
Tengah malam Rosella terbangun, karena tiba-tiba perutnya terasa lapar. Menuruni tangga dengan hati-hati lalu mencari-cari makanan di kulkas.
Senyumnya merekah tatkala menemukan pisang keju berlumuran susu disana. Lalu mengambil alpukat untuk dijadikan jus.
Sembari menikmati makanannya, ia menonton televisi di ruang bawah. Karena tidak ingin ada yang terbangun dengan berisiknya.
"Sayang" satu panggilan yang membuat Rosella menoleh.
"Mas, kamu belum tidur?" tanya nya karena Alden masih terlihat begitu bugar.
"Aku masih ada pekerjaan tadi" jawabnya menghampiri Rosella, dan menatapnya penuh kekhawatiran.
"Tidur, ini sudah malam. Tidak bagus untuk ibu hamil" ucapnya mengusap lembut rambut Rosella.
"Aku tadi udah tidur, tapi dia minta makan" jawab Rosella tersenyum mengusap perutnya.
Alden ikut tersenyum karena itu mengusap perut Rosella dengan sayang "Anak Daddy laper ya, maaf ya seharusnya Daddy yang ambilkan".
"Orang cuma ambil aja kok mas" ucap Rosella segera memeluk Alden, entah mengapa akhir-akhir ini memeluk Alden dengan tiba-tiba menjadi hobinya. Sepertinya anaknya suka dengan aroma Daddynya.
"Yasudah ayo tidur" ucap Alden segera membopong tubuh Rosella tanpa menunggu bantahan.
.
.
.
"Sayang, aku berangkat dulu ya" bisik Alden sembari mengecup kening Rosella penuh sayang. Ibu hamil ini masih bergelung dengan selimut tebalnya.
Sedangkan Alden sudah rapi dengan pakaian kerjanya, namun ia sempatkan untuk pamit pada istrinya yang masih tertidur pulas.
Mata lentik itu mengerjap-ngerjap, matanya memicing. Rasanya masih begitu ngantuk namun aroma maskulin favoritnya begitu menyeruak sampai masuk kedalam mimpi nya.
"Daddy" panggilnya dengan manja, bibirnya mengerucut dengan lucu.
"Apa Mommy, mau dibawakan apa nanti?" tanya Alden karena akhir-akhir ini bumil sering sekali mengidam yang aneh-aneh dan susah dicari. Tapi Alden senang bisa menuruti keinginan Rosella. Sebahagia itukah menuruti istri yang sedang mengidam.
Rosella membawa tangan Alden untuk dipeluk, rasanya masih ingin bermanja-manja dengan suaminya.
"Mau apa ya, nanti aja deh aku wa" ucap Rosella tersenyum.
Alden mengusap perut bulat yang semakin hari semakin membesar itu "Masih suka mual?" tanya nya begitu tidak tega mengingat Rosella selalu lemas setelah itu.
"Udah nggak kok" ucap Rosella beranjak bangun dan dibantu oleh Alden. Alden selalu mengkhawatirkan hal itu padahal itu kan hanya di trimester pertama saja. Sekarang kandungan nya sudah menginjak bulan ke enam, dan Alden hanya khawatir jika Rosella tidak menyampaikan keluhannya padanya.
"Mas, anak-anak berangkat sama kamu" lanjutnya sembari mengikat rambut nya.
Mencuri satu kecupan pada bibir Rosella Alden segera berdiri "Iya, mereka sudah nungguin".
"Aku mau lihat anak-anak dulu" ucap Rosella merentangkan tangannya meminta bantuan untuk berdiri. Biarlah ia manja toh Alden juga senang karena itu.
__ADS_1
Segera membantu Rosella untuk berdiri, lalu membantu merapikan daster Rosella yang tersingkap "Mamah ada disini" ucapnya memberitahu.
"Oh ya" jawab Rosella berbinar. Pasti mertuanya membawakan sesuatu untuknya, karena itu sudah menjadi kebiasaan mertuanya setiap datang kesini.
"iya Mommy".
Alden merangkul pundak Rosella melangkahkan kakinya hati-hati, demi keselamatan istrinya, hahaha kadang Rosella geli dengan tingkah lebay Alden tapi disisi lain ia juga suka diperlakukan seperti ini.
"Mommy" ucap Axel dan Alron bersamaan berhamburan memeluk Mommy nya.
Selalu bermain dengan perut bulat Mommy nya.
"Hey, bulat cepet kelual ya" ucap Alron mengusap-ngusap perut Rosella.
"Emangnya kenapa kalo udah keluar" ucap Rosella tersenyum.
"Bial Allon cepet jadi Abang" ucap bocah itu terkekeh.
Axel mencubit gemas pipi Alron, selalu gemas dengan tingkah laku sang adik.
"Abang!" gerutu Alron kesal.
