Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Mencoba berdamai


__ADS_3

"Aku tidak akan pergi mas, tapi bukankah dua minggu lagi juga ulang tahun mu, sebenarnya kamu sadar nggak sih kalau ulang tahun kalian itu sama" ucap Rosella menatap Alden.


"Oh ya, aku sampai melupakan ulang tahun ku sendiri" ucap Alden dengan helaan nafasnya.


Rosella memeluk Alden dengan erat "mulai sekarang aku akan mengingatkannya".


"terimakasih" kecupan manis berlabuh pada kening Rosella.


.


.


.


Pagi yang cerah untuk memulai aktivitas hari ini, hangatnya mentari sudah menerangi bumi.


"Mas bangun" ucap Rosella menepuk-nepuk pipi Alden. Menggeliat malas Alden malah membawa tubuh Rosella dalam dekapannya.


"Mas bangun, aku bau bawang ini" gerutu Rosella saat Alden mencium wajahnya tanpa henti padahal matanya masih terpejam.


"Bentar lagi" ucap Alden yang hendak bergelung dalam selimutnya, namun segera mungkin Rosella menyingkirkan nya.


"Udah siang Daddy, anak-anak aja udah pada mandi" ucap Rosella mendekap selimut itu.


Dengan malas dan terpaksa Alden beranjak bangun "Sarapan nya apa hari ini?" tanya nya lalu meraih air putih dan meneguknya.


"Katanya kamu lagi pengen makan opor ayam" jawab Rosella merapikan tempat tidur.


"Makasih Mommy" ucap Alden memeluk Rosella lalu mengecup singkat bibir Rosella sebelum akhirnya memasuki kamar mandi.


"Baju sama dasinya di atas meja ya Dad, aku mau lihat anak-anak dulu" ucap Rosella sedikit berteriak.


"Hem" sahutan dari dalam kamar mandi begitu menyebalkan.


Rosella bergantian melihat ke kamar anaknya, sebenarnya mereka memiliki kamar masing-masing, namun karena Alron ingin satu kamar saja bersama Axel jadi dengan senang hati Axel menerimanya.


"Sayang-" ucapan Rosella terhenti tatkala melihat Axel menyisir rambut adiknya, manis sekali.


"Abang pinter ya" puji Rosella segera memasuki kamar itu.


"Adek bisa kok Mom, tapi Abang maksa" ucap Alron merebut sisir dari Axel, merasa tidak terima karena abangnya yang dipuji.


"Adek juga pintar kok, sudah siap kan, turun semua, biar Mommy yang nyiapin buku kalian" ucap Rosella.


"Yes Mommy" sahut mereka bersamaan, dan segera keluar dari kamar. Senang sekali jika mereka kompak dan menurut seperti itu, kadang juga saling usil satu sama lain.


Dengan dua tas ransel ditangannya Rosella tampak menuruni tangga. Ia sudah bangun sejak pagi, memasak setelah itu mandi dan membangunkan para laki-lakinya.


Bahagia. .


Satu kata yang begitu sederhana yang kini menyelimuti perasaannya, membuat Rosella tak henti-hentinya bersyukur atas apa yang telah ia dapatkan sampai saat ini.


Tiga laki-laki itu sudah duduk manis di meja makan, Alden terlihat sedang memberikan nasihat-nasihat kecil untuk anak-anak. Rosella sangat suka ketika Alden berbicara dengan anak-anak penyampaian nya begitu santai namun tegas.


"Mommy cepat, lapal" ucap Alron dengan seragam baru nya.

__ADS_1


"iya sayang".


Rosella segera mengambilkan makan untuk mereka, sarapan bersama seperti ini dulu bagaikan mimpi untuknya.


"Enak" puji Alden tersenyum pada Rosella.


"Thanks dad" balas Rosella tersenyum "Kalau kamu sibuk aku biar diantar supir saja Dad" lanjutnya.


"Tidak Mom, aku akan mengantar kalian, aku sudah bilang pada Juna akan masuk siang hari ini. Lagipula ini kan hari pertama Alron disekolah barunya, jadi tidak papa kalau kita menemaninya sebentar" ucap Alden.


"Abang nggak bisa nemenin ya dek, Abang kan juga sekolah".


"Iya Abang".


.


.


.


Tujuan pertama adalah sekolah Axel, Rosella ikut turun dari mobil untuk mengantar putranya.


"Abang hati-hati ya" ucap Rosella mencium kedua pipi putranya.


"Iya Mommy" ucap Axel mencium tangan Rosella.


