BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
You are the reason


__ADS_3

flashback on


Ketukan pintu kamar kost tepat jam 11 malam mengagetkan Emieer. Ia baru saja hendak memejamkan mata sepulang dari kuliah malam yang ia jalani. Emieer kemudian membuka pintu kamar kost untuk mengetahui siapa yang datang. Begitu pintu kamar ia buka, amat terkejut nya ia karna mendapati Georgia atau Sava berdiri dengan wajah sebab.


"Sava,!" seru Emieer kanget.


"Boleh aku menginap untuk malam ini kak?" Ucap Sava mematung di depan pintu kamar kost Emieer, dengan suara parau, sejenak Emieer berfikir.


"Masuklah, kita bicara di dalam." ajak Emieer pada sang kekasih, tapi di benaknya penuh dengan tanda tanya besar.


Sava kemudian masuk ke kamar kost Emieer. Setelah ia berada di dalam kamar kost, Sava merosot lunglai ke lantai sambil menyembunyikan wajahnya di kedua tumpukan tangan nya yang terlipat di kedua lututnya. Dan ia kembali tersedu, berurai air mata.


Suara isakan tangis Sava memenuhi seisi ruangan kamar. Emieer bigung dengan kedatangan sang kekasih yang mendadak itu. Bahkan sang kekasih datang dengan suasana hati sedih. Kemudian Ia memungut tas ransel yang Sava geletakan begitu saja di lantai. Menaruh nya di sisi tempat tidur, kemudian Emieer berjongkok menyentuh pundak Sava. Menguatkan gadis itu dengan sentuhan sayang.


"Ada apa,?" tanya Emieer dengan suara tenang dan lembut sambil melingkarkan tangan kanannya di bahu Sava.


"Sava....ada apa sayang.?" tanya lagi Emieer semakin penasaran. Sava kemudian bergerak menegakan kepala nya dan menoleh ke arah sang kekasih.


Bukannya bicara, tangis Sava pun kembali pecah. Kemudian Sava merangsek ke dalam dada sang kekasih. Menenggelamkan kepala nya di dada bidang Emieer dan tersedu kembali berurai air mata. Lagi lagi Emieer hanya bisa pasrah menunggu sang kekasih sedikit tenang untuk bisa di ajak bicara.


Setelah Sava sedikit bisa mengendalikan diri serta pikirannya kembali rilex. Sava kemudian menceritakan semua kejadian yang ia alami di rumah besar. Tanpa ada hal yang ia tutupi. Sava menceritakan semua nya.


Sava juga menceritakan, bahwa ia ternyata bukan bagian dari keluarga pengusaha kaya Hasan Malik. Sava menceritakan tentang diri nya yang ternyata hanya lah anak adopsi,bahkan di pungut dari hamparan perkebunan teh 18 tahun lalu. Semua ia curahkan dan ceritakan pada Emieer.


🍁🍁🍁🍁


Setelah bercerita panjang lebar, akhirnya dalam keadaan yang masih bersedih, Sava baru bisa tidur ketikan menjelang subuh. Sava tidur di ranjang milik Emieer yang memang hanya muat untuk satu orang saja.


Setelah memakaikan selimut untuk sang kekasih sebagai penghangat tubuh, Emieer kemudian juga mengistirahatkan raga nya dengan tidur di lantai beralaskan bed cover.


Sebelum terlelap karna rasa capek seharian beraktifitas, pikiran Emieer berputar-putar tak karuan. Banyak hal yang ia sedang pikirkan saat itu mengenai Sava, yang meninggal kan rumah nya.


🍁🍁🍁🍁


Udara segar dan sejuk menguasai pagi kala itu.


Seorang pemuda dan seorang gadis tampak masih terlelap dalam tidurnya di satu ruangan. Sava tampak masih meringkuk berselimut di rajang kecil milik Emieer. Sedangkan Emieer sendiri tidur di lantai dengan bed cover sebagai alas. Tak lama tubuh Emieer bergerak, dan sejurus kemudian ia mengerjabkan mata nya.


Setelah menggeliat beberapa detik, Emieer pun bangkit dari tidurnya.


Beberapa jam kemudian.


