
Ide gila macam apa ini, hatiku terus menggerutu ketika suami ku mengajakku untuk ke pantai memenuhi keinginan ku yang terpendam selama ini.
Yaitu dia mengijinkan ku memakai bikini, tapi masalah nya pantai yang tak berpenghuni ini hanya kami, seperti dua manusia yang terdampar dan hilang arah.
"Gimana asik kan" ucapnya menoleh, genggaman pada tangan ku tak ia lepas sedikitpun.
Asik apanya orang sepi gini, inginku mengeluarkan kata-kata itu. Tapi aku tidak ingin ia kecewa karena aku tahu betapa susahnya ia memikirkan hal ini jauh-jauh hari.
"Asik kan kalau sama anak-anak deh kayaknya" ucap ku sembari menghirup udara segar.
"Ini waktu untuk kita berdua pacaran, jangan memikirkan anak-anak. Mereka pasti sedang bermain disana".
Aku menatapnya, tak bosan menatap mata tajam itu, dan yang membuat ku lemah adalah ia hanya mengenakan celana pantai dan bertelanjang dada.
Bulu-bulu di dadanya selalu membuatku lemah, kadang gemas sih haha.
"Kenapa?, ganteng ya?" ucapnya penuh percaya diri. Aku mempercepat langkah ku karena malu ketahuan memandangi nya.
mengambil jarak yang cukup jauh hingga aku berteriak di pantai kosong ini "Daddy you are so hot".
Setelah itu aku benar-benar berlari karena malu, ingin sekali menenggelamkan diri ku ke rawa-rawa.
Senyuman suamiku tak luntur ketika mengejar ku, lesung pipi favorit ku begitu nampak seksi disana.
Dan aku kalah, ia berhasil menangkap ku menghimpit tubuhku dengan tangannya yang berotot itu.
"Kamu juga lebih hot" ucapnya yang membuat ku segera menunduk. Dan benar saja, bikini berwarna biru muda ini aku beli sejak Era belum lahir, tapi rencana ku untuk memakainya hancur ketika tahu aku sedang mengandung.
Padahal sebenarnya aku ingin mengajak semuanya berlibur setelah pertemuan kita yang sangat aku syukuri ini.
Usapan pada pipi ku membuat ku kembali tersadar, "ini yang buat nggak hot" ucap ku menunjuk bekas jahitan yang sudah lumayan menghilang sih, tapi lama sekali.
Mamah sudah menawarkan berbagai macam cara untuk menghilangkan nya, tapi dilarang oleh suami ku ini, katanya ini adalah bekas luka terindah karena Alron keluar dari sini.
Jujur saja bahkan mas Alden begitu memanjakan Alron karena rasa bersalahnya, selalu mengutamakan Alron diatas segalanya. Sudah berulang kali aku memperingatkan nya tapi ia tak perduli.
Karena baginya waktu yang terbuang bersama Alron, tidak akan bisa dibayar dengan apapun.
Aku terhenyak ketika mas Alden membungkuk dan tiba-tiba mencium perut ku "Ini yang membuat mu semakin seksi ketika kita bercinta" ucapnya dengan nakal.
Sudah tidak waras memang, aku sampai heran dengan si mesum ini.
__ADS_1
"Mas aku mau tidur di pasir" Dahi suamiku berkerut ketika mendengar nya.
Aku yakin dia salah mengartikan, otaknya memang tak jauh-jauh dari hal itu.
"Berbaring" ucap ku menjelaskan.
Kami memilih tempat berteduh dibawah pohon, lalu berbaring bersama menatap langit biru.
Saling bergandengan tangan menikmati suasana yang begitu indah dan sejuk ini.
Setelah aku puas menatap langit, aku menoleh kearah suami ku, yang ternyata tengah memandangi ku.
"Apa?" tanya ku tersenyum.
Dia tersenyum sembari mengangkat alisnya "Aku benar-benar tidak akan mengijinkan mu memakai bikini ditempat umum, kecuali kamu mau kesini lagi tahun-tahun selanjutnya".
Aku mengangguk, pasrah saja karena memang semua ini sudah menjadi hak dan miliknya.
Segera aku mendekat dan menaruh kepalaku pada lengan berotot ini.
"Ros" panggil nya lagi yang membuat hatiku bergetar.