"jangan nakal, sekolah yang pintar"


"Siap Mom" jawab Axel lalu melambaikan tangannya pada Daddy dan adiknya yang berada didalam mobil.


"Dada Abang" teriak Alron terkikik.


"Dada adik".


"Sejak kapan dia tumbuh sebesar itu" ucap Rosella yang sudah memasuki mobil, matanya tampak berkaca-kaca.


"Don't crying, ada Alron" ucap Alden mengingatkan, mengambil tissue dan segera menghapus air mata Rosella.


Rasa bersalah terus menghantuinya ketika melihat Axel sudah tumbuh sebesar itu tanpa dirinya.


Perjalanan selanjutnya adalah sekolah Alron yang sebenarnya tidak jauh darisana. Sekolah ini adalah pilihan Alden karena dulu Axel juga TK disini, sekolah elite dengan pembelajaran tingkat internasional.


"Nanti Mommy sama Daddy pulang, kamu disini sama Bu guru" ucap Rosella, mereka berjalan bertiga memasuki ruang guru.


"Nggak mau"


"Nanti Mommy bolehin makan es krim kalo mau" ucap Rosella tersenyum kecil ketika mengingat makanan kesukaan Alron.


"iya-iya kalo gitu" ucap Alron malas.


"Anak Daddy harus semangat, kan ada Bu guru dan nanti Alron harus kenalan sama teman-teman yang banyak" ucap Alden mengusap rambut Alron.


"Yes Daddy"


Setelah berbincang-bincang dengan guru Alron dan menitipkan Alron pada mereka, Alden mengantarkan Rosella untuk pulang. Sebisa mungkin ia memberikan waktu untuk keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Mommy" ucap Alden seraya memberhentikan mobilnya di depan rumah.


"iya Dad".


"Mau ikut ke kantor saja?" tawar Alden melepaskan seat belt nya.


"nggak sayang, nanti bukannya kerja kamu malah perduliin aku" ucap Rosella tersenyum.


"ya sudahlah, semoga kamu tidak bosan dirumah sendirian" ucap Alden keluar dari mobil, membukakan pintu untuk Rosella.


Rosella tersenyum "nggak sendirian dad" ralat nya "ada mbak-mbak nya".


"Bu, Pak ada tamu" ucap seorang satpam menghampiri mereka.


"siapa?" tanya Rosella segera turun dari mobil, namun matanya membulat seketika ketika melihat siapa yang berada dibelakang satpam itu.


"Tante Sarah" ucap Rosella seolah tak percaya ia datang kesini.


"Mau apa lagi" Sahut Alden dingin.


Rosella segera mengusap lengan Alden untuk menenangkan nya "mas, jangan seperti ini".


Sarah tiba-tiba berlutut di depan Rosella dan Alden "maafkan semua dosa Tante, maafkan Tante Ros".


Rosella segera menghampirinya "Tante jangan gini" ucap Rosella membantu Sarah untuk berdiri, namun Sarah menolak dan tetap berlutut.


"maafin Tante Ros" ucapnya dengan mata yang sudah basah.


Rosella mengangguk "Ros maafin Tante, ayo berdiri".


Sarah menatap Alden dengan takut-takut, Rosella bisa mengerti itu "mas Alden juga memaafkan Tante Sarah kan" ucap Rosella menatap Alden.


Alden hanya terdiam.


Rosella menghampiri Alden, lalu memeluknya "Aku tahu tidak mudah mas, tapi jadilah orang yang pemaaf untuk dicontoh anak-anak kita nanti. Mari berdamai dengan masa lalu kita mas, tidak baik selamanya menyimpan dendam yang akan membusuk di hati kita".


"Aku akan mengembalikan rumah mu, tapi jangan harap hartamu akan kembali, kita lihat sejauh mana dulu akting mu" ucap Alden membalas pelukan Rosella.


"biar dia membuktikan ketulusannya dulu Ros" bisik Alden.


Rosella mengangguk dan segera melepaskan pelukannya, kembali menghampiri Sarah "Tante berdiri ya, mas Alden masih mencoba berdamai dengan semua ini" ucap Rosella mengulurkan tangannya pada Sarah.


Sarah terisak mendengarnya "Terimakasih Ros huuu. . . hiks".


.


.


.


**LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋


BELUM END YA GAES, CUMA AKU TULIS END DULU AJA HAHAHAHAH.


END NYA NTAR AJA KALO MEREKA DAH PUNYA ANAK LAGI**.

__ADS_1


__ADS_2