
Rosella memakan bubur yang dibelikan oleh suaminya dengan lahap, tubuhnya segar sehabis mandi membuat nafsu makan nya benar-benar bertambah.
Ceklek . . .
Pintu ruangan terbuka, menampilkan Alden dan sosok pria yang berjubah putih yang membuat mata Rosella membelalak seketika.
"uhuk-uhuk"
"pelan-pelan Ros" ucap Alden menghampiri Rosella lalu menyerahkan air mineral yang berada disana.
"Rosella" ucap dokter itu melihat kearah Rosella, tuh kan dia mengenal Rosella
"i-iya".
"kamu kenal sama dokter Fian?" tanya Alden menatap Rosella.
Bahkan lebih dari kenal, Rosella ingin sekali menjawab seperti itu, namun mana berani.
"kenal" ucap Rosella kemudian tersenyum kikuk.
"saya mantan kekasihnya Rosella pak Alden" ucap dokter Fian.
Alden membelalakkan matanya tak percaya mendengar nya, bisa-bisanya dokter Axel adalah mantan kekasih Rosella, kenapa mantan Rosella banyak sekali. . . . sudah tiga yang ia temui.
"kamu ada hubungan apa sama pak Alden Ros?" tanya Fian begitu penasaran.
"dia suami aku yan" ucapnya begitu kikuk , entah mengapa sungkan sekali harus bertemu disini bersama Alden.
"oh ya" ucap Fian tampak kaget.
"iya dok , lebih baik anda segera memeriksa keadaan anak saya" ucap Alden beranjak berdiri.
"baik pak Alden"
Fian terus memeriksa keadaan Axel , dan sesekali mencuri pandang pada Rosella namun semua itu tidak luput dari pengintaian Alden.
"semuanya sudah membaik pak, mungkin besok sudah boleh pulang" ucap dokter Fian.
"terimakasih dok, anda boleh keluar" ucap Alden dengan gamblang.
"ba-baik pak Alden " Fian menatap Rosella "aku duluan ya rose".
"iya" jawab Rosella tersenyum kikuk.
"jangan tersenyum!" sentak Alden langsung mendekati Rosella "jangan tersenyum pada siapapun kecuali padaku".
"Dad" ucap Rosella dengan manja, ia mengalungkan tangannya pada leher Alden.
"jangan merayuku Ros, ada berapa daftar jumlah mantan kamu sebenarnya".
Ditanyai seperti itu membuat Rosella bingung, mana kehitung. . . apalagi sebenarnya Rosella sering bergonta-ganti pasangan, dan pacaran terlama nya adalah bersama Max si sialan itu.
"banyak kan!" ucap Alden kemudian mendengus kesal.
"iya banyak" jawab Rosella dengan polosnya.
__ADS_1
"aku nggak habis pikir" ucap Alden bersedekap dada.
"tapi kan nggak ngapa-ngapain Dad, aku masih utuh untuk mas Alden seorang" sungguh manis sekali mulut Rosella jika sedang merayu sang suami.
"nggak mempan, cium dulu baru mempan"
Rosella tersenyum kecil mendengarnya "Daddy ih" ucapnya memukul pelan dada Alden.
"tapi udah nggak ada rasa kan?" tanya Alden menyidik.
Rosella menepuk dadanya, "disini cuma ada ini" kemudian tangannya beralih menunjuk wajah Alden.
"seriosly?"
Rosella mengangguk dengan mantap , mana mungkin Rosella tidak jatuh hati pada sosok sempurna meskipun kadang galak itu.
Alden tersenyum lalu menarik tubuh Rosella dalam pelukannya "i love you Mom" bisiknya dengan mesra.
"i love you too Dad"
"nggak love Axel ini" ucap Axel yang ternyata sudah bangun dan bersedekap dada melihat kemesraan orang tuanya.
"Mommy love anak ganteng dong" ucap Rosella kemudian menghampiri Axel.
"Mommy mau makan" ucap Axel yang membuat Rosella senang, karena Axel tidak mau makan apapun sedari kemarin.
"iya sayang Mommy suapin ya" ucapnya mengambil nasi yang sudah tersedia diatas nakas.
"iya Mom".
"yes Daddy".
"Ros"
"iya Dad" jawab Rosella tanpa mengalihkan pandangannya pada Axel.
"aku harus ke bawah lagi" ucap Alden.
Rosella menoleh "ngapain sih" gerutunya.
"Andre di rawat disini" ucap Alden yang membuat Rosella mengehentikan pergerakan tangannya yang hendak menyuapi Axel.
"di-dia kenapa?" ucapnya khawatir , khawatir Andre akan berbuat sesuatu karena dirinya.
"cuma kebanyakan minum aja kok" ucapnya menyibakkan rambut Rosella yang menutupi wajahnya.
"gara-gara aku ya Dad" ucap Rosella merasa bersalah.
"uncle Andre sakit apa Dad?" tanya Axel dengan polosnya.
"dia kelelahan sayang, kamu nggak papa kan disini sama Mommy"
"iya Daddy" ucap Axel mengangguk "tapi nanti Axel mau lihat uncle Andre boleh ya" ucapnya memohon.
"i iya sayang" jawab Alden dengan terpaksa, ia tidak mungkin melarang Axel untuk menemui Andre.
__ADS_1
"aku ke bawah dulu, kamu jangan kemana-mana" ucap Alden menatap serius pada Rosella.
"emangnya mau kemana coba?" tanya Rosella.
"siapa tahu nyariin mantan kamu" ucap Alden kesal mengingat hal itu.
Rosella tertawa mendengarnya, sungguh lucu jika Alden sedang cemburu "enggak Daddy sayang".
"aku kunci pintunya dari luar pokok".
" Dad jangan terlalu berlebihan" ucap Rosella malas.
"akan ada yang stay kok diluar"
"terserahlah" ucap Rosella kesal, mengapa Alden menjadi sangat posesif seperti ini.
"nggak boleh nakal" ucapnya lalu memandang Axel.
"bentar ya Axel" ucap Alden menutup mata Axel dengan telapak tangannya.
lalu Alden beralih menatap Rosella yang hendak protes, namun sebelum Rosella bersuara Alden terlebih dahulu membungkam mulut Rosella dengan bibirnya.
******* , menyesap, serta menggigit kecil bibir seksi itu. . . Cup. .
"segitu dulu ya, diterusin nanti" ucap Alden mengedipkan sebelah matanya.
"Dad!"
Alden segera berlalu sebelum kena Omelan dari Rosella, bibirnya terus melengkung sempurna.
"Mommy diapain sama Daddy?" tanya Axel dengan polos.
Tuh kan, jika sudah seperti ini Rosella harus bagaimana menjawab pertanyaan Axel, gelagapan sendiri jadi nya.
"Eh, itu. . . anu"
"Daddy gigit mommy lagi?"
"enggak gitu sayang" Rosella memejamkan matanya sejenak.
"Daddy kamu bantuin Mommy tiup mata Mommy yang kena debu" dalih Rosella yang tak masuk akal.
"kenapa mata Axel harus ditutup?" tanya nya lagi.
*Tuh kan, dasar Alden!
mesum. . mesum. . mesum*.
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋
__ADS_1