Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Kurang mengenalimu


__ADS_3

Rosella sedang tidur dengan posisi menyamping, ia menepuk-nepuk bokong kecil anaknya.


Mata Axel sudah terlihat mengantuk namun belum juga memejamkan matanya. . .


"tidur sayang" bisik Rosella pada Axel, anak itu semakin mengeratkan pelukannya pada Rosella.


"Daddy mana?" ucap nya dengan mata sayup-sayup.


Rosella mengalihkan pandangannya pada Alden yang tengah memandangnya, Alden duduk disofa menunggu Axel tertidur dan menanyakan perihal tadi siang pada Rosella.


Karena Rosella selalu menghindari Alden selepas kejadian siang tadi.


"Daddy itu sayang , ada apa?" tanya Rosella.


"Dad , sini Axel takut" ucap anak kecil itu melambaikan tangannya.


Alden beranjak lalu duduk di tepi ranjang "tidurlah Daddy disini" ucap Alden mengusap rambut Axel.


"Daddy tidur sini" ucap nya menepuk sisi ranjang sebelahnya yang kosong, namun sangat sempit.


Rosella menggeser posisi nya dan Axel, agar Alden bisa berbaring disana, ia menggunakan tangannya sebagai tumpuan untuk kepalanya menatap lekat-lekat Rosella dan Axel yang saling memeluk.


"Daddy peluk" ucap Axel dengan manja. tanpa ragu Alden melingkarkan tangannya pada pinggang Rosella, dan membiarkan Axel terhimpit oleh dirinya dan Rosella.


Rosella menatap Alden sejenak, kemudian menundukkan pandangannya karena Alden tengah menatapnya. ia sangat tegang dengan sentuhan dan posisi yang dekat seperti ini.


ia menggigit bibir bawahnya untuk menenangkan diri nya, sentuhan kulit yang begitu terasa membuat nya begitu gugup.


Berbeda dengan sudut pandang Alden. melihat Rosella menggigit bibirnya membuat nya menelan ludah, karena begitu tergoda dengan bibir Rosella yang pernah ia rasakan kelembutannya.


"jangan menggigit bibir mu seperti itu!" tegas Alden saat melihat Axel sudah terpejam.


"ke. . kenapa?" tanya Rosella tergugup, jarak wajahnya dengan Alden sungguh sangat dekat.


Alden mengalihkan pandangannya, tidak mungkin ia mencium Rosella sedangkan Axel ditengah-tengah mereka.


"ya jangan saja!"


Lagi-lagi jawaban yang seenak jidatnya membuat Rosella ingin sekali mencubit manusia berdarah dingin dan berkepala batu itu.


"saya belum mengantuk, masih ingin bersosialisasi dengan tetangga mu" ucap Alden kemudian beranjak.


ia menatap Axel dan Rosella secara bergantian, ia mengecup puncak kepala anaknya lalu beralih pada puncak kepala istrinya, Rosella mematung saat merasakan kecupan singkat pada keningnya.


"tidurlah" ucap Alden lalu beranjak meninggalkan kamar.

__ADS_1


Alden ingin lebih dekat dengan para tetangga Rosella karena ia tidak ingin orang-orang berpikir macam-macam pada Rosella. ia menghampiri bapak-bapak yang sedang meronda di depan rumah Rosella.


.


.


.


"sini mas Alden" ucap pak RT yang sudah mengenal Alden.


"iya pak" ucap Alden


"suaminya mbak Ros ya mas" ucap salah satu bapak-bapak.


"iya pak" jawab Alden


"mbak Ros orangnya baik mas, dia pekerja keras dari dulu" sahut bapak-bapak satunya lagi.


"iya pak, dia perempuan yang mandiri" ucap Alden begitu sungkan, jujur saja ia memang belum mengenal Rosella secara menyeluruh.


"sejak ayahnya meninggal, mbak Ros udah kerja jadi guru les nya anak-anak kampung sini".


