Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
perjodohan


__ADS_3

setelah itu ibuku kembali aku bermain bersama Axel seolah tidak terjadi apa-apa walaupun sebenarnya aku terus memikirkannya.


waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 , Tante Melinda dan ibuku mengajak makan malam diluar.


kami menaiki mobil Tante Melinda yang sopirnya sudah menunggu dari tadi.


kami makan dirumah makan . . karena aku dan ibuku menolak untuk ke restoran ,


kami duduk berempat aku,ibuku axel dan Tante Melinda.


"Mommy , Axel mau beli mainan"


"mainan apa sayang"


"Yang disana tadi"


"Axel matamu sangat jeli sekali, disamping rumah makan tadi kan?" kata Tante Melinda.


Axel mengangguk. . .


"mau beli sama Mommy atau Oma".


"Mommy" dia menatapku


"baiklah" kataku


"Ros maaf ya , kalo tidak dituruti nanti Axel rewel"


"iya tidak papa Tan, anak kecil memang begitu"


Tante Melinda mengeluarkan salah satu kartu ATM nya


"pakai ini saja Ros"


"tidak usah Tante" aku tersenyum, kalo untuk mainan saja aku mampu membelinya. . . uangku banyak sebenarnya tapi harusku tabung untuk membeli sesuatu.


aku berjalan bersama Axel ke toko mainan itu dan memilihkan mainan untuk Axel, kenapa dia sangat menurut padaku.


"Rosella" seseorang menepuk pundak ku.


aku sedikit terkejut melihat Mimi "eh, mimi . . . sedang apa?" tanya ku


Mimi terus melihat kearah Axel, Axel memeluk kakiku dan bersembunyi dibelakang ku.


"kau membuat nya takut mi"

__ADS_1


"Mommy, ayo pergi" kata Axel


mimi membuka mulutnya lebar-lebar


" aaaaa, Mommy ?? siapa dia Ros?"


"eh itu dia, Hem dia . . " aduh aku harus berkata apa , aku tidak mungkin menyakiti hati anak kecil ini.


"anak mu?, jadi selama ini kamu sudah punya anak?, dengan siapa?, max?"


"mimi banyak sekali pertanyaan mu, sudahlah nanti aku jelaskan . . . sebentar lagi dia akan menangis karena takut pada nenek lampir"


aku beranjak pergi. . .


"nenek lampir, maksud mu aku?. . rose!!!!"


aku bersama Axel masuk kembali ke rumah makan, ia ku gendong karena katanya takut nenek lampir, astaga apa aku telah meracuni pikiran anak kecil ini, tapi dia terlihat nyaman bersandar dipundakku.


aku menuju kembali ke meja makan , tapi ada yang aneh. . . ada sosok laki-laki mengenakan jas bergabung disana, tapi wajahnya tidak kelihatan..


"KAU!!" kataku dan dia serentak


iya laki-laki yang bersama Andre kemaren. apa? kenapa? siapa? muncul beribu pertanyaan dibenakku.


"jadi kalian sudah saling mengenal bagus lah" kata ibuku


aku duduk disamping laki-laki ini dan Axel berada ditengah-tengah kami.


"jadi Ros ini anak Tante"


"hah?????"


jadi dia Daddy Axel, apa ?? tidak mungkin.


"jadi dia mah" kata laki-laki itu


"iya Al"


"tapi mah" ucapannya terhenti...


"lihat jeng , betapa indahnya pemandangan di depan kita saat ini" dua ibu-ibu ini melebarkan senyumnya


"Mommy, Axel lapar"


hah sebentar, aku sedikit sungkan Axel memanggil ku seperti itu didepan laki-laki ini.

__ADS_1


tanpa berbicara apapun aku mengambilkan Axel makanan ayam penyet yang kami pesan.


aku menyuapinya dengan telaten tanpa memperhatikan laki-laki disebelah Axel .


kami semua makan bersama dan hanya ibuku dan Tante Melinda yang bersuara. . .aku yakin dia juga bingung.


setelah selesai makan...


"Alden , kamu pulang sama Axel sama rose . . . mamah mau belanja sebentar sama Tante Rini" (Tante Rini ibuku) kata Tante Melinda..


padahal laki-laki ini belum menjawab apapun tapi Tante dan ibuku beranjak pergi begitu saja..


kami sudah berada di parkiran, dengan Axel yang sejak tadi digendonganku...


"saya naik taksi saja pak, kasihan Axel sudah malam" kataku


"saya masih muda" katanya padahal jelas-jelas sudah punya anak, huh


"iya , terserah bukan urusan saya"


"masuklah" katanya , apa2an ini dia bahkan tidak mendengarkanku , aku ingin pulang sendiri.


dengan terpaksa aku memasuki mobilnya , Axel dipangkuan ku dan memelukku. . .


"apa kamu menerima perjodohan ini"


"saya belum menjawabnya"


"apa kamu tertarik dengan saya"


"tidak" jawabku lantang , kusengaja biar harga dirinya terluka.


"hah?, lalu kenapa mendekati Axel?"


"Axel dan ibu anda sendiri yang datang pada saya, saya tidak pernah mendekati siapapun, lagian mana saya tau kalo bapak ayahnya" aku takut dia berfikir yang tidak-tidak.


Untung Axel tertidur jadi aku lebih leluasa berbicara.


"apa yang ditawarkan mamah saya kepadamu"


dia bahkan berbicara tanpa menatapku


"hah??, pak ini bukan sinetron. . jadi tolong jangan berfikir yang tidak-tidak" mobilnya berhenti, di bangunan yang megah,mewah dan bertingkat.


dia turun dari mobil dan meraih Axel dariku, aku keluar dari mobil dan menatap punggungnya..

__ADS_1


"pak , saya naik taksi saja" ucapku sambil berlari meninggalkannya. . .hehe sebenarnya apa yang aku lakukan


__ADS_2