
Kicauan burung-burung dan nyaringnya suara ayam seolah menjadi alarm di sebuah desa yang begitu hijau dan asri ini.
Rosella mengerjapkan matanya perlahan menggeliat saat merasakan nyaman memeluk sesuatu.
tunggu. . .
ia menelan ludahnya kasar saat mendapati dirinya memeluk Alden begitu erat. tapi untung saja Alden masih tidur.
tapi, bukankah Alden yang memeluknya semalam. . . kenapa jadi ia yang memeluknya.
Segera mungkin Rosella menjauhkan tubuhnya dari Alden, karena bisa berbahaya jika mereka terus berkontak fisik. sedangkan perasaannya?
entahlah. . .
"mau kemana?" tanya Alden yang masih memejamkan matanya, ia malah memeluk Rosella begitu erat saat merasakan pergerakan Rosella.
"Dad!, lepaskan. . . a aku . . mau masak" ucap Rosella begitu gugup.
"tubuh saya seperti nya ketagihan berkontak fisik dengan mu" ucap Alden dengan santai nya.
"a apa!" Rosella seolah tak percaya dengan kepolosan Alden , tapi yang begitu apakah bisa disebut polos.
"Dad, sebenarnya aku ragu menanyakan ini padamu. . . tapi apakah kamu selalu mengutarakan langsung apa yang ada di pikiran mu. Dulu pada mantan-mantan mu apakah juga begitu". Rosella melepaskan pelukan Alden duduk bersandar pada ranjangnya. ia meraih air mineral untuk di teguk nya.
"saya tidak pernah pacaran Ros".
"uhuk. . .uhuk. . " Rosella tersedak dan hampir saja menyemburkan air yang baru saja ia teguk.
"pelan-pelan!" Alden duduk lalu mengusap punggung Rosella.
"ti tidak pernah pacaran?" ulang Rosella lagi, seolah ia tak percaya jika Alden tidak pernah berpacaran.
"iya , saya tidak pernah berpacaran hanya menikah sekali saja. . . itupun jarang sekali berkontak fisik".
"bagaimana bisa ada Axel jika tidak berkontak fisik". Rosella sebenarnya malu mengatakan itu, tapi ia sangat penasaran bagaimana cara Alden memperlakukan mantan istrinya dulu.
"baiklah. . . sebenarnya saya sudah berjanji dengan diri saya sendiri untuk tidak mengatakan hal ini pada siapapun. tapi karena kamu istri saya sekarang, jadi tidak masalah".
"hal apa?" tanya Rosella yang terus menatap penasaran kearah Alden.
"kami hanya berhubungan tiga kali saja sampai ada Axel, selain itu tidak ada kontak fisik lainnya. . .bahkan saya tidak pernah mencium nya, jadi saya sangat ingin mencium mu" Alden menatap Rosella lekat-lekat "karena saya sangat ingin mencoba hal itu".
Rosella masih terdiam mematung, mencoba mencerna semua yang dikatakan oleh Alden.
tapi ia sangat tahu Alden adalah tipe orang yang tidak mungkin berbohong.
"jadi yang kemaren itu, ciuman pertama mu" ucap Rosella yang menundukkan pandangannya.
"iya Ros, jujur saja setelah melakukan nya. Membuat saya ingin melakukannya lagi dan lagi". ucap Alden meraih dagu Rosella.
"Dad!" Rosella menahan Alden yang hendak menciumnya.
"kenapa?"
"aku benar-benar ingin berkontak fisik dengan mu jika kita sudah sama-sama memiliki perasaan, jadi itu hal yang akan membedakan ku dengan mantan istri mu". Rosella beranjak dari ranjang lalu membuka pintu kamarnya.
"aku masak dulu, mandilah" ucapnya menengok kebelakang.
"hm"
"dasar batu" gumam Rosella seraya meninggalkan kamar nya.
__ADS_1
.
.
.
Rosella menyuapi Axel di depan rumahnya. Anak kecil itu begitu lahap mengunyah makanannya..
ia berlarian kesana-kemari dengan teman sebayanya, banyak anak tetangga yang bermain kerumah Rosella begitu mengetahui ada anak kecil disana.
