Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Kembali bekerja


__ADS_3

"perasaan Rosella padamu hahah" ya kan Ros, dalih Neta mengedipkan sebelah matanya.


Rosella mengangguk sambil tersenyum kikuk.


"oh" ucap Alden nampak cuek, perhatiannya kini teralihkan pada putra nya, "ayo ikut Daddy, Mommy mu sedang capek" ucapnya lalu merengkuh tubuh Axel.


Rosella tersenyum sekilas saat Alden begitu perhatian padanya.


"kita pulang aja ya, Axel biar sama Neta dan Andre saja" ucap Alden menatap Rosella kasihan.


"nggak usah dad, nggak papa" ucap Rosella memaksanya untuk kuat.


Andre datang dengan beberapa minuman ditangannya. "ini untuk jagoan" ucapnya menyerahkan minuman itu pada Axel.


"Axel bilang apa nak" ucap Rosella.


"thanks uncle".


"sama-sama" jawab Andre mengacak-acak rambut Axel begitu gemas.


Mereka terus berkeliling kesana-kemari, sesekali menaiki wahana yang berada disana, dan rasa canggung sudah sedikit menghilang diantara Andre dan Rosella, Alden dapat melihat usaha Andre untuk tetap baik-baik saja.


ia merasa senang meskipun disisi lain ia juga merasa bersalah.


..........


Mereka sampai dirumah waktu petang tiba, Alden menggendong Axel yang sudah terlelap.


"sini, biar sama mamah saja" ucap Melinda merengkuh Axel, ia sudah menunggu kedatangan mereka semua sedari tadi.


"papah sudah menunggu diruang makan, ajak semuanya makan ros" ucap Melinda.


"iya mah".


Suasana rumah keluarga Siregar tampak ramai malam ini, Mereka semua menikmati makan malam sambil bercengkrama bersama.


"kamu tidur duluan gih" ucap Alden pada Rosella yang tengah menghabiskan air putih nya.


"iya dad, jangan lama-lama ya" ucapnya pelan.


"masa sebentar aja udah gak betah sih" goda Alden.


"Daddy!".


"iya-iya sana" ucap Alden mengusap bibir Rosella yang sedikit basah.


.


.


.


Kicauan burung-burung begitu merdu dipagi yang cerah ini, matahari yang hangat memancari manusia yang siap melakukan aktivitas nya hari ini.


"kamu boleh bekerja asalkan berangkat dan pulang bersamaku" tegas Alden yang sudah jengah dengan perdebatan nya dan Rosella pagi ini. Mereka saat ini sudah berada di teras untuk berangkat ke kantor.


Rosella terus merengek ingin bekerja padahal terlihat sekali wajahnya masih pucat.

__ADS_1


Rosella membuang nafasnya kasar, ia juga sudah lelah untuk beradu argument dengan suaminya "iya" ucapnya lemah.


"yasudah ayo" ucap Alden membawakan tas Rosella.


"Dad, aku masih kuat untuk membawanya" ucap Rosella jengkel.


"mau kerja atau tidak!" tegas Alden memasuki mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh pak Kus.


"iya-iya" ucap Rosella kesal namun tetap saja mengikuti Alden untuk masuk ke mobil.


"sini" ucap Alden menepuk pundak nya.


Dahi Rosella mengkerut mendengarnya "apa?" tanya nya tak paham.


Alden membawa Rosella agar bersandar pada pundaknya , Rosella tersenyum kecil karena itu.


"nanti kamu istirahat di klinik saja" ucap Alden yang membuat Rosella menatap tajam pada Alden, bisa-bisanya Alden mengijinkannya berkerja namun menyuruhnya untuk di klinik saja.


"tidak mau!" bantah Rosella.


"kalau sampai kamu lebih parah lagi nanti aku akan benar-benar memintamu untuk resign!" ucap Alden tak mau kalah.


"Daddy, aku tidak papa" ucap Rosella mengerucutkan bibirnya kesal.


"kita lihat saja nanti".


