
Setelah bermaaf-maafan dengan kedua orang tuanya, Alden mengajak Rosella untuk ke kamar mereka, yang sudah lama Rosella tinggalkan.
Rosella membuka pintu dengan perlahan, matanya menelusuri setiap sudut ruangan yang sepertinya tidak berubah sama sekali.
ia tersenyum simpul karena itu, bahkan foto pernikahannya di cetak dengan ukuran yang begitu besar.
"Kamu benar-benar mencintai ku mas" ucap Rosella menoleh pada sosok laki-laki tampan yang berdiri disampingnya.
"sangat!" ucap Alden tersenyum "tapi sepertinya hanya aku saja yang jatuh cinta" ucap Alden yang membuat Rosella mengerutkan keningnya.
"bagaimana bisa kamu berpikir bahwa aku tidak mencintaimu" ucap Rosella begitu serius namun Alden malah terkekeh mendengarnya.
"aku bercanda sayang" ucap Alden mencubit pipi Rosella yang tengah kesal.
Rosella menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya, memandangi nya penuh cinta "Mas, aku sangat mencintaimu, bahkan aku seperti ingin mati ketika keadaan membuat kita tidak bisa bersama lagi" pelupuk mata itu sudah tergenang.
"Selama lima tahun ini, tidak sedikitpun aku melupakan semuanya tentang kita" ucap Rosella begitu pilu.
Alden segera mendekap erat tubuh Rosella yang sudah bergetar "Terimakasih sudah mencintai ku, aku benar-benar ingin kita memperbaiki nya bersama-sama".
Rosella mengangguk, lalu mendongak menatap Alden "aku ingin bertemu dengan Tante mu".
Mendengar hal itu membuat Alden menghela nafasnya, sebenarnya ia sudah sangat malas berurusan dengan orang-orang itu.
"Tante Wina sudah pulang keluar negeri, sekarang hidupnya bergantung pada anak-anaknya. Sedangkan Tante Sarah" ucap Alden nampak ragu.
"Kenapa Tante Sarah?" tanya Rosella.
"Nanti sore kita kesana, kamu istirahat saja dulu" ucap Alden lalu mengecup kening Rosella.
Rosella mengangguk, lalu melangkahkan kakinya menuju ranjangnya, duduk disana dengan rasa yang masih sama.
"Axel tidak kesini?" tanya Rosella saat Alden ikut duduk disebelahnya.
"dia biasanya tidur siang, dan sekarang aku yang ingin bersamamu" ucap Alden mengusap lembut leher Rosella.
Oh, sial
Alden sangat tahu kelemahannya.
"Katanya mau istirahat" ucap Rosella segera menyingkirkan tangan Alden yang sudah mulai tak karuan.
"Satu ronde saja, habis itu mandi dan langsung beristirahat" bisik Alden yang membuat sekujur tubuh Rosella meremang.
Rosella tersenyum kecil dan mengangguk "kunci dulu kamarnya" ucapnya segera melucuti pakaiannya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Jalanan yang berbatu serta perumahan yang bisa dibilang sangat kumuh, Rosella bertanya-tanya mengapa Alden mengajaknya kesini.
"Mas" ucap Rosella menatap Alden yang sedang mengemudi.
"nanti kamu akan tahu sendiri" jawab Alden.
Sampai akhirnya Alden berhenti disebuah rumah berlantai dua minimalis.
Alden mengajak Rosella untuk turun dari mobil, Rosella mengamati sekitar "kenapa disini?" tanya Rosella tak paham.
Namun belum sempat Alden menjawab, terdengar sudar barang jatuh dibelakang mereka dan membuat keduanya menoleh.
"Al, Alden Rosella" ucap Sarah terbata bata.
Mata Rosella tercengang ketika melihat wanita yang penampilan sangat berbeda itu, dulu wanita itu sangat cantik semua barangnya branded serta sosialita.
Tapi sekarang, hanya daster lusuh yang ia kenakan, wajahnya polos dan keriput tanpa polesan make up.
Lalu Rosella kembali melihat apa yang telah dijatuhkan oleh Tante Sarah, berasnya berceceran dan Sarah segera memungutinya.
"Jangan kesini jika niat mu hanya untuk menghina" geram Sarah menatap tajam pada Alden dan Rosella.
Alden tersenyum kecil mendengarnya, wanita ini memang tidak ada kapok nya.
"Mas, kenapa Tante Sarah jadi seperti ini" lirih Rosella memegangi lengan Alden.