"oh ya?" ucap Alden seolah tak percaya.


"iya mas, dia mengajar bahasa Inggris dan pencak silat" ucap pak RT ikut menimpali.


"mbak Ros itu juara umum lomba pencak silat tingkat kecamatan mas , dulu ayah nya adalah guru besar pencak silat di padepokan sini".


Sebenarnya Alden merasa gagal dalam memahami dan mengenal lebih dekat Rosella, ia bahkan tidak tahu apa-apa tentang wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.


Alden hanya tersenyum sambil mengangguk mendengar nya. .


"Kehidupan mbak Ros mungkin berubah drastis setelah ayahnya meninggal, karena dulunya termasuk keluarga yang mampu".


"iya mas Alden ayah nya mbak Ros mantan lurah di kampung sini dulu, sawahnya dimana-mana. . . tapi mungkin sekarang tinggal sebagian saja karena Bu Rini terpaksa menjualnya untuk biaya pendidikan mbak Ros".


Kini Alden baru tahu, Rosella lulusan universitas ternama dan sangat tidak mungkin ibunya mencukupi mahalnya biaya kuliah itu. Awalnya Alden sempat berperasangka buruk pada Rosella karena ia kuliah juga bukan dengan jalur beasiswa.


"dan untuk gosip buruk yang beredar tentang pekerjaan mbak Ros itu kami juga tidak mempercayai nya".


"terimakasih pak sudah mempercayai istri saya, ia memang bekerja di bar tapi bukan sebagai wanita malam. dia bekerja sebagai Bartender, yang meracik minuman" ucap Alden menjelaskan panjang lebar, karena ia tidak ingin orang berperasangka buruk lagi pada Rosella.


.


.

__ADS_1


.


"Ros, nanti ibu mau ke rumah Bu camat. . . ada acara syukuran disana". ucap ibu sambil memasukkan kue kering dalam toples.


Rosella yang sedang memotong sayuran pun menoleh "syukuran apa Bu?" tanya Rosella.


"itu loh kakaknya Sandy hamil, jadi ngadain acara syukuran".


"oh"


"nggak usah ikut kamu, ibu takut kamu kecantol cinta monyet mu hahaha" ucap ibu mengejek Rosella.


Karena ibunya tahu betul, dulu ketika Rosella dan Sandy berpacaran mereka sangat malu-malu. mereka berboncengan naik sepeda berdua , kadang memancing berdua , Sandy juga kadang main kerumahnya untuk belajar bersama. mengajari Rosella yang memang tingkat kepintaran nya standar itu, sedangkan Sandy adalah anak yang pandai.


"bukkk!!".


"waktu itu yang mutusin kamu kan Ros" ucap ibunya lalu tertawa lagi.


"mas Sandy tau Bu, dia bilang waktu itu mau fokus sama ujiannya dulu. . . tapi setelah itu Rosella nggak mau diajak balikan, males banget setelah dicampakkan kok balik lagi. . . yah meskipun mas Sandy orangnya baik".


"alah alasan klasik".


Rosella menuju ke wastafel untuk mencuci sayuran nya, "maka dari itu Bu Rosella nggak mau, dulu sih bilangnya pasti nyariin Ros kalo dia udah pengen nikah-"


Ucapan Rosella terpotong ketika ibunya melemparkan satu buah kue yang mengenai kepalanya.


"aduh Bu apa-apa an sih" Rosela memegangi kepalanya kemudian menoleh.


ternyata ada Alden?. . .


sejak kapan ia datang?. . .


"mau sarapan sekarang Dad?" tawar Rosella.


"Hem" sahutnya lalu melangkah ke meja makan.


dasar manusia batu, huh!


.


.


.


**tinggalkan komentar ya , supaya up nya lebih cepat hehehe.

__ADS_1


lopeyuall 💋💋💋**


__ADS_2