Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Hari pertama bekerja


__ADS_3

Setelah perdebatan yang begitu panjang, akhirnya Alden mengaku kalah dan membiarkan Rosella mengendarai motor nya. . .


Pasalnya Rosella memilih naik ojek jika dilarang mengendarai motor nya, tentu saja Alden tidak tega. . . lebih baik membiarkan Rosella sedikit bebas, meskipun sebenarnya ia tetap dalam pengawasan Alden.


Dan satu hal yang melayang-layang di pikiran Alden, ia tidak bisa mengenalkan Rosella sebagai istrinya . . . alasan pertama adalah peraturan sialan itu , dan sialnya dirinya sendiri lah yang membuatnya bahwa tidak boleh pasangan suami istri bekerja di perusahaan nya , jika ada salah satunya harus mengalah dan resign.


Alasan kedua, tentu saja ia harus melakukan itu agar Rosella dapat berkembang dengan sendirinya karena orang-orang akan memperlakukan nya berbeda ketika tahu Rosella adalah istri dari seorang Alden Mahendra Siregar.


tapi yang membuat Alden lebih geram bahkan Rosella sangat bahagia ketika Alden mengatakan hal itu, seperti tidak mau mengakui Alden sebagai suaminya. . . huh!.


Alden tetap mengikuti Rosella dari belakang dengan sopirnya.


.


.


.


Rosella memberhentikan motornya di parkiran yang begitu luas, melepaskan helm nya dan mengibaskan rambutnya yang tergerai. ia menatap sejenak pada tulisan besar itu "SIREWATCH GROUP".


Lalu ia melepaskan jaketnya yang kebesaran itu, dan mengganti sneaker nya dengan flat shoes yang sudah ia siapkan, ia belum terlalu mahir untuk menggunakan sepatu yang tinggi.


ia meletakkan semua pada tas ransel nya lalu mengambil tas kerja nya yang sedikit lebih berkelas dan anggun.


Setelah meletakkan ransel nya pada motor, pandangannya Rosella tertuju pada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya. laki-laki itu tampak masih terdiam diatas motor sport nya yang hampir sama seperti motor Alden.


"maaf mbak, saya hanya begitu kaget. . . saya kira tadi mbak laki-laki, lalu berubah menjadi makhluk secantik ini" ucap laki-laki itu menggaruk tengkuknya, saat menyadari Rosella tengah menatapnya.


Rosella tersenyum kecil ia sudah biasa jika ada orang yang kaget melihat penampilan nya yang dasarnya memang tomboi ini.


"mari mas" ucap Rosella mengangguk kan kepalanya lalu hendak pergi dari sana.


Namun siapa sangka laki-laki itu mengikuti nya dari belakang "mbak baru ya" tanya nya, setelah langkah mereka sejajar.


"iya mas".


"di divisi apa?" tanyanya.


"periklanan" ucap Rose begitu sungkan.


"wah, amazing!. . . kita di divisi yang sama mbak" ucapnya membuat Rose sedikit kaget.


"oh ya".


"iya , ayo bareng saja kalo begitu"


Rose sedikit canggung saat laki-laki itu begitu sok akrab dengannya , namun ia terpaksa mengikuti nya karena memang tidak tahu dimana ruangan nya.


Lantai tujuh tampaknya menjadi tujuan pria itu, ia mengantar kan Rose pada kepala divisi. . .

__ADS_1


"saya tinggal dulu ya mbak".


"eh. . . iya mas".


"atas nama Rosella Raharjeng ya" ucap wanita paruh baya dengan rambut yang diikat dan kaca mata besar nya, lipstik nya berwarna merah tua. . . yang malah menampilkan kesan galak nya.


Rosella menelan ludahnya kasar saat wanita itu menatap tajam pada nya " i iya Bu"


Wanita itu mendekat kemudian melihat Rose dari atas hingga bawah meneliti setiap lekuk tubuhnya.


Rose yang diperhatikan seperti itu tampak risih.


"maaf, saya hanya sedikit heran saja. . . pasalnya assisten pak Alden yang meminta langsung untuk kamu bekerja disini" ucap wanita itu yang terdengar dingin oleh Rose.


aku bahkan tidak mengenal assisten Alden, batin Rosella.