Emieer kini telah berpakaian rapi siap untuk pergi bekerja. Saat diri nya sudah bersiap hendak pergi, ia kemudian berjalan ke arah Sava yang masih terlelap. Awal nya Emeeir bingung bagaimana cara membangunkan Sava, karna sebelumnya memang dia tidak pernah bersama dalam satu ruangan dengan kekasih nya itu.


"Sava... bagun....." panggil Emeeir. Menggoyangkan pundak Sava dengan pelan. Sava menguap, menggeliat beberapa detik dan sejurus kemudian pandangan menyapu seisi ruangan. Hingga akhirnya tatapan nya terhenti pada sosok pria tampan yang selalu membuat diri nya hangat.


"Emieer....."


"Selamat pagi nona Georgia Savanah, jangan kaget yaa, kau sedang tidak berada di kamar mu. Tapi kau berada di kamar ku."

__ADS_1


ucap Emieer dengan memasang wajah penuh senyum manis.


"Ya, aku tidak akan kaget, aku harus membiasakan diri." ucap Sava lalu menyibakkan selimut yang membungkus nya.


"Ngomong ngomong, kakak kok sudah rapi"


"Aku bekerja Sava.." ucap Emieer tersenyum


"Oyaaa aku lupa," Sava berucap sambi meringis.


Sesaat Emieer berdecak dalam hati, melihat Sava pagi ini yang sepertinya sudah lebih baik membuatnya lega. Berbeda dengan semalam saat ia menceritakan semua kisah hidup nya, Sava tampak rapuh.


"Apa kau baik baik saja," tanya lagi Emieer.


"Aku baik kak, jangan khawatir kan aku, bukankah ada kakak !" ucap Sava sambil memandangi Emieer dari rajang. Kala itu Sava masih duduk bersila di atas rajang. Sejenak kedua bola mata mereka bertemu pandang.


Emieer menatap Sava dengan pandangan iba. sedangkan Sava menatap Emieer dengan pandangan penuh harap.


Emieer kemudian berjalan ke arah meja dimana dua lembar roti yang sudah ia olesi selai dan segelas susu sudah ia siapkan untuk Sava,


Emieer meraih roti dan susu itu kemudian membawa nya ke arah Sava, dan menyodorkan nya pada sang kekasih.


"Makanlah ini untuk sarapan, aku hanya menyediakan ini." Emieer menyodorkan apa yang sudah ia buat untuk sang kekasih, Sava pun meraih roti dan segelas susu yang Emieer berikan dengan sangat antusias.


"Wah tau aj aku lapar, aku melewatkan makan malam semalam kak, malah asik nangis saja," ucap Sava yang tanpa basi basi langsung melahap roti berselai stroberi itu.


Dalam hati Emieer merasakan sesuatu yang tiba tiba di bebankan pada nya. Bagaimana tidak, seorang gadis 18 tahun meninggalkan rumah dan kemudia nmendatangi diri nya. Apa hanya karna dia pacar nya. Apa yang di pikirkan Sava sebenarnya sampe sampe dia nekat meninggal rumah, bukan meninggalkan, tapi dia ter usir.


Tapi apa yang bisa Emieer lakukan, pergi ke rumah itu dan bicara pada kedua orang tua Sava untuk mau memaafkan putri nya. Mungkin itu akan sia sia, memang nya siapa diri nya. Di kenal oleh orang tua Sava pun tidak.


Dan mungkin orang tua sava malah akan lebih membenci Sava. Terlebih juga mereka akan membunuh nya, karna Putri nya kabur dari rumah hanya demi dan untuk pria miskin seperti Emieer. Semua karna "aku" Emieer menyalahkan diri nya, dalam hati.


Setelah memastikan Sava menghabiskan sarapannya pagi itu, Emieer pamitan untuk pergi bekerja.


Dan selama berada di tempat kerja pikiran Emieer sangat tidak tenang. Banyak hal yang ia pikirkan. Diri nya merasa menjadi alasan Sava meninggal rumah.


Hingga berakhir buruk saat orang tua sava yang selama 18 tahun menyimpan rahasia abdopsi justru membongkar semua nya. Diri nya memang tidak tau apa yang sudah terjadi malam ketika itu.


Tapi tetap saja pembangkangan