
Alden POV
aku sendiri bahkan tidak tahu apa keputusan yang aku ambil sudah benar atau mungkin salah.
aku hanya sangat mencintai Axel dan ingin Axel bahagia , sebenarnya ada sesuatu yang ku ketahui sebelum memutuskan untuk melamar Rosella..
aku menemukan surat dari dokter psikolog tepatnya dikamar mamahku, ternyata surat itu surat kesehatan Axel disitu menjelaskan bahwa psikis anakku sedang tidak baik-baik saja . .
air mataku menetes seketika apa yang aku pikirkan selama ini ternyata salah, Axel yang lebih banyak diam dan tidak nakal.. jelas itu adalah sebuah masalah pada anak seusianya, ia membutuhkan kasih sayang seorang ibu. . .
dia kehilangan sosok ibu sejak dia lahir, ayah macam apa aku sampai tidak tahu perasaan anaknya sendiri. . .
dan akhir-akhir ini dia memang sedikit lebih manja juga bandel menurut ku semua karena ia bertemu Rosella sosok ibu baginya.. dia bahagia.. aku sendiri yang mendatangi dokter psikiater itu.
dia menjelaskan bla-bla dan aku memantapkan hati untuk menjadikan Rosella Mommy nya axel.
entah gadis seperti apa dia karena aku juga belum lama mengenalnya tapi aku hanya ingin kebahagiaan anakku.
Rosella POV
beberapa hari lagi . . .aku melepas status singleku, bahkan aku kadang tidak percaya sendiri, kenapa secepat ini, huh pikiranku sungguh berat akhir-akhir ini..
__ADS_1
"nona cantik apa yang sedang kamu lamunkan"
seketika pikiran ku buyar , dan sangat malas melihat siapa yang saat ini ada didepanku ini.
"mau pesan apa tuan Andre" tanya ku baik-baik
"seperti biasa tambah cinta ya" huh dia mengedipkan sebelah matanya membuatku ingin mencolok nya saja
aku memulai aksiku membuatkan minum untuknya . . . "silahkan" aku memaksakan senyumku
"sepertinya aku akan sangat merindukanmu" raut wajahnya sedih , hah apakah dia sedang berakting
aku menatapnya tak tega sebenarnya..
"memang saya akan kenapa tanpa tuan, tentu lebih baik bukan" aduhhh sungguh jahat bukan mulut ini
"maksud ku ,kamu akan terjerat dengan tamu VVIP lainnya kalau aku tidak membokingmu"
"itu hal yang biasa pak, saya bukan perempuan yang lemah"
"iya aku melihatnya" bukankah sungguh aneh kelakuan nya malam ini membuatku merinding saja.
__ADS_1
sebentar lagi waktu nya pulang kerja, Yeay.... sungguh lelah aku sejak malam tadi melihat wajah Andre yang selalu memandangku. . .
aku melepas celemekku..
"sudah habis berapa botol ndre?" tunggu sebentar sepertinya bukan suara yang asing.
aku menoleh , apa ? Alden ? ngapain dia malam-malam kesini. . . pertanyaan macam apa ini tentu untuk menemui Andre bukan
"aku menunggu mu semalaman , ini pesta perpisahan kita malah kamu datang seenak jidatmu" ucap Andre yang setengah sadar
"sudah lah yang penting sudah ketemu , besok ku antar kebandara"
kenapa mereka berdua manis sekali batinku
"ayo pulang" Alden memapah Andre keluar , ya tanpa berbicara sepatah katapun padaku . . apakah ini yang namanya calon istri, kemaren dia melamar ku lalu sekarang memperlakukan ku seperti orang asing.
Author POV
Rosella keluar dari bar itu bersama renal,
mereka menuju ke parkiran "jadi kamu sudah nggak sama max sekarang?" tanya renal
__ADS_1
"sudah lah jangan menyebut nama ****** itu lagi sungguh bosan aku mendengarnya"
"baiklah kalo nggak mau bercerita sekarang, akan ku tagih saat patah hatimu sembuh atau mau aku yang menyembuhkannya" ucap renal sambil mengusap rambut rose.