
"Axel ayo ikut Daddy" ucap Alden pada Axel yang baru saja menghabiskan makanannya.
"nanti dulu dad, biarkan dia tidur siang dulu" sela Rosella.
"tapi maunya tidur sama Mommy dan Daddy" ucap Axel dengan tatapan penuh permohonan.
"sama Mommy aja ya" bujuk Rosella yang malas harus tidur dengan Alden , meskipun itu adalah kebiasaannya setiap hari namun tidak ada yang berubah Alden tetap seperti batu.
Axel menggelengkan kepalanya dan mengerucutkan bibirnya tanda ia merajuk dan tidak ingin dibantah.
"ayo kita tidur siang" ucap Alden yang langsung merengkuh tubuh Axel menuju kamar.
Axel tidur ditengah-tengah Rosella dan Alden "mau dipeluk" ucap anak kecil itu dengan manja.
Alden dan Rosella lalu memeluknya begitu saja, hingga tangan Alden menimpa tangan Rosella. Rosella membulatkan matanya seketika menatap Alden yang semakin mengeratkan pelukannya.
"dad" gerutunya
"kenapa" jawab Alden dengan entengnya
"lepaskan" ucap Rosella jengkel
"ditengah tengah kita masih ada Axel aku tidak mungkin menyentuh mu lebih dari ini" ucap Alden yang bisa membaca pikiran Rosella.
Rosella menelan ludahnya kasar, ia memang sangat takut karena tidak berpengalaman dalam hal ranjang. . . memikirkan nya saja sudah membuat darahnya berdesir.
"tapi-" ucap Rosella terpotong saat menerima satu kecupan panas di keningnya dari Alden, lalu Alden berganti mengecup dahi Axel. . .
sedangkan Rosella masih mematung menerima hadiah berupa kecupan yang tak terduga itu. . .
"tidurlah" ucap Alden kemudian memejamkan matanya.
Rosella berkali kali menghela nafasnya, jantung nya sungguh berlarian kesana-kemari.
__ADS_1
namun, sungguh tidak adil jika ia yang jatuh hati duluan pada manusia batu ini. . .
waktu menunjukkan pukul tiga sore, matahari mulai terbenam dengan seiring nya waktu . . . langit menunjukkan warna kuning keemasan.
Rosella menggeliat mengganti posisi tidurnya, ia memeluk sesuatu yang beraroma harum dan nyaman ketika ia menelusup kan kepalanya.
namun ia tersadar ketika pelukannya terbalaskan.
ia segera membuka matanya, menjauhkan tubuhnya dari tubuh Alden yang semakin menghimpit nya. . .namun semua itu sia-sia karena Alden tidak membiarkan Rosella menjauhkan diri nya sejengkal pun.
"lepaskan!" ucap Rosella meronta-ronta, namun Alden malah mengeratkan pelukannya.
"diam atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini" ancam Alden dengan mata yang masih terpejam.
Rosella lalu diam seribu bahasa dan tidak bergerak sama sekali ia bahkan lupa cara untuk bernapas.
"bernafas lah!" tegas Alden yang merasakan kegugupan Rosella.
Alden tersenyum kecil melihat tingkah laku Rosella yang begitu menggemaskan.
"kamu bahkan melupakan perintah saya" ucap Alden begitu serius.
"perintah?" tanya Rosella dengan kening yang berkerut mendongak kepalanya menatap manik mata Alden.
"Hem, skin to skin"
seketika Rosella mengingatnya, namun bisa-bisanya ia menyuruh nya untuk menyentuhnya tanpa tahu malu...
"aku bukan wanita murahan yang mudah menyentuh laki-laki sembarangan" ucap Rosella sewot.
"dan saya suami mu bukan laki-laki sembarangan".
"huh, aku benar-benar tidak suka cara bicara mu yang datar bahkan bisa dibilang dingin tidak ada lembut-lembutnya sama sekali" ucap Rosella panjang lebar.
__ADS_1
Alden menangkup wajah Rosella untuk menatapnya "saya tidak bisa seperti itu, karena inilah saya yang apa adanya".
Rosella salah tingkah menerima tatapan Alden yang menghujam jantungnya, ia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah "bersikap lembut lah sedikit saja, wanita benar-benar tidak suka pada laki-laki yang seperti batu".
"batu?"
"iya kamu bahkan tidak pernah melirik ku sedikit pun meskipun berada di kamar yang sama , bahkan ranjang yang sama".
satu kecupan manis Alden layangkan pada kening Rosella lagi "maaf, saya hanya menjaga jarak agar kamu tidak terlalu takut dengan saya".
entah ada angin apa kata-kata Alden yang mungkin sangat datar namun begitu menyentuh hati Rosella, Rosella memberanikan diri melingkarkan tangannya pada tubuh kokoh itu.
Alden tersenyum lalu membalas pelukan Rosella dan mendekapnya erat dalam pelukannya yang nyaman.
"bolehkah aku mencium bibir mu" ucap Alden dengan santai, namun berbeda dengan Rosella yang tercengang mendengar kalimat itu.
bisa-bisanya ia bertanya tentang hal itu. . . jika ia ingin bukankah harusnya langsung mencium nya saja . . . huh.
Rosella menjauhkan tubuhnya lalu menatap Alden.
"bisakah kamu tidak mengutarakan langsung apa yang kamu mau, ya setidaknya basa basi sedikit lah" ucap nya menatap Alden.
"saya tidak pandai perihal wanita, maka dari itu saya selalu berusaha menyampaikan apa yang saya mau. . . karena saya juga tidak suka membaca kode dari wanita kamu harus berperilaku seperti saya".
"dad!, tidak semua orang bisa santai berbicara tentang hal itu secara blak-blakan. . . . dan aku tidak suka kamu berbicara formal padaku".
"baiklah" ucap Alden mendekat kan wajahnya pada Rosella, Rosella pun bisa merasakan hembusan nafas Alden yang panas itu.
ceklek. . .
"Daddy apakan Mommy" ucap anak kecil berlarian menghampiri mereka. . .
dan Rosella bisa bernafas lega karena Axel datang. . .
__ADS_1