BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Tidak Ada Romantis-Romantisnya


__ADS_3

Haii guyss, hari ini otor mau bikin cerita Aisya, bergilir ya biar tidak bosan.


***


Aisya Jennahara Herlambang, wanita cantik dengan segalanya yang ia punya. Sebagai puteri bungsu dari keluarga Herlambag, Aisya mendapatkan kasih sayang yang berlebih, terutama dari sang ayah yang sangat memanjakannya.


Keperibadiannya sangat unik dan menarik, Aisya tidak pernah bersikap sombong walaupun ia mampu. Justru sebaliknya, Aisya mempunyai sifat rendah hati dan mau menolong sesama. Tak lain karena Ainun yang mengajarkannya bagaimana harus bersikap.


Mempunyai kakak seperti Langit juga jadi satu kelebihan baginya. Langit bukan hanya berperan sebagai kakak melainkan sebagai ayah juga. Tanggung jawabnya begitu Aisya rasakan terlebih Langit akan bersikap protektif menyangkut pria yang mendekati Aisya.

__ADS_1


Keinginan Aisya bersekolah di London sempat ditolak Adam. Pasalnya Aisya dinilai tidak akan mampu hidup sendiri, anaknya manja dan segala sesuatunya harus dibantu orang lain. Terlebih Ainun tidak mau berjauhan dengan puterinya. Pada Langitlah Aisya meminta tolong meyakinkan papa dan mamanya. Langit menyanggupi dengan syarat semester pertama Aisya harus mendapatkan nilai bagus.


Menginjak tahun ke 3, Aisya secara tidak sengaja berkenalan dengan Zayn yang kini menjadi suaminya. Saat itu status Aisya juga masih berpacaran dengan Bryan.


Diam-diam Aisya menaruh hati pada Zayn karena sikapnya yang dingin. Zayn sama sekali tidak merespon, hingga saat Aisya mau wisuda mereka kembali bertemu di acara ulang tahun teman mereka di London. Hati Zayn sudah mulai melunak entah karena kecerewetan Aisya yang membuatnya menyerah atau ada hal lain. Hingga Zayn mengutarakan niatnya untuk berpacaran dengan Aisya namun Zayn berniat ingin melamar Aisya secara langsung.


"Ini Kak, buat Kakak yang manisnya buat Aisya yang asemnya." Aisya membagi mangga untuk Maryam dan dirinya. Mangga yang Langit belikan sore tadi.


"Jadi gini Kak, setelah Wisuda papa dan mama kan maksa buat Aisya langsung pulang. Ya sudah Aisya pulang bareng papa sama mana, nah Zayn juga menyusul pulang dua hari setelah Aisya ada di Jakarta. Zayn minta ketemuan dulu, dia bilang mau lamar Aisya cepat-cepat karena dia mau berangkat lagi ke Madinah secara kuliahnya juga belum selesai.

__ADS_1


Zayn bilang, Aisya aku mau melamar kamu. Kalau kamu bersedia nanti aku akan langsung datang menemui kedua orang tuamu." Aisya mengatakan perkataan Zayn dulu saat mau memperjelas hubungannya. Tak lama ekspresinya berubah seolah malas bercerita lagi.


"Loh ko kaya yang malas gitu, kenapa?"


"Gimana nggak malas, Kak. Masa waktu itu Zayn tidak ada romantis-romantisnya niat mau ngelamar. Aisya sudah bilang 'iya' aja langsung ngajakin pulang, katanya nggak baik ngajakin lama-lama keluar."


Maryam lantas tertawa melihat Aisya kembali kesal kala mengingatnya. Kedua kakak beradik itu memang berbeda. Ketika belum menikah, suaminya malah super dingin dan menyebalkan mungkin karena status mereka juga tapi sekarang suaminya malah mempunyai berjuta-juta kejutan untuk menyenangkan dirinya.


"Jangan disesali, Zayn memang sudah benar ko kalau menurut Kakak dalam memperlakukanmu sebelum kalian nikah. Tandanya Zayn itu serius dalam berhubungan dengan kamu. Kalau nggak mana mungkin Zayn saat ini nikahin kamu, malah kamu sedang mengandung anaknya pula. Yah namanya kaum adam, sukar mengekspresikan diri mereka tapi mereka lebih banyak mengekspresikannya dengan perbuatan mereka," jelas Maryam yang disetujui Aisya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2