Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Berpisah?


__ADS_3

Rosella pulang dari klinik menggandeng tangan ibu yang begitu lemah itu, mereka berjalan kaki karena jarak klinik dari rumah nya memang hanya berapa meter saja.


"ibu nanti mau makan apa? , biar rose buatin" ucapnya tersenyum, Rosella selalu mencoba untuk menghibur dirinya sendiri dan juga ibunya.


Karena jika bukan dia , harus siapa lagi.


"nggak usah kamu tuh yang makan, makan nasi kenapa sih Ros" ucap ibu karena memang Rosella kadang hanya makan lauk saja kadang kala juga hanya roti.


Rosella menggeleng "kayanya Ros udah bosen sama nasi deh Bu".


"ngawur kamu, mana ada orang bosen makan nasi" ucap ibu mencebikkan bibirnya.


Sejujurnya Rosella lebih suka melihat ibunya marah-marah tidak jelas daripada terus diam dan kadang menangis di malam hari.


Mata ibu dan Rosella terkesiap ketika melihat mobil Alden didepan rumah nya.


Sosok kecil keluar dari mobil itu dan langsung berhamburan kearah Rosella.


"Mommy" teriaknya riang, Rosella tentu menyambut pelukan itu sembari meneteskan air matanya, betapa rindu ia pada putranya.


Alden berjalan dibelakang Axel, ibu hanya menatap datar padanya.


"nenek" ucap Axel mencium tangan ibu, lalu Alden hendak mencium tangan ibu mertuanya itu namun ibu malah berlalu dan segera memasuki rumah.


Rosella mencium tangan Alden , lalu mengusapnya "sabar ya mas" ucap Rosella yang merasa bersalah.


Alden tersenyum pada Rosella, cukup kekuatan dari istrinya , ia akan memperjuangkan restu ibu.


"Mom mau gendong" ucap Axel dengan manja.


"udah besar kok gendong sih" ucap Alden mengusap kepala Axel.


"nggak papa, ayo boy" ucap Rosella segera merengkuh tubuh Axel.


.....


Rosella, Alden dan juga Axel bermain diruang televisi, sedangkan ibu tak kunjung keluar dari kamarnya.


"gimana keadaan ibu?" tanya Alden pada Rosella yang menyandarkan tubuhnya pada sofa.


Rosella tersenyum kecut "udah mendingan" bohongnya, padahal semakin kesini ibunya semakin bertambah parah.


Alden menggenggam tangan Rosella "kamu nggak usah pikirin apa-apa, pikirin aja kondisi ibu ya" ucapnya sendu melihat Rosella yang seperti nya tidak bersemangat.


"makasih ya mas udah ngertiin" ucap Rosella tersenyum.


"iya sayang".


"Mommy kenapa nggak pulang?" tanya Axel yang sedang menonton kartun kesukaannya.


"Mommy pasti pulang kok, pokoknya boy harus sabar nunggu Mommy ya" ucap Rosella mengusap rambut Axel.

__ADS_1


"dia rewel nggak?" tanya nya beralih menatap Alden.


"enggak, dia mungkin ngerti kalo kamu emang belum bisa pulang" jawab Alden.


Rosella mengangguk


"mas" panggilnya.


"iya"


"aku mau resign aja, udah seminggu aku nggak kerja kan nggak enak sama temen-temen".


"kalo soal temen-temen kamu nggak usah khawatir--"


"tapi mas, aku memang ingin resign aja" kekeh Rosella, lagipula untuk apa jika ia menjalani pekerjaan hanya setengah hati saja, ia merasa Bartender adalah pekerjaan yang benar-benar pantas untuknya, meskipun sekarang tak akan mungkin.


Alden mengangguk "baiklah jika itu memang keputusan mu" jawab Alden "tapi kamu lagi nggak berniat ninggalin aku kan Ros" ucap Alden khawatir.


"kenapa kamu berfikir begitu mas".


"karena aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan".


Deg!


Rosella terdiam sejenak.


"benar kan?" tanya Alden lagi.


"baiklah".


.


.


.


Hari sudah mulai petang, suara jangkrik bersahutan begitu merdu memenuhi perdesaan ini..


