Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Membiasakan diri


__ADS_3

dengan kepala yang masih pusing karena kurang tidur Rosella memaksakan matanya untuk terbuka, memang ia lelah sehabis bekerja akan tetapi kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu harus tetap ia jalankan.


ia mengikat kuda rambutnya lalu berjalan ke kamar Axel untuk membangun kan nya sedangkan Alden yah. . . dia sudah terbangun dan mungkin sedang berolahraga itu adalah kebiasaannya.


setelah membangun kan putra nya dan membantu nya memakai seragam juga menyisir rambutnya .


"perfect" rose bangga dengan hasil tatanan rambutnya.


"thanks mom" Axel mencium kedua pipi Rosella.


"ayo sarapan dulu boy" Rosella menggendong tubuh Axel, yang sebenarnya sudah tidak kecil lagi, tapi ia selalu dibuat gemas akan tingkah laku anak kecil itu sehingga keinginan untuk merengkuh tubuhnya itu selalu muncul begitu saja.


terlihat semua orang dirumah itu sudah berkumpul di meja makan.


"Axel jangan minta gendong Mommy dong, kan bisa aja Mommy mu lagi hamil kasian adem bayinya" ucap Melinda meraih Axel.


"uhuk. . . uhuk. ." Alden yang sedang menyesap kopinya sampai tersedak mendengar nya.


"haha kamu kenapa Al kok salah tingkah" goda Melinda.


"udahlah mah".


.


.


.


malam ini Rosella bekerja seperti biasanya tapi ada yang tak biasa saat ia keluar dari bar. ia melihat seorang yang tidak asing di parkiran.


Rosella mengepalkan tangannya melihatnya, Renal yang baru datang menggenggam tang rose.


"ayo biar aku yang menghadapinya"


max berdiri menatap Rosella.


"baby" panggil nya.


"cih, tutup mulut kotor mu!" ucap Renal menghina


"gue nggak bicara sama Lo ******" sentak max


"ada apa lagi" tanya Rosella dengan wajah tenang nya.


"aku ingin berbicara denganmu, plis" ucap max memohon.


"mimpi saja!" teriak Renal.


Rosella berfikir sejenak, lalu menyuruh Renal untuk pergi agar ia menyelesaikan masalahnya dengan max, ia harus mengakhiri nya secara baik-baik.


dengan terpaksa Renal pergi dari sana, ia sangat khawatir tapi ia sedikit tenang karena ia tahu betul Rosella bisa bela diri bahkan ilmu bela dirinya diatasnya. namun Rosella tidak bisa menggunakan ilmu itu jika sedang menangis, itulah kelemahannya.

__ADS_1


"kita bicara di tempat biasanya, ayo" ucap Rosella melangkahkan kaki menuju motornya.


max tidak banyak tanya mengenai motor rose karena , ia tahu betul apa yang dialami gadis itu.


mereka menaiki motor masing-masing menuju sebuah taman bermain anak-anak, disana sangat sepi. . . karena itulah mereka sering pacaran disini jika malam hari.


Rosella duduk di ayunan memperhatikan max yang berada didepannya dengan tatapan dingin nya.


"ada apa lagi, aku sudah memaafkan mu" ucap rose tanpa basa-basi.


"aku masih mencintaimu" ucap max tanpa tahu malu.


Rosella tersenyum masam "aku tidak!"


"jangan berbohong, kamu nggak pandai membohongi ku" jawab max tegas.


"lalu, apa yang harus aku lakukan. . . apakah aku harus bertindak bodoh untuk kembali padamu. . .haha aku masih memiliki otak max".


"kembali padaku , dan ceraikan suami mu"


Rosella sedikit tersentak mendengarnya, bagaimana max tahu jika ia sudah menikah.


"jangan ngawur" Rosella berdiri dari duduknya.


ia menatap max sejenak "aku sudah memaafkan mu sungguh, biarkan rasa ini pudar seiring berjalannya waktu. ijinkan aku bahagia bersama suami dan anak ku, anggap saja semua ini balasan dari pengkhianatan mu" rose menepuk punggung max kemudian beranjak pergi.


namun max segera menahannya ia memeluk Rosella begitu erat dari belakang. matanya kini sudah berkaca-kaca.


"max , lepaskan" ucap Rosella mencoba tenang.


Daddy nya Axel. . kenapa dia ada disini.


mereka berkelahi dan saling memukul satu sama lain.


"stop!" teriak Rosella.


mereka berdua menatap kearah Rosella.


"jangan menganggu istri saya lagi!" ucap Alden tegas ,ia langsung meraih tangan Rosella dan membawanya pergi.


.


.


.


Alden dan Rosella duduk di halte pinggir jalan. Rosella menatap ngilu pada sudut bibir Alden yang berdarah. ia mengobati Alden dengan obat merah yang sudah ia beli di apotek tadi.


"aw" rintih Alden saat merasakan perih


"sok jagoan sih" gerutu rose

__ADS_1


Alden menatap tajam pada Rosella "apa kamu pikir saya membiarkan kamu bertemu dengan mantan kamu di pagi buta begini, apa yang akan orang bilang jika tahu seorang istri Alden Mahendra Siregar berpelukan di tempat sepi seperti tadi"


Rosella menghela nafasnya . .


lagi-lagi ia hanya memikirkan nama baiknya.


"maafkan aku dad"


"sudahlah ayo pulang"


"tunggu dulu" ucap Rosella yang sudah melangkah "dimana mobilmu dad?"


"tadi aku diantar supir".


"oh" Rosella berjalan menuju motornya begitu saja. Alden menatap Rosella yang sudah duduk di motor itu.


"mana kuncinya" ucap Alden mengadahkan tangannya


Rosella memberikan nya begitu saja,


"turun" ucap Alden


"hah?"


"jangan pernah kamu berpikir untuk membonceng kan saya, biar saya yang membawa motor nya"


"ke kenapa, tinggal naik aja kok. biar aku yang bawa motornya".


"saya masih punya harga diri Ros!, cepat turun" Rosella akhirnya mengalah dan turun dari motor. ia membiarkan Alden untuk menyetir motor nya.


dengan kikuk Rosella naik keatas motor yang jok belakang nya sangat tinggi itu, itulah alasannya tidak ingin dibonceng kan.


"pegangan!" sentak Alden


Rosella hanya memegang bahu Alden . Alden merasa geli saat tangan Rosella disana. ia menaruh tangan Rosella agar melingkar pada perutnya. .


DEG. . .


jantung Rosella berdetak lebih cepat, saat dada menempel sempurna pada punggung Alden.


"kenapa?" ucap Alden santai "mulai sekarang kamu harus membiasakan diri untuk menyentuh saya"


Rosella melongo mendengar nya "maksud kamu?"


"skin to skin pada pasangan suami istri itu adalah suatu kewajiban" jawab Alden


Rosella menelan ludah nya kasar "aku belum siap"


"saya tidak meminta itu, hanya saja biasakan dirimu untuk menyentuh ku"


Rosella berdehem sejenak "iya" ucapnya lemah.

__ADS_1


Alden melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan Rosella masih setia memeluknya dengan erat meskipun malu bercampur canggung.


tapi benar kata Alden ia harus membiasakan diri untuk ini, siapa tahu dengan begini mempermudah untuk jatuh cinta. . .


__ADS_2