
Mereka bertiga menuju ruang tamu, semua keluarga nya berkumpul disana setelah makan.
Rosella salut dengan Alden ia tidak memilih-milih makanan yang dimasak kan ibunya, meskipun menunya berbeda jauh dengan makanan yang berada di rumahnya..
Axel begitu sibuk bermain dengan Reno, meskipun tidak sebaya tapi Axel begitu senang bermain bersama Reno begitu juga dengan Reno.
"maaf ya pak Dhe , Reno jadi nginep sini" ucap Rosella yang saat ini mengantarkan pak Dhe dan Bu Dhe nya untuk pulang.
"santai saja Ros, syukur kalo anak mu bisa Deket sama Reno" sahut pak Dhe.
"iya Ros nggak papa , lagian si Reno masih libur kok sekolah nya". tutur Bu dhe.
"ayo buk pulang udah gelap ini" ucap pak Dhe pada istrinya.
"hati-hati ya pak Dhe Bu Dhe" ucap Alden menyalami mereka, disusul dengan Rosella.
"iya nak Alden, besok biar pak Dhe mu ajak kamu jalan-jalan"
"eh, iya Bu Dhe"
Mereka meninggalkan rumah Rosella menaiki motor tuanya, Alden dan Rosella menunggu di teras sampai kedua orang itu tak terlihat lagi.
"pak Dhe itu, siapanya ibu" tanya Alden
"kakak nya ibu Dad"
"oh"
"iya, ayo masuk dingin" ucap Rosella mengusap usap lengannya.
Alden meraih tangan Rosella, sedangkan Rosella masih mematung karena sentuhan tangan Alden.
"ada apa?" tanya Rosella.
"biar hangat"
"ck, menggelikan" ucap Rosella yang hendak melangkah memasuki rumah, namun lagi-lagi Alden menahan tangannya.
"mau lebih hangat lagi" tanya Alden tanpa ekspresi.
Belum sempat Rosella menjawab Alden sudah melingkarkan kedua tangan Rosella agar memeluk pinggang nya, lalu Alden menangkup wajah Rosella.
CUP. . satu kecupan singkat dibibir Rosella, dan benar saja ini bukan hanya hangat namun sekujur tubuh Rosella seperti mendidih.
CUP. . lagi-lagi Alden menempelkan bibirnya pada bibir kenyal Rosella, ia diam sejenak kemudian mulai menyusuri setiap inci mulut Rosella, mengabsen setiap rongga mulut nya dengan lembut, memainkan lidahnya dengan sensual disana.
Rosella masih tertegun atas perlakuan Alden, namun ia begitu terbuai oleh ciuman panas yang memabukkan ini. ia mengeratkan pelukannya pada Alden kemudian membalas setiap lum*tan yang diberikan oleh Alden.
Merasa ciumannya dibalas, Alden menyunggingkan senyumnya sejenak melepas tautan bibirnya . . . meraup oksigen dalam-dalam, lalu melakukan nya lagi.
Rosella masih mengikuti ciuman Alden , ia mencengkram erat baju Alden karena merasakan geleyar aneh ditubuhnya.
"Ros. . " panggil seseorang diseberang sana. Alden dan Rosella otomatis langsung menjauhkan tubuhnya. lalu Rosella mengusap bibirnya yang basah.
"loh kenapa kok pada diem" ucap ibunya yang baru saja keluar dari rumahnya.
"e enggak apa-apa" balas Rosella terbata.
"kalo mau ngapa-ngapain di dalem aja, nggak enak sama tetangga, yah meskipun udah gelap". ibunya terkekeh kecil berlalu meninggalkan mereka begitu saja.
__ADS_1
"ibuuuu" rengek Rosella lalu membuntuti ibunya.
Alden sedikit mengangkat bibirnya, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
"dasar, katanya dulu nggak mau dijodohin. . . sekarang aja nyosor mulu" ucap ibu Rosella tersenyum penuh kemenangan.
"ta tadi itu tidak seperti yang ibu kira".
"udah sana masuk kamar, mumpung Exel mau tidur sama Reno katanya".
"seriusan, nanti kalo dia nggak bisa tidur gimana Bu?".
"udah itu biar jadi urusan ibu, lagian kan ranjang kamu mana muat buat bertiga" ucap ibunya mengingat ranjang Rosella yang begitu kecil.
"oh iya iya, nanti kalo dia nangis panggil Ros aja ya Bu".
"nggak bakal, dia seharian ini udah lengket ket ket sama ibuk".
Rosella hanya mengangguk pasrah, ia melihat Axel yang sedang berada di kamar ibunya. .
Axel begitu gembira menonton kartun favorit nya bersama Reno.