"Ros , mobil siapa itu" ucap Bu Dhe yang sedang menatap keluar jendela, dan mendapati dua mobil mewah baru saja berhenti disana.


Rosella yang sedang memangku Axel yang terlelap ikut menoleh "i itukan mobil mertua ku Bu Dhe" ucap Rosella mulai panik.


"mas" panggil Rosella pada Alden yang baru saja keluar dari kamar.


"ada apa?" tanya Alden kemudian mendekat.


"papah sama mamah kesini" ucap Rosella menunjuk jendela yang terbuka.


Sebenarnya Alden sudah tahu jika orang tuanya akan kesini, namun ia tidak memberi tahu Rosella takut-takut Rosella melarangnya.


"siapa yang kesini" ucap ibu yang datang tiba-tiba, kemudian ia menoleh karena ketukan pintu.

__ADS_1


"Bu jangan emosi" ucap Rosella ketika ibunya melangkahkan kakinya dengan buru-buru menuju ruang tamu.


....


Setelah Rosella dan pak Dhe berhasil membujuk ibu untuk membiarkan mereka masuk, dan disinilah mereka sekarang.


Duduk berhadapan di ruang tamu dengan suasana yang mencekam, Rosella menggenggam tangan ibunya memberikan kekuatan.


disana ada pak Rahmono, Bu Melinda , Johan, Tante Sarah dan juga salah satu pengacara.


"Bu Rini, Ros , dan keluarga sebelumnya kedatangan saya kemari semata-mata untuk meminta maaf dengan setulus hati" ucap pak Rahmono berkaca-kaca "saya tahu kesalahan saya tujuh tahun yang lalu tidak akan bisa ditebus oleh apapun" lanjutnya.


"Saya bisa mempertimbangkan itu, jika anda mendapatkan hukuman yang setimpal" jawab ibu menatap sinis pak Rahmono.


"maaf Bu Rini" ucap pengacara menyela "bukankah masalah ini lebih baik diselesaikan dengan kekeluargaan saja".


"siapa anda , saya tidak kenal dengan anda jangan ikut campur masalah keluarga saya!" sentak ibu yang membuat pengacara itu terdiam seketika.


"lagian mana tahu kakak saya kalau yang ditabrak itu adalah ayahnya Rosella" ucap Tante Sarah yang memang tidak suka dengan keluarga Rosella.


"Tante" ucap Alden menatap tajam Tante Sarah yang membuat kondisi semakin panas.


Tante Sarah hanya mendengus kesal saat keluarganya melayangkan tatapan tidak sukanya padanya.


Mereka terus beradu argument diantara keluarga Rosella dan juga Alden, semuanya mengutarakan pendapatnya masing-masing untuk menyelesaikan masalah ini, namun ibu tetap kekeh masalah ini diurus di pengadilan.


"baiklah, beri saya waktu untuk menyerahkan diri" ucap pak Rahmono sendu.


"terserah anda saja" ucap ibu kemudian berdiri "saya benar-benar ingin mereka berpisah jika Anda tidak menyerahkan diri" ucap ibu menunjuk Alden dan Rosella yang duduk berdampingan.


"ibu" Rosella membulatkan matanya seketika, masih tak percaya jika ibunya mengatakan hal itu didepan keluarga Alden.


"turuti saja den, jangan mau direndahkan seperti ini, masih mending kamu mau sama perempuan yang biasa-biasa saja seperti dia" ucap Tante Sarah dengan emosi.


"Sarah diam!" sentak Melinda yang terdiam semenjak tadi.


Sedangkan Alden masih mematung mendengar kata-kata itu..


"saya juga nggak maksa Alden buat nikah dengan wanita yang biasa-biasa saja ini, bahkan dia sendiri yang meminta Rosella pada saya " ucap ibu lalu pergi darisana.


"mas" lirih Rosella menatap Alden yang tampak rahangnya mengeras.


"papah sama mamah ajak Axel pulang dulu saja, Alden harus berbicara terlebih dahulu dengan Rosella".


.


.


.


DUKUNGAN NYA YA GAESSS 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2