"Ini semua karena kelakuan bejat nya dimasa lalu" ucap Alden penuh penekanan.
"Apa yang telah kamu perbuat mas" lirih Rosella menghampiri Sarah.
Ia memang masih saja dendam pada Tante Alden, tapi disisi lain ia tak tega melihat tantenya begini, kenapa Alden setega ini.
"Tante" ucap Rosella.
"Mau apa kamu!, mau menghina saya, mau mengusir saya kemana lagi" tangis Sarah pecah.
"Maafin Ros , Tante".
"yang seharusnya meminta maaf dia, bukan kamu Ros" ucap Alden mendekati Rosella.
"Mas jangan seperti ini" ucap Rosella sendu, ia benar-benar tak tega melihat Sarah diperlakukan seperti ini, meskipun ia adalah orang jahat.
Sarah tidak memperdulikan dua manusia itu, ia meninggalkan mereka begitu saja dan hendak memasuki rumahnya.
"Meminta maaflah pada Rosella, kalau perlu berlutut" ucap Alden yang membuat Sarah menghentikan langkahnya.
"Jika Rosella sudah memaafkan mu, rumahmu yang akan aku kembalikan" ucap Alden menarik tangan Rosella untuk pergi darisana, tanpa memperdulikan jawaban Sarah.
Alden segera mengajak Rosella untuk memasuki mobil.
"Mas, kenapa kamu menjadi orang jahat seperti ini" ucap Rosella menangis, ia sangat sedih ketika melihat sikap Alden seperti ini.
__ADS_1
Alden tampak menghela nafasnya "inilah aku Ros, ini aku setelah kamu meninggalkan aku, aku manusia kejam tak berperasaan" jawab Alden mencengkeram erat kemudi nya, bahkan rahang nya sudah mengeras.
Rosella memeluk Alden begitu erat, "maaf mas" lirih Rosella yang menyadari perbuatan Alden ini adalah kesalahan nya juga.
Berkali-kali Alden menghela nafasnya agar tidak terbawa emosi, mengingat hubungannya dengan Rosella baru saja menghangat "sudah ayo kita pulang" ucap Alden mengusap-usap punggung Rosella.
Rosella berpikir sejenak, nampak ragu dan Alden sangat tahu apa yang ada dipikiran istrinya "pasti dia akan menemui kita beberapa hari lagi" ucapnya menenangkan "dia sedang berpikir, tapi itu tak akan lama".
Rosella mengangguk meskipun begitu tidak rela Alden berbuat seperti ini "mereka sudah tak punya apa-apa, jadi mereka pasti akan datang ke rumah".
"iya mas".
.
.
.
"Kenapa nggak suruh orang saja Ros, untuk mengambil barang-barang mu" ucap Melinda yang tak rela jika mereka meninggalkan rumah meskipun hanya beberapa hari saja.
Alden, Axel dan Rosella sudah bersiap-siap dengan pakaian rapinya.
"nggak papa mah, sekalian mau ajak Axel liburan, disana tempat nya enak" ucap Rosella tersenyum.
Sebenarnya ia ingin membuat suprise, nanti mereka akan membawa Alron kesini dan akan memberitahu semuanya pada mertuanya.
"cuma sebentar kok mah" ucap Alden menengahi "anggap saja kita sedang pergi berlibur selama seminggu" ucap Alden tersenyum kecil "mamah tahu sendiri kan bahkan Alden tidak pernah cuti selama lima tahun ini.
Mendengar itu membuat Melinda mengangguk "nikmati waktu kalian, dan lekas pulang" ucapnya lalu mengusap kepala Axel "waktunya kamu bersenang-senang nak".
"yes Oma".
Mereka segera mencium tangan Melinda secara bergantian, karena mereka tadi telah berpamitan pada pak Rahmono.
Axel nampak bahagia duduk di bangku belakang "Mommy, apakah disana ada sungai" tanya nya antusias.
"ada sayang, sungai kecil nanti kalian pasti senang main disana berdua" jawab Rosella tersenyum.
"berdua?" tanya Axel tak paham.
"Sudahlah, nanti Daddy dan Mommy ingin memperkenalkan mu dengan seseorang" sahut Alden yang sedang mengemudi.
Alden dan Rosella saling berpandangan kemudian tersenyum, bahkan Alron sudah menelpon dari pagi dan meminta orang tuanya untuk cepat pulang.
.
.
.
LIKE, KOMEN AND VOTE GAESSS 💋
__ADS_1