"hehehe, gemes dek" balas Axel segera mencium tangan rumah Rosella.
Mendengus kesal Alron juga segera mencium tangan Mommy nya, abangnya selalu memperlakukan nya seperti anak kecil.
"Abang, adek ayo" ucap Alden yang sudah membawa tas kerjanya.
"Ayo Daddy, Abang ayo balapan" ucap Alron segera berlari meninggalkan Axel.
Rosella dan Alden saling berpandangan sembari tersenyum melihat tingkah anak-anaknya.
Rosella segera mencium tangan Alden dan dibalas kecupan mesra pada kening nya.
"Jangan malam-malam pulangnya" ucap Rosella dengan manja, bahkan ia sangat kesal jika mengingat Alden pulang larut malam terus menerus.
"Iya Mommy" balas Alden tersenyum. Sebenarnya ini bukan yang pertamakali nya Rosella menggerutu tentang itu, tapi ia hanya bisa menjawab dengan senyuman karena memang tanggung jawabnya yang tidak bisa dibebankan pada siapapun.
"Mas awas ya kamu macem-macem diluar sana" ucap Rosella yang mungkin sudah yang ke berapa ribu kalinya.
Ibu hamil ini menjadi pencemburu akut, dan selalu mencurigai suaminya setiap hari.
"Sayang, aku nggak mungkin kayak gitu" balas Alden yang mencoba bersabar atas tuduhan sang istri.
"Ya pokoknya awas aja!" ucapnya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan mengusap perut buncitnya.
"Hanya dirimu seorang Mom" ucap Alden segera melabuhkan ciuman lembut pada bibir Rosella. Karena sang istri tidak akan berhenti ngedumel jika ia tidak segera bertindak.
Mengusap bibir Rosella yang sedikit basah, Alden menyunggingkan senyumnya "I love you" ucapnya yang membuat wajah Rosella memerah.
"Love you too" balas Rosella yang masih saja berkaca-kaca.
__ADS_1
"Aku berangkat ya" ucap Alden membelai lembut pipi Rosella, ia tidak akan jadi ke kantor jika terus mendengarkan isi hati sang istri yang setiap hari itu-itu saja keluhan nya.
Rosella mengangguk "hati-hati" ucapnya tercekat.
"Jangan nakal ya dirumah sama Mommy" ucap Alden mengusap perut Rosella.
Setelah memberi ciuman bertubi-tubi pada wajah istrinya Alden baru melangkahkan kakinya dengan senyuman di bibirnya.
Rosella berbalik, segera memasuki rumah. Hamilnya kali ini memang aneh, selalu berpikir negatif tentang suaminya, juga menangis seperti ini setelah mengungkapkan itu.
"Rose kamu kenapa?" tanya Melinda bingung melihat Rosella yang tiba-tiba menangis sesenggukan.
Ia segera menghampiri Rosella dan memeluknya "kenapa?" tanya nya lagi mengusap punggung Rosella.
"Mas Alden mah" ucap Rosella tercekat sembari mengusap air matanya.
"Alden kenapa?" tanya Melinda dengan kening yang berkerut.
"Aku takut mas Alden macem-macem diluar hiks, sekarang kan tubuh ku juga sudah melar. Mas Alden pasti muak dengan aku yang seperti babii ini hiks".
Melinda tersenyum melihat tingkah Rosella yang seperti ini, ia segera menuntun Rosella agar duduk pada sofa.
Alden sudah berkali-kali mengadu tentang hal ini pada Melinda, namun Melinda baru pertama kalinya melihat dengan langsung Rosella seperti ini.
"Sayang" ucap Rosella merapikan rambut Rosella.
Rosella terus berusaha mengusap air matanya yang terus bercucuran "Mas Alden pulang malem terus mah hiks".
"Mamah paham betul bagaimana perasaan kamu, sepertinya anak kamu cewek deh" Melinda tidak bisa menyembunyikan senyumnya.
"Cemburuan banget sama bapaknya, apalagi suasana hati kamu berlebihan" lanjut Melinda.
"Maaf ya mah, aku--"
"Ssssttt" Melinda tampak melihat sekitar "Mbak, tolong ambilkan mangga mudanya di dapur ya" ucap Melinda pada salah satu ART.
"iya Bu".
"Mau mangga muda kan" tanya Melinda yang membuat Rosella mengangguk.
"Mau dengar sedikit cerita, yang akan membuat kamu percaya bahwa Alden tidak mungkin akan berbuat macam-macam dibelakang kamu" ucap Melinda lagi.
"Cerita apa mah?" tanya Rosella yang sudah sedikit tenang.
"Alden belum ceritakan, bagaimana dia saat kehilanganmu dulu".
Rosella menggeleng lemah, memang Alden selalu menolak jika ditanyai tentang hal itu.
.
.
__ADS_1
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