Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Mommy sungguhan?


__ADS_3

"Daddy pasti juga senang punya Mommy"


aku sampai tidak bisa menjawabnya.


"Axel , ayo mandi dulu"


"iya dad, besok pulang sekolah Axel mau ke rumah Mommy"


"iya" aku pasrah


sehabis makan malam Axel diantar tidur oleh bibi,.


"mah , aku mau bicara?" aku menunggu mamahku diruang tengah.


"mamah sudah tau tanpa kamu harus mengatakannya"...


"Hem"


"dia anak temen mama kali ini kamu nggak bisa nolak Al, dan Axel sudah setuju"


"apa mamah yakin dengan perempuan itu"


"seribu kali yakin, dia berbeda dengan ibunya Axel, mamah juga sudah memastikan semua sikapnya.. mamah udah lama mengenalnya. . dia anak yg baik"


"aku akan mempertimbangkan nya"


"mama tidak mau kamu mempertimbangkannya , kamu harus berkata iya titik"


"mana bisa begitu mah"


"apa kamu tidak penasaran, bagaimana wanita yang sudah berhasil menaklukkan Axel" mamah tersenyum licik, bahkan aku anaknya sendiri haduh..


sejujurnya aku juga penasaran. . .


"tidak"


"terserah. . .mamah akan mengatur pertemuan kalian" mamah pergi meninggalkan ku sendiri. . .


malam ini bahkan otakku dipenuhi dengan perkataan mamah dan sikap Axel, jujur aku pusing memikirkannya...


selama ini mamahku tidak pernah menggunakan Axel dalam perjodohan, tapi kali ini? Entahlah...


.


.


.

__ADS_1


Rosella POV


siang ini aku masih terbaring ditempat tidurku , terus menatap layar ponselku. . .


huh sudah dari kemaren kekasihku tidak ada kabar, ingin aku mencarinya sebenarnya tapi apalah daya . . . ibuku masih disini


"Ros!!!"


nah benarkan , sungguh kuping ku tidak bermasalah Bu jadi jangan teriak..


"apa Bu" aku keluar kamarku dengan malas


"anak perawan jam segini masih diatas kasur"


ya Tuhan memang apa yang harus aku lakukan , bahkan ia sudah memasak dari matahari belum terbit


"ibu mau aku ngapain?"


"ya ngapa-ngapain sana yang penting gerak"


astaga jadi apa yang harus diperbuat memang emak selalu didepan.


akhirnya ku putuskan untuk menyiram rumput didepan kontrakan ku, aku tidak punya bunga . . tidak sempat merawatnya.


tin. . tin. . suara mobil berhenti di depan sana


Axel?


"Mommy"


"yes baby" aku mencium kedua pipinya bergantian , sangat menggemaskan.


"i Miss you"


"me, too baby"


"kalian manis sekali, rasanya Tante ingin cepat-cepat" kata tante Melinda yang dari tadi berdiri dibelakang Axel.


"cepat-cepat apa Tante?" tanyaku


"asudahlah ,mana ibumu"


"didalam tan, ayo masuk".


aku menggenggam tangan kecil Axel dan memasuki rumah. . . terlihat ibuku yang baru saja dari dapur menghampiri Kita. .


"cucuku sudah datang"

__ADS_1


apa?! cucu kata ibu?!. . batinku


aku semakin curiga. . .


"rose ada yang mau Tante bicarakan sama kamu"


"bicara apa Tante" jawabku sambil mengelus rambut Axel yang duduk disebelah ku.


"Tante kamu mau jadi Mommy nya Axel dan menikah sama anak Tante"


deg


deg


deg


seketika otakku kosong, aku bahkan tidak tau bagaimana cara menolaknya. . .


"tapi Tante..."


"tidak ada penolakan rose" ya ibuku sudah memotong nya duluan


"buk, aku bahkan tidak tahu laki-laki seperti apa Daddy nya Axel"


Axel menatap kecewa padaku


"Daddy Axel baik mom" kata anak kecil itu.


"Axel mau beli es krim?, ayo kita beli es krim sebentar ya" ibuku meraih tangannya mengajaknya pergi...


"tidak ada kata tidak Ros buat ibu lebih bangga padamu, percaya sama Tante Melinda" ucap ibuku lalu pergi bersama Axel


kini tinggal aku bersama Tante Melinda


"Ros, maafkan tante . . . bukanya Tante tidak tau malu atau apa? Tante tau kamu masih gadis dan anak Tante sudah duda,maafkan tente" air mata membasahi pipinya


aku mendekati dan memeluknya. . .


"Tante saya tidak pernah ada pikiran begitu, sebenarnya sya yang justru lebih rendah disini . . saya tidak berpendidikan seperti anak Tante, saya tidak cantik ataupun kaya apalagi pekerjaan saya" ucapku tulus


"tapi kamu anak yang baik Ros, dan Axel menyayangi mu Tante percaya kamu bisa jadi ini yang baik buat Axel"


"memang ibunya Axel kemana Tante"


"dia melarikan diri sejak melahirkan Axel, bahkan Axel tidak pernah melihat dia


dia semakin terisak, aku bisa merasakan bagaimana sedihnya dia

__ADS_1


"baiklah Tante , akan kupertimbangkan"


hanya itu satu-satunya kalimat yang terlintas dipikiran ku.


__ADS_2