
tok. . tok. .
"Ros buka pintunya", ucap Alden diluar sana karena Rosella bahkan mengunci pintu kamarnya.
Setelah Rosella membukanya, Alden menatap wajah Rosella yang ditekuk itu. Rosella terus mengerucutkan bibirnya.
"kenapa sih dia kesini" ucap Rosella jengkel, Rosella beranjak untuk duduk disofa..
Alden menggenggam tangan Rosella "ayo, tidak baik sembunyi seperti ini".
"Dad aku tidak mau" ucap Rosella menatap kesal pada Alden.
"aku harus memperkenalkan mu sebagai nyonya Siregar" ucap Alden yang mencoba bersabar dengan sikap Rosella.
"aku tidak mau" lagi-lagi Rosella menggelengkan kepalanya seraya melepas paksa genggaman tangan Alden.
"apa kamu tidak mau mengakui aku sebagai suami mu?" tanya Alden yang merupakan sebuah tombak bagi Rosella.
"Bu bukan begitu" ucap Rosella yang sebenarnya takut Andre akan berfikir macam-macam dengannya, Andre akan berpikir bahwa ia memang wanita penggoda yang suka dengan pengusaha kaya seperti Alden, karena tempo hari Andre mengatakan hal itu yang terus terngiang-ngiang di kepala Rosella.
"apa kamu malu memiliki suami duda?" tanya Alden yang semakin berpikir yang tidak-tidak.
Rosella beranjak berdiri lalu menggenggam kembali tangan kekar itu "bukan begitu dad, aku hanya takut dan belum siap".
"siap tidak siap ini bukan hal yang patut disembunyikan Ros, itu akan semakin membuat nya terluka" ucap Alden begitu dingin.
Rosella tiba-tiba memeluk Alden "Dad setidaknya jangan saat ini, jangan didepan papah dan mamah" ucap Rosella yang membuat pertahanan Alden luluh.
Alden membalas rengkuhan Rosella sembari meninggalkan kecupan pada rambut halus nya "akhir pekan aku akan mengatur pertemuan untuk kita, aku harus memperkenalkan dirimu Ros" .
Rosella mengangguk pasrah, setidaknya ia harus mempersiapkan diri untuk menerima segala cacian dari Andre.
"tapi Andre akan makan malam disini, kamu mau makan apa biar aku bawakan ke kamar"
Batin Rosella menjerit saat mendengar perhatian dari Alden , Alden memang sedikit berubah saat Rosella mengatakan bahwa ia menerima segala kontak fisik dengan Alden.
Tapi hal yang mengganjal di pikiran Rosella adalah apakah Alden tidak tersiksa jika ia tidak mendapatkan pelepasan setelah melakukan adegan panas dengannya?
"aku mau mie instan saja Dad" ucap Rosella bersemangat kembali.
"tidak boleh!"
"kali ini saja, aku sudah lama tidak memakannya" ucap Rosella dengan tatapan memohon.
Alden mendengus kesal melihat tatapan Rosella "kuah apa goreng?" tanyanya kemudian, mengapa akhir-akhir ini ia begitu luluh dengan Rosella.
"goreng tapi kasih kuah dikit" ucap Rosella nyengir kuda karena banyak permintaan.
"ada lagi?"
"telur setengah matang diatasnya" Rosella memberikan senyuman yang paling manis.
"lagi?"
"sama kerupuk".
"udah?"
__ADS_1
"air putih ya Dad" , cup. . . Rosella memberikan kecupan singkat dibibir karena rasa bersalahnya yang banyak maunya.
"oh jadi itu bayarannya" ucap Alden sedikit mengangkat bibirnya.
"udah sana" ucap Rosella dengan malu-malu.
"siap nyonya Siregar" ucap Alden yang membuat Rosella tersenyum geli.
.
.
.
Rosella memakan makanannya dengan lahap, entah mengapa hanya makan seperti ini saja bisa membuatnya bahagia daripada memakan makanan yang mahal tapi asing baginya.
Setelah mandi ia bersantai di kamar nya, ia menonton televisi sembari memakan mie goreng nya, sedangkan Alden makan malam bersama dengan orang tua dan sahabat nya.