"ehmmm dia teman saya Bu" ucap Rose sekenanya karena tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia istrinya Alden.


Wanita itu mengangguk sembari memberikan id card pada Rose "tempat kerjamu paling pojok, dekat jendela" lalu kembali memberikan beberapa map pada Rose "untuk sementara pelajari ini saja dulu. . . nama saya Listi, jika butuh apa-apa hubungi saya".


"iya Bu Listi terimakasih".


Rosella melangkahkan kakinya dengan ragu, ruangan itu yang cukup besar ada banyak pekerja yang nampaknya tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Bu Listi nampak meminta perhatian semua orang, dan sontak semua orang menoleh kearahnya.


"Perkenalkan ini rekan baru kalian, saya harap kalian semua bersikap baik padanya".


"tenang mbak kan ada saya" sahut laki-laki yang tadi mengikuti Rosella.


"jangan dekat-dekat sama buaya mbak bahaya" sahut salah satu perempuan berambut panjang.


"sudah-sudah kembali bekerja" sahut Bu Lesti "Rose , saya tinggal dulu".


"baik bu".


Rosella terkejut saat ia hendak melangkahkan kakinya, namun seseorang menabraknya dari belakang.


"aw. . " mata mereka bertemu dan saling pandang.


"Rose"


"Vita"


kedua wanita itu tidak menyangka akan bertemu disana, Vita adalah teman sekampus Rose dulu juga satu fakultas. . . meskipun mereka tidak terlalu akrab namun cukup mengenal satu sama lain. . .


memang jika boleh jujur sebenarnya Rose tidak memiliki teman dekat sewaktu kuliah dulu, masa bodoh dengan anak-anak yang selalu menyebut nya wanita malam.


Mereka berbicara panjang lebar, menanyai kabar satu sama lain sekedar berbasa basi. Ternyata Vita langsung bekerja disini usai lulus kuliah.

__ADS_1


dan yang lebih menyenangkan lagi bagi Rosella meja kerja Vita tepat di depannya, jadi setidaknya ia tidak begitu terasingkan disini.


Rosella sedikit tersentak saat merasakan seseorang berada tepat dibelakangnya, namun ia tak menoleh dan membiarkan orang itu berbicara.


"hai. . .Rose namaku Juno, biasanya orang-orang disini memanggil ku Junot" ucapnya.


padahal Rosella tidak bertanya, sungguh risih bin ilfil jika berdekatan dengan laki-laki seperti ini.


Meskipun jika dibilang laki-laki ini memiliki postur tubuh yang lumayan tinggi, alisnya tebal , bibirnya merah merekah tanpa lipstik namun kulitnya terlalu putih untuk ukuran laki-laki dan Rose tidak suka! karena inilah ciri-ciri playboy sejati hahaha...


Bukan dari fisik ya , melainkan tingkah laku.


"jangan hiraukan dia Rose!" sentak Vita dengan galak.


"apa urusanmu!" tambah Junot.


Rosella hanya tersenyum kecut mendengar mereka yang terus berdebat.


.


.


.


Jam makan siang , suasana kantin perusahaan SIREWATCH GROUP nampak sangat ramai. . . kantin nya begitu bersih dan ventilasi udara yang memuaskan karena semua jendela-jendela besar nampak dibuka waktu makan siang.


"Ros, tunggu dulu" ucap Vita memegang tangan rose yang hendak menyuapkan makanan pada mulutnya.


"apa?" tanya Rosella mengernyit.


"ka kamu udah nikah" tanya Vita saat melihat permata yang indah itu melingkar pada jari manis Rosella.


Rosella tersenyum kikuk "baru tunangan Vit" jawab Rosella, itulah jawaban yang sudah ia siapkan semenjak tadi pagi. dengan begitu tidak akan ada yang bertanya lebih lanjut. . .tinggal bilang saja tunangan lalu LDR, karena kalau menikah sangat tidak mungkin untuk LDR.


"oh" jawab Vita singkat.


tampak ponsel Rosella terus bergetar,


drrttttggggg. . . dddttttrggggg. . .


"halo".


"keruangan saya sekarang" ucapnya dingin.


siapa lagi jika bukan manusia batu!.


.


.

__ADS_1


.


Selalu tinggalkan jejak like and VOTE 💋💋💋


__ADS_2