"Aku rasa semenjak Rara lahir kamu tidak pernah cemburu lagi padaku" detik itu aku menoleh menatap netra nya.
Jelas saja mas Alden pasti berpikir keras untuk hal itu dulu sewaktu hamil aku begitu pencemburu akut dan sekarang aku seolah biasa-biasa saja.
Bukan nya seperti itu, aku hanya sedang menaruh kepercayaan padanya. Ya, seyakin itu aku pada suamiku dan tidak ingin membebani nya dengan cemburu yang tidak jelas ini.
"Siapa bilang" ucap ku terdiam sejenak "Aku selalu cemburu padamu, aku selalu takut jika ada rekan kerja wanita mu. Tapi diumur kita yang tak lagi muda ini, aku memilih mengubur dalam-dalam rasa kekanak-kanakan itu".
Dia lalu memeluk tubuhku begitu erat "Tunjukan kecemburuan mu, aku lebih suka seperti dulu waktu kamu mengandung yang begitu cemburu".
Aku mengangguk di pelukannya, Mas Alden kerap kali menunjukan kecemburuannya memang. Apalagi waktu aku mengantar anak-anak ke sekolah aku pernah digoda oleh bapak-bapak dan juga guru mereka.
Alhasil setelahnya, ia selalu mengantar ku kemanapun itu.
"Apakah kamu ingin memiliki anak lagi?" tanya nya sedikit menjauhkan wajahnya.
Mendengar hal itu membuat ku gelagapan, sebelumnya memang tak pernah terpikirkan untuk memiliki anak lagi.
"Aku rindu sikapmu dan juga manja mu ketika mengandung, apalagi kamu selalu sibuk dengan anak-anak. Aku hanya kebagian waktu tengah malam saja, itupun jika Rara tidak rewel".
__ADS_1
Ia terus menggerutu panjang lebar dan aku mendengarnya dengan senyuman.
"Aku akan memikirkannya setelah Rara sudah besar" mencubit rahangnya dengan gemas "Yang penting jatah mu aman".
Aku kecup keningnya dengan lembut "Mas, maaf ya jika aku sibuk dengan anak-anak. Aku berjanji akan lebih memperhatikan mu, dan akan menunjukan kembali keposesifan ku jika itu mau mu".
Lihat saja haha.
Biasanya orang tidak nyaman jika diposesifi, tapi ini malah minta.
Mata ku dan matanya saling bertemu, menyelami perasaan satu sama lain.
Mas Alden, Daddy dari anak-anak ku aku jatuh sejatuh-jatuhnya pada bongkahan es yang melebur menjadi kehangatan ini.
Mengingat sikap dingin mu dulu membuat ku gemas, bahkan sekarang kadang kala masih seperti itu.
Entah sejak kapan bibirnya sudah bergerak lembut menyusuri mulutku dan membuatku mulai hanyut terbuai. Tangannya menyentuh lembut pipi ku.
Hal yang tak ku sangka di dunia ini adalah menjadi istri mu, dan indahnya bahkan kita saling mencintai. Waktu pertama kali melihat mu di bar, aku memang merasa ada yang berbeda dengan mu diantara semua manusia di muka bumi ini.
Ditambah lagi ketika pertama kali aku melihat mu tersenyum, duniaku bertaburan dengan bunga-bunga waktu itu.
Tangan kokoh dan pundak mu selalu nyaman untuk aku jadikan sandaran, sandaran hidupku.
Mas, mari membesarkan anak-anak bersama dengan kasih sayang seperti ini. sentuhanmu selalu berhasil membuat ku bergetar.
Suamiku, meskipun kehidupan kedepannya akan seperti ombak yang pasang surut, aku harap kamu selalu menjadi genggaman saat kita sama-sama goyah.
Mencintai mu begitu indah mas, hidupku yang dulu penuh kegelapan kini terang benderang karena dirimu ditambah anak-anak kita.
Salam cinta untuk suami batu ku❤️ hahaha semoga tak keberatan ya, itu panggilan sayang ku untuk manusia nomor satu di hatiku.
.
.
.
Nangis dah beneran, kenapa harus seperti ini kalo mau namatin novel. Masih ada satu part lagi ya gaes.
Like komen and vote gaess 💋
__ADS_1