Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Wanita luar biasa


__ADS_3

"Mas" ucap Rosella ketika Alden menariknya dan hendak menghampiri bapak-bapak itu.


"perlu aku beri pelajaran mereka Ros".


"selamat pagi" ucap Alden mencoba tersenyum semanis mungkin.


"siapa ya?".


"Ah ya, perkenalkan saya suaminya Rosella, Daddynya Alron" ucap Alden mencoba ramah.


"punya istri cantik kok dianggurin, kemarin-kemarin kemana aja".


"Daddy hahahah, modal tampang doang gayanya sok-sokan dipanggil Daddy".


"motornya **** lagi".


Alden tersenyum kecil karena itu "saya hanya ingin memperingatkan bahwa jangan menggoda istri saya lagi atau bapak akan tanggung sendiri akibatnya" ucap Alden mengancam.


Namun Rosella segera menarik tangan Alden ketika Alden hendak maju dan emosi "mas jangan kayak gini" ucap Rosella menoleh sekitar memang semua orang nampak menoleh padanya.


"maaf pak kami permisi dulu" ucap Rosella menarik tangan Alden untuk pergi darisana.


"Ros, harusnya kamu biarin aku mukulin mereka satu persatu" ucap Alden emosi.


"Emosi tidak akan menyelesaikan masalah mas, lagian kamu mau semua orang akan menilai Daddynya Alron adalah orang yang emosian".


Alden berkali-kali menarik nafasnya "baiklah untuk kali ini aku mengalah, lihat saja nanti aku kan bawa mobil keluaran terbaru untuk kesini".


"ish, jangan sombong" ucap Rosella segera mengajak Alden untuk pergi darisana.


"Mas nanti aku kerja" ucap Rosella dengan ragu.


Alden yang sedang membantu Rosella mengiris tempe, menoleh pada istrinya.


"kamu kerja apa?" tanya nya sembari meletakkan pisau.


Rosella kemudian menghampiri Alden dengan semangkuk adonan tepung terigu di tangannya.


Rosella segera meletakkan nya dan duduk disamping Alden.


"aku menjadi bartender lagi" ucap Rosella.


Sejujurnya Alden sangat takut dengan profesi istrinya yang benar-benar tidak aman itu. Namun sebisa mungkin ia mencoba tersenyum, karena darisitu lah Rosella mendapatkan penghasilan untuk membiayai hidupnya dengan Alron.


"Nanti aku temani kesana" ucap Alden tersenyum.


Rosella mengangguk, ia kira Alden akan marah


"yaudah, mana tempe nya aku goreng dulu" ucap Rosella berdiri.


"abis ini kamu makan aja mas, aku mau tidur sebentar" ucap Rosella berjalan menuju penggorengan.


"capek ya?" ucap Alden yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Rosella dan merengkuh pinggangnya.


"iya, badan aku capek semua karena kamu" keluh Rosella namun masih dengan senyuman.


"padahal aku mau minta lagi" ucap Alden dengan santainya.

__ADS_1


Rosella refleks menyikut perut Alden yang ada dibelakangnya "kamu nggak ada capek nya ya" ucap Rosella kesal, sudah semalaman mereka bertempur habis-habisan .


"kalau untuk yang satu itu tidak" ucap Alden meletakkan dagunya pada ceruk leher Rosella. Menghirup dalam-dalam aroma feromon favoritnya.


Manja sekali suaminya ini.


"dia mancing dimana sih?" tanya Alden yang entah sudah keberapa kalinya.


"di belakang rumahnya ibu" ucap Rosella dengan mata yang terpejam.


Tidur yang ia rencanakan gagal total, karena Alden berhasil membujuknya untuk berhubungan.


Namun kini terus direcoki oleh suaminya lagi karena mengkhawatirkan anaknya.


"nggak bahaya" tanya nya kemudian memeluk tubuh Rosella yang terbalut selimut tebal itu dengan erat.


"orang di kolam kok" lirih Rosella kesal, ia mengerucutkan bibirnya.


Alden tersenyum melihat itu "udah pakai baju belum sih" ucapnya membelai lembut pipi Rosella.


"massss, aku udah capek" gerutu Rosella.


"iya-iya, kamu istirahat aja" ucap Alden mengecup bibir Rosella dengan lembut.


"mas!" pekik Rosella saat Alden malah memperdalam ciumannya.


"cium aja Mom, janji"


Mendengus kesal Rosella sontak mengangguk "nggak lebih ya" peringatnya.