Rosella menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, namun Alden belum juga kembali ke kamar nya.
entah apa yang ia lakukan bersama Andre .
mungkin saja mereka sedang kangen-kangenan.
Rosella membolak-balik kan badannya kesana-kemari, entah mengapa rasanya aneh tidur sendirian seperti ini untuk sekarang, padahal dulu ia sangat senang jika tidur sendirian.
ceklek. .
Pintu terbuka, Alden yang memasuki kamar pandangannya bertemu dengan Rosella yang juga tengah menatapnya.
"tidak dad, tadi aku menonton film baru selesai" dalih Rosella.
"oh ya"
"i iya"
"mau dipeluk apa memeluk?" tanya Alden begitu percaya dirinya.
Tentu saja wajah Rosella merona mendengar itu, ia membalikkan tubuhnya membelakangi Alden .
"oh jadi minta dipeluk" ucap Alden tersenyum kecil.
Rosella tersenyum saat merasakan tangan besar melingkar di perutnya, merengkuh nya dengan hangat.
"selamat tidur".
.
.
.
"Ros kenapa harus masuk sih kalo masih sakit" ucap Vita yang khawatir dengan kedatangan Rosella dikantor pagi ini.
"udah sembuh kok, udah mengering juga lukanya" jawab Rosella yang kemudian duduk di meja kerjanya.
"tapi kemarin katanya kamu sakit lagi" ucap Vita yang mengingatkan Rosella dengan kejadian kemarin yang hampir ia lupakan.
__ADS_1
"oh. . oh itu, Hem iya tapi sekarang sudah benar-benar sembuh" ucap Rosella tersenyum kecut.
"aku sungguh penasaran dengan hubungan mu dan pak Juna" ucap seorang wanita yang baru saja datang. Karena Juna yang mengambil tas Rosella kemarin dan juga mengijinkannya pada Bu Listi.
"Mery jangan memulainya!" sentak Vita.
"memangnya ada apa jika ada apa-apa dengan aku dan pak Juna" ucap Rosella menantang.
"cih, pakek orang dalem aja kok bangga, oh ya aku dengar kamu mantan wanita malam ya" ucap Mery tersenyum kecil.
"Mery!" bentak Vita.
"sudahlah vit" ucap Rosella menenangkan sahabatnya.
"perhatian semuanya" ucap Bu Listi yang baru saja datang, semua mata sontak menghadap padanya.
"seperti yang sudah saya sampaikan beberapa hari yang lalu ,hari ini kita akan melakukan kerja lapangan , yang berlokasi di puncak, bersama dengan UBS-TV" ucap Listi yang membuat semuanya nampak bersemangat.
UBS-TV, stasiun televisi yang terkenal itu, batin Rosella.
"dan hari ini kita hanya akan mengambil gambar saja, kita kerja di lapangan. tapi ada beberapa juga yang harus tinggal disini" lanjut Listi
Listi menatap pada Rosella "Ros, karena kamu anak baru sebenarnya kamu harus ikut , tapi mengingat kondisi--"
"saya akan ikut ibu" ucap Rosella dengan lantang.
Mery melirik sinis pada Rosella yang mendapatkan perhatian khusus itu.
"yasudah kalo begitu, lagian hanya sampai sore saja sepertinya" ucap Listi yang sebenarnya sungkan dan takut jika Alden memarahinya.
.
.
.
Perjalanan menggunakan empat mobil kantor sekaligus, karena selain untuk mengangkut orang juga untuk mengangkut beberapa peralatan.
Udaranya begitu segar , begitu cerah dipagi ini.
Rosella sudah mengirimkan pesan pada Alden. untuk meminta ijin namun sepertinya Alden sedang sibuk dan tidak membalasnya.
Villa yang begitu megah menjadi tujuan mereka saat ini, semua orang nampak sibuk keluar dari mobil dengan membawa peralatan masing-masing.
Dahi Rosella mengernyit saat melihat sosok yang tidak asing itu.
"Ros lihat dia ganteng banget kan, CEO UBS-TV" ucap Vita yang membuat Rosella membelalakkan matanya seketika.
"Pak Andre idaman banget Ros" ucap Vita lagi, sedangkan Rosella masih tercengang melihat sosok itu.
.
.
.
Like komen and vote gaesss 💋💋💋
__ADS_1