Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Sikap dewasa


__ADS_3

"nggak usah mas, aku udah dijemput" ucap Rosella yang terus memegang ponselnya, sebenarnya ia menunggu balasan dari Alden.


"beneran?"


"iya mas Sandy"


Mata Rosella mengernyit ketika melihat seseorang yang ia kenali, Alden berlari kecil menuju parkiran.


"eh, ehmm aku harus pulang duluan ada urusan mendadak" ucap Rosella yang membuat semua menoleh padanya.


"urusan apa Ros?" tanya Vita bingung karena baru saja Rosella mengatakan bahwa sore ini adalah waktu luangnya.


"nanti aku jelasin , udah urgent banget ini" ucap Rosella mengambil tas nya, lalu ia pamit pada semuanya.


Rosella berlari kecil menuju parkiran, matanya menoleh kesana kemari untuk mencari sosok suaminya.


"Mas Alden!" panggil Rosella ketika melihat Alden hendak masuk mobil.


Alden menoleh kesana-kemari mencari sumber suara itu, Rengkuhan secara tiba-tiba membuat Alden sedikit kaget.


"Mas, maaf" ucap Rosella mengeratkan pelukannya.


"maaf ya, tadi anak-anak yang ngajakin mas Sandy" ucap Rosella merasa bersalah.


Alden membalas pelukan itu tak kalah erat, "iya nggak papa" ucapnya dengan sedikit terpaksa, yang penting Rosella sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf, lagipula ia merasa selama ini terlalu keras pada Rosella.


"beneran?" ucap Rosella mendongakkan wajahnya.


"iya Mommy" ucap Alden mengecup kening Rosella, "kita bicarakan dirumah ya" lanjutnya.


Rosella mengangguk "aku mencintaimu Dad".


"aku juga".


.


.


.


Hembusan angin sore hari yang begitu segar, serta pepohonan yang menari-nari karena hembusan angin seolah menjadi nyanyian tersendiri pada ibu dan anak itu.


Rosella dengan telaten menyuapi Axel bubur kacang hijau, entah mengapa anak ini suka sekali dengan dengan bubur kacang hijau akhir-akhir ini.


Mereka saat ini sedang berada dihalaman belakang yang begitu luas , Rosella duduk di bersama Axel dengan mesranya.


"nambah lagi" tanya Rosella ketika mangkuk itu hampir kosong.


"no Mom, sudah kenyang" ucap Axel mengusap-usapnya perutnya yang membuncit.


Rosella terkekeh geli mendengarnya, ia mengusap rambut Axel penuh sayang.


"lagi ngapain?" tanya Alden yang baru saja datang, wajahnya terlihat fresh sehabis mandi.


"ini suapin Axel bubur" ucap Rosella tersenyum melihat betapa mempesona nya Alden.


Oh, beruntung sekali dirinya.


"Daddy mau?" tawar Rosella.


"buatan kamu?" tanya Alden.

__ADS_1


"iya , dibantuin sama mbak tadi" ucap Rosella.


"yaudah nanti aja aku coba" ucap Alden duduk disebelah Rosella.


"Axel mau cariin bunga buat Mommy" ucap Axel berdiri dan menuju banyaknya bunga hias yang berada di pot-pot cantik itu.


"nanti dimarahin Oma loh boy" ucap Rosella takut-takut.


"udah nggak papa" ucap Alden tersenyum saat melihat Axel dengan riang memetik bunga-bunga cantik itu.


Alden meletakkan kepalanya pada pundak Rosella, ia semakin menggeliat ketika menghirup aroma Rosella yang menenangkan.


"Daddy. . . manja ih" ucap Rosella mengusap rahang Alden.


"aku hanya ingin seperti ini, selamanya. . . . aku , kamu dan anak-anak".


"aku juga" ucap Rosella mengecup kening Alden.


"ini untuk Mommy" ucap Axel dengan nafas yang terengah, ia terlalu bersemangat dan lari kesana-kemari.


Rosella menerima setangkai bunga yang cantik itu "terimakasih boy" ucap nya tersenyum.


"Daddy minggir" ucap Axel menatap tak suka pada Alden yang terus menempel pada Rosella.


"aku mau sama Mommy" ucapnya lalu duduk dipangkuan Rosella.


Alden menghela nafasnya , tapi ia memang bukan type yang suka berdebat dengan anaknya.


"Daddy nanti malam aja ya" bisik Rosella jahil.


"akan ku tagih nanti malam" ucap Alden mengusap rambut Axel , lalu pergi meninggalkan mereka.


.


.


.


"sudah Dad, eh mas" ucap Rosella menutup mulutnya karena belum terbiasa dengan panggilan itu.