"iya".


Setelah ciuman yang panas dengan waktu yang lumayan lama, Alden akhirnya memilih menyusul Alron dan membiarkan Rosella beristirahat.


Gemerlap lampu, dengan musik yang begitu keras menyelimuti suasana bar ini.


Rosella menggenggam tangan Alden yang terus menatap pada tampilan bar ini.


"bagus nggak?" tanya Rosella, karena dekorasi bar nya didesign gaya klasik jaman dahulu, namun itu malah menjadi daya tarik tersendiri pada bar ini.


"bagus" ucap Alden menatap sekeliling.


Bar sudah lumayan ramai malam ini.


"malam mbak Ros" entah sudah berapa banyak karyawan disini menyapa Rosella dengan sopan.


"iya" jawab Rosella.


Rosella segera mengajak Alden untuk ke meja bartender nya "kamu duduk sini aja mas" ucap Rosella menunjuk kursi depan mejanya, yang biasanya digunakan oleh pelayan VVIP nya.


Alden menurut begitu saja, memandangi istrinya penuh cinta. Rosella berkali-kali lebih seksi ketika mengenakan celemek dan mengikat kuda rambutnya.


"mau minum?" tawar Rosella.


"boleh" jawab Alden mengangguk.


"tanpa alkohol ya?" tanya Rosella karena dulu itu kebiasaan Alden.

__ADS_1


"yang ada alkohol nya saja" ucap Alden yang membuat Rosella mengerutkan keningnya.


"aku sekarang menyukainya" ucap Alden tampak ragu.


"baiklah" ucap Rosella namun masih tidak percaya, padahal dulu Alden sangat tidak suka dengan minuman beralkohol.


Rosella segera membuatkan minuman yang paling terkenal di bar ini.


Alden salah, Rosella terlihat seksi dan cantik saat ini mengocok minuman lalu meracik bir itu, bahkan mata Alden tidak berkedip tatkala melihatnya.


"silahkan" ucap Rosella tersenyum "jangan melamun pak, iya-iya istrinya cantik" canda Rosella saat Alden terus menatapnya.


"Eh" tuh kan Rosella jadi kepedean, Alden segera meraih minuman itu, lalu meneguknya.


"enak" puji Alden.


"tentu saja, itu minuman termahal disini" ucap Rosella tersenyum.


"nanti aku bayar" sahut Alden ikut tersenyum "diranjang tapi".


Ck, otak suaminya memang tak jauh dari ranjang.


"biar saya yang menggantikan mbak sell" ucap seorang laki-laki yang baru datang.


"nggak ada tamu VVIP hari ini?" tanya Rosella, karena ia hanya akan turun tangan untuk orang yang membayar tinggi hahaha.


"tidak ada, mbak Sella sudah ditunggu mas Erik".


Erik adalah seseorang yang Rosella percayai untuk mengatur keuangan di bar nya ini, jadi ia tinggal terima beres.


Di dalam ruangan kecil Bar.


Alden terus memperhatikan dua manusia yang sepertinya sedang menghitung keuangan bar ini, ia masih tak paham kenapa Rosella terlibat didalamnya.


"nanti saya TF ya mbak sell, saya pamit dulu" ucap Erik sopan "mari pak"


"iya".


Alden menatap Rosella "Sella?" ulang nya yang tak paham, karena sedari tadi semua orang memanggilnya seperti itu.


Rosella tersenyum kecut karena itu "aku sempat mengganti nama ku" ucapnya lalu menunduk "aku takut jika kamu atau keluarga mu akan menemukan ku".


Alden menggenggam tangan Rosella "setakut itukah kamu".


Rosella mengangguk "sangat takut".


Alden mendekap tubuh Rosella, lalu mencium puncak kepala nya dengan sayang "jelaskan padaku, kenapa kamu begitu disegani disini".


Rosella tersenyum lalu mendongak menatap wajah tampan itu "sebenarnya bar ini adalah milikku".


"apa?!"


"kamu pasti tidak percaya kan, aku pun juga mas" Rosella menghela nafasnya "bar ini menjadi milik ku, dan aku adalah bos disini, rasanya masih seperti mimpi, apalagi setelah bar ini berkembang lalu aku bertemu dengan mu".


"jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini mas".


Alden mengecup bibir Rosella "terimakasih sudah menjadi wanita yang luar biasa untuk aku dan anak-anak".

__ADS_1


LIKE KOMEN ANDA VOTE GAESSS 💋


__ADS_2