"Mommy" panggil Axel saat melihat Rosella menghampiri nya.
"Axel katanya mau tidur sama kak Reno" ucap Rosella membelai rambut Axel.
"iya Mom, bolehkan?" ucapnya penuh harapan.
Rosella mengangguk "tapi nggak boleh nangis ya nanti malem".
"siap Mommy". sahut Axel bersemangat.
"Reno jagain adek kamu ya, nanti kalo ada apa-apa panggil mbak aja".
"Mommy bikinin susu dulu buat kalian berdua, abis itu sikat gigi dulu baru tidur".
"iya Mom".
Setelah Rosella mengurus Axel dan menyuruhnya untuk tidur, ia menghampiri Alden yang sudah berada di kamar nya. . . ia membawakan segelas susu untuk Alden. Karena Rosella tahu betul itu kebiasaan Alden dan Axel yaitu minum susu sebelum tidur.
kebiasaan orang kaya memang berbeda. .
"Daddy. . "panggil Rosella.
"hem" sahut Alden yang tengah sibuk dengan album foto lama itu.
"duh, kenapa dilihatin sih" ucap Rosella saat tahu Alden membuka album foto lamanya.
"oh , jadi ini cowok tadi. . .yang anaknya Bu camat" ucap Alden menunjukkan foto Rosella dengan Sandy yang sedang duduk dibawah pohon.
"hehe, ya gitulah". balas Rosella nyengir kuda.
Alden hanya terdiam setelah nya. .
"Dad, minum dulu" ucap Rosella memberikan segelas susu hangat itu lalu ikut duduk disebelah Alden.
Alden hanya meneguk sedikit susu itu..
"kenapa nggak enak ya?" tanya Rosella, karena biasanya Alden menghabiskan susu dalam sekali teguk.
__ADS_1
Alden menggelengkan kepalanya "perut aku rasanya nggak enak banget".
"kenapa?" tanya Rosella dengan kening yang berkerut.
"nggak tau, rasanya mual aja".
Baru kali ini Alden mengeluh padanya, biasanya jika dirumah Alden memilih mengeluh pada mamahnya atau pada art yang sudah sepuh.
"kamu masuk angin mungkin Dad, tadi kan kehujanan".
"nggak tau Ros, saya mau tidur saja" ucap Alden yang sudah akan beranjak.
"tunggu dad, aku kerokin dulu aja. . . lepas jaket sama kaos mu" ucap Rosella lalu beranjak mencari minyak angin dan uang koin di lemarinya.
Alden menuruti perintah Rosella begitu saja. Meskipun dingin, ia tetap menenangkan diri nya.
Rosella duduk dibelakang Alden, mengabaikan jantungnya yang tak karuan melihat tubuh sispax Alden yang sedikit ditumbuhi dengan bulu-bulu halus.
"saya belum pernah di kerokin Ros, pelan ya" ucap Alden begitu sungkan.
Rosella tersenyum mendengarnya "emang biasanya orang kaya kalo masuk angin diapain?" tanya Rosella.
"minum obat, tapi saya jarang masuk angin".
"tenang saja Dad, ini obat yang paling ampuh" ucap Rosella yang mulai menggesek kan koin itu pada punggung Alden.
Alden meringis saat merasakan gesekan pada kulitnya itu "pelan Ros".
"iya-iya. . . ini udah pelan kok"
"rasanya sakit tapi enak-enak gimana gitu". ucap Alden yang terus meringis, saat tangan Rosella mengayun kesana-kemari.
"tuh kan merah, kamu beneran masuk angin Dad".
"emang kayak gitu ya?" tanya Alden yang tak paham.
"iya , setelah ini badan kamu pasti anget".
"ini panas Ros, bukan anget".
"hehe. . . selesai, pakai bajunya terus habiskan susunya" ucap Rosella lalu menuju kamar mandi untuk mencuci tangan.
Saat Rosella kembali Alden sudah berbaring dengan selimut yang membungkus seluruh tubuhnya. Rosella dengan ragu ikut berbaring di ranjang, karena ranjangnya begitu sempit untuk ditempati berdua.
Berkali-kali Rosella membenarkan posisi tidur nya , miring terlentang. . miring terlentang. .
"sudah hadap sini saja, saya pusing melihat kamu yang terus bergerak". ucap Alden
Rosella sendiri sebenarnya takut, ia tak pernah tidur dengan Alden sedekat ini.
Alden memeluk pinggang Rosella yang tengah membelakangi nya.
"Dad" gerutu Rosella yang ingin melayangkan protes nya.
"saya kedinginan Ros!"
.
.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejak 💋💋💋