Alden tersenyum mendengarnya "sini" ucapnya merentangkan kedua tangannya.


Rosella berjalan menuju Alden dan ikut berbaring pada ranjangnya.


Memeluk suaminya dengan erat dan menelusupkan kepalanya pada pundak yang kokoh itu, jika seperti ini mereka seperti pengantin baru saja hahaha.


Yaaa, memang baru sih , baru saja berhubungan jadi bukankah wajar bagi keduanya jika ingin terus menempel satu sama lain.


"Ros" panggil Alden dengan serius.


"iya Dad" jawab Rosella kemudian mendongak.


"aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan mantanmu" ucap Alden menatap manik lentik itu.


Rosella membalasnya dengan senyuman "iya Dad, sebisa ku aku akan menjaga jarak dengan mas Sandy, . . . Mas Alden aku lebih suka jika kamu berterus terang seperti ini daripada marah-marah tidak jelas".


"aku akan mengusahakan nya Ros, tugasku adalah menegur mu jika kamu salah dan aku harus memberikan contoh yang baik untuk mu dan anak-anak, maka dari itu jika aku salah aku juga ingin kamu bersikap sama seperti ku" ucap Alden yang baru saja memikirkan semuanya, sebenarnya ia tak fokus bekerja hari ini hanya karena memikirkan perihal Rosella, namun setelah ia bercerita panjang lebar pada papah nya, ia menjadi sedikit bisa menghilangkan egonya.


Rosella mengangguk, betapa bahagianya dia memiliki suami yang dewasa seperti ini jika sedang seperti ini ia ingin sekali berterima kasih pada ibunya telah memilih Alden untuk menjadi suaminya.


"aku akan berusaha untuk menjadi ibu dan istri yang baik mas, bimbing aku ya" ucap Rosella.

__ADS_1


Alden mengecup bibir Rosella sekilas "aku juga masih banyak salah ku, jadi kita memang ditugaskan untuk sama-sama belajar".


"terimakasih mas" ucap Rosella sembari memainkan kancing baju Alden.


"iya my sweet heart"


Rosella berdecak mendengarnya "darimana kamu belajar kata-kata manis seperti itu" ucap nya tersenyum.


"dari Andre" ucap Alden dengan santai.


Rosella membulatkan matanya mendengarnya "Mas, kok bisa-bisanya sih".


"aku benar-benar tidak berpengalaman perihal wanita Ros".


"iya-iya, tapi aku lebih suka kamu jadi dirimu sendiri , bukan orang lain"


"ya aku memang sedikit geli mengucapkan nya" ucap Alden terkekeh.


Rosella terus memainkan kancing piama Alden, sehingga menyulut pikiran Alden.


"kamu mau?" tanya Alden.


"mau apa?" tanya Rosella bingung.


"membukanya" ucap Alden kemudian menggenggam tangan Rosella.


"memangnya kamu mau ganti baju" ucap Rosella tak peka sama sekali.


Alden mendengus kesal "bukan itu Rosella".


"lalu apa?".


"making love"


dua kata yang membuat jantung Rosella berdetak tak karuan, memikirkan hal-hal panas itu membuat pipinya ikut memerah.


"tidak perlu malu, kita sudah menjadi suami istri dan itu bukan lagi hal yang tabu, jadi kamu bebas memintanya ataupun sebaliknya" ucap Alden lagi, sungguh malu sekali Rosella mendengarnya.


Tanpa menjawab perkataan Alden Rosella mendekatkan wajahnya pada wajah milik suaminya "tidak semuanya bisa diungkapkan lewat kata-kata mas" ucapnya saat kening mereka saling menempel satu sama lain.


"maka dari itu, akan aku buktikan bahwa aku menginginkan dirimu melebihi kata-kata Ros" ucap Alden.


Mungkin ini lah perbedaannya dengan Alden, Alden adalah type orang yang gampang berbicara apapun selagi itu pas untuknya, namun berbeda dengan Rosella yang tidak mudah berbicara tentang apapun termasuk urusan ranjang.


Hanya jika Alden yang meminta ia akan melakukan nya, melayaninya sepenuh hati.


"jangan lama-lama tapi" ucap Rosella mengingatkan.


"kenapa?, bukankah hak ku" jawab Alden tersenyum jahil, tangannya yang nakal sudah bergerilya kesana kemari.


"tapi. . engh. .ah. . . be besok. ..akh u harusss bekerjaaa masssss".


"aku suka lenguhan mu" bisik Alden tersenyum jahil.


"Dadyyyy!".


.


.


.

__ADS_1


TERIMAKASIH UNTUK YANG SABAR MENANTI HAHAHAHA. .


KENCENGIN DUKUNGANNYA YA GAESSS 💋💋💋


__ADS_2