"aku baik-baik saja, menyebalkan" gumam Rosella terdengar samar pada telinga Alden.


"apa?"


Rosella minta untuk diturunkan di depan perusahaan setelah beradu mulut kini Rosella menang, ia berjalan kecil menuju perusahaan.


Suara klakson mobil yang sedang berjalan lambat disampingnya membuat Rosella menoleh, lalu berhenti.


"Ros" panggil seseorang yang telah menurunkan kaca mobilnya.


Rosella masih mengerjapkan matanya, mengapa bisa dia berada disini.


"Ma-mas Sandy" ucap Rosella mendekati nya dan memastikan.


"Ternyata benar kamu Ros" ucap Sandy riang, masuk ucapnya sedikit memaksa "cepat masuk Ros, ada mobil dibelakang" ucap Sandy karena Rosella terus mematung.


Rosella memasuki mobil Sandy dengan ragu "mas Sandy ngapain disini" tanya Rosella tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"kerja Ros, aku baru dipindahkan disini, kamu juga kerja disini?" tanya Sandy melihat sekilas name tag Rosella.


"iya mas".


Setelah sampai di perusahaan, Rosella dan Sandy mengobrol dan berjalan beriringan, entah kebetulan atau apa ternyata Sandy bekerja dibagian yang sama dengan Rosella.


"Ros" panggil Vita yang baru saja datang dan juga hendak memasuki ruangan nya.


"pagi pak" ucap Vita menundukkan kepalanya.


Rosella heran kenapa Vita bersikap hormat kepada Sandy.


"pagi" jawab Sandy tersenyum manis, "aku duluan ya Ros" ucapnya dibalas anggukan oleh Rosella.

__ADS_1


"kenapa dia masuk keruangan Bu Listi" tanya Rosella menatap Vita.


"Ros kamu kenal pak Sandy" ucap Vita malah balik bertanya.


Rosella mengangguk "dia mantan aku" ucapnya polos.


Vita membuka mulutnya tak percaya "serius?!" ucap Vita kaget "dia nggantiin Bu Listi tau".


"Apa!"


"Bu Listi ada proyek beberapa bulan diluar negeri dan yang ganteng dan katanya mantan kamu itu yang menggantikan posisi Bu Listi sementara" goda Vita tersenyum jahil.


"kok bisa sih"


"mana ku tahu".


Merry dan Nia yang baru saja datang menatap Rosella dan Vita dengan sinis, "mulai lagi deh" gumam Vita.


"Vit, aku nggak mau berantem lagi ya" peringat Rosella.


"Lumayan juga ya liburannya" ucap Mery sengaja memancing mereka.


"iya dong, bisa jalan-jalan lumayan lah ya. . . untung pak bos ganteng cuma scorsing" balas Nia tak kalah nyaring.


"nggak mempan tuh" ucap Vita menarik tangan Rosella untuk segera duduk dan mengabaikan mereka berdua.


"kalo mereka tahu ternyata kamu istrinya pak Alden gimana ya Ros" bisik Vita pelan.


"Vit!"


"kalo Ros".


"jangan sampe deh"


"kenapa?, bukannya bagus" ucap Vita, ia heran kenapa juga Rosella harus menutup-nutupi hubungan nya dengan Alden.


"Eh, ada ralat peraturan ini" ucap Vita yang baru saja melihat ponselnya, ia melihat wa group perusahaan yang seperti nya tengah ramai.


"apa" tanya Rosella yang masih menatap layar laptopnya.


"Mulai sekarang pasangan suami istri diperbolehkan untuk bekerja di perusahaan dengan syarat-syarat tertentu" ucap Vita girang.


"berarti nanti kalo aku nikah sama Junot nggak perlu resign dong" ucapnya bersemangat.


Sedangkan Rosella masih berpikir,


Apakah ini ulah Manusia batunya?.


.


.


.


MASIH LEMPENG YA GAESSS, KONFLIK NYA ENTAR AJA HEHEHEHE


MINTA DUKUNGAN NYA YA LIKE, KOMEN DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA 💋💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2