kamu pergi mas, dan mulai sekarang aku dan Alron akan selalu ikut kamu".


"Terimakasih" terdengar suara Alden bergetar ketika mengucapkan nya, ia benar-benar takut jika Rosella tidak mau kembali.

__ADS_1


Rengkuhan yang begitu erat memberikan kehangatan pada tubuh Rosella "Aku berjanji akan selalu menjadi tameng untuk kalian, akan melindungi kalian dalam situasi apapun".


"Aku mempercayakan semuanya padamu mas, sungguh tiada yang lebih aku harapkan kecuali hidup denganmu dan anak-anak" balas Rosella menghujani wajah Alden dengan ciuman, namun tak lama kemudian Alden membungkam bibir Rosella dengan ciuman mesranya.


.


.


.


Semua keluarga nampak berada di teras rumah untuk mengantarkan kepergian keluarga kecil Rosella.


"Pokoknya harus main kesini seminggu sekali ya" ucap ibu tak kuasa menahan air matanya, bagaimanpun perpisahan ini adalah berat untuknya, namun disisi lain ia bahagia karena Rosella dipertemukan kembali dengan Alden.


"iya nenek" sahut Axel dan Alron segera memeluk neneknya.


"Hati-hati Al, ayah titip Rosella ya" ucap ayah ketika Alden dan Rosella mencium tangannya.


"pasti yah, ayah sehat-sehat ya sama ibu" ucap Alden.


Rosella mengusap matanya yang sudah dibanjiri oleh air mata "Ibu jaga diri baik-baik ya" ucapnya dengan suara yang bergetar lalu segera berhambur memeluk sang ibu.


"Yang nurut sama suami, jangan neko-neko lagi Ros" ucap ibu mengusap punggung Rosella.


"iya Bu".


"Titip salam buat mas Ihsan ya yah" ucap Alden karena Ihsan sedang berbulan madu dan sudah berangkat pagi-pagi buta.


"iya Al".


"Axel sama Alron harus sering kesini ya, kalo libur sekolah pokoknya harus ajak Mommy sama Daddy kesini" ucap ibu mencium puncak kepala dua cucu nya yang menggemaskan.


"iya nenek jangan nangis" ucap Alron ikut sedih "kalo nenek nangis Allon nggak mau pelgi" ucapnya sendu.


Ibu segera menghapus air matanya "nenek nggak nangis, yang penting kalian harus baik-baik saja".


"iya nek" sahut Axel.


"Al" panggil ibu ketika semuanya sudah memasuki mobil, tinggal Alden saja yang belum.


"iya Bu" sahut Alden.


"bilang sama kedua orang tuamu, ibu akan segera kesana menemui mereka" ucap ibu tersenyum.


Alden segera memeluk ibu mertuanya "Terimakasih Bu, terimakasih sudah memaafkan papah".


Ibu menepuk-nepuk punggung Alden "iya Al, kita semua keluarga tidak baik terus berseteru seperti ini".


"Ibu bilang saja jika mau kesana, Alden pasti akan menjemput ibu nanti".


"tidak usah nak, ibu bisa kesana bersama ayahmu".


.


.

__ADS_1


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2