Rosella tersenyum melihat Axel yang begitu riang, karena di sini banyak teman-teman sebaya nya. Berbeda jika dirumah nya ia hanya seorang diri.
"Mommy. . Mommy. . aaaaaaa" ucap Axel membuka lebar-lebar mulutnya.
Rosella menyuapi Axel "pelan-pelan sayang makannya, jangan lari dulu".
"iya-iya Mom".
"mbak Ros anaknya ganteng banget, gemesin" ucap ibu-ibu yang baru datang menggendong anaknya.
"hehe iya Bu Marni".
Ibu itu menurunkan anaknya dari gendongan nya, yang kemudian ikut bermain bersama teman-temannya. lalu ia ikut duduk bersama Rosella.
"umurnya berapa mbak?"
"lima tahun Bu Marni, kalo anaknya ibu sekarang umur berapa?"
"oh , si Kevin sekarang udah jalan empat tahun mbak Ros".
"Mom" panggil Alden yang baru saja keluar dari rumahnya.
"hehe iya Bu.
"ganteng" bisik Bu Marni pada Rosella, Rosella hanya tersenyum menanggapinya.
"ada apa Dad?"
"Axel udah makan?"
"ini baru habis" jawab Rosella menenteng piring nya.
Alden mengalihkan pandangannya pada Axel yang tertawa riang bermain bersama teman-temannya.
ia merasa bahagia saat melihat sang buah hati sebahagia itu.
"suami mu kerjanya apa Ros" tanya Bu Marni.
Sebenarnya Rosella sangat bingung, ia sendiri tak tahu Alden bekerja sebagai apa. .
"kantoran biasa Bu" ucap Alden lalu tersenyum.
apa?. . . tersenyum?
Rosella sungguh tercengang melihatnya, lesung pipi yang begitu nampak membuat senyumnya semanis madu.
Alden jarang sekali tersenyum, tapi sekalinya tersenyum sungguh tidak ada yang bisa mengalahkan pesona nya.
"oh" jawab Bu Marni lalu ikut tersenyum.
"jadi ke sawah nggak?" tanya Alden
__ADS_1
"ayuk. . . pak Dhe udah disana paling".
"Axel nggak papa?" tanya Alden.
"lihat tuh udah seneng banget dia main sama temennya".
"nggak papa mbak Ros biar saya jagain" ucap Bu Marni.
"iya Bu, sama Ros panggil ibu dulu".
.
.
.
"Axel, Mommy sama Daddy pergi dulu ya". ucap Rosella pada Axel yang masih sibuk bermain.
"mau kemana mom"
"ke sawah sebentar, kamu sama nenek dirumah ya" ucap Rosella membelai rambut Axel.
"oke mom" ucap Axel bersemangat, karena jika tidak ada Mommy nya ia akan bebas bermain. Rosella sangat overprotektif pada Axel, karena Axel memang selalu dijaga bagaikan barang yang mudah pecah oleh semua keluarga nya. . . selain itu Rosella sangat menyayangi nya.
Lalu Rosella mencium kedua pipi Axel dengan
gemas. "salim dulu boy".
"iya Mom".
"yaudah sana, jangan nakal ya".
"iya iya iya"
Rosella menghampiri Alden yang sudah diatas motor menunggu Rosella di depan pagar.
"dia bahkan mengabaikan ku" ucap Alden menatap putranya.
"udah lah Dad, kan jarang juga dia punya banyak teman". jawab Rosella sambil naik ke atas motor.
"iya, terimakasih sudah memberikan kebahagiaan untuk nya".
"jangan berlebihan , ayo".
"Ros, aku belum pernah jatuh cinta. . . .jadi aku sendiri tidak tahu apakah sudah mencintai mu atau belum" ucap Alden mengemudikan motornya pelan.
"nanti juga akan tahu sendiri" ucap Rosella menyunggingkan senyumnya.
"kapan?"
"sudahlah, pelan-pelan Dad".
"yes Mom"
.
.
.
Bantu like dan komen ya gaesss 💋 💋💋💋💋
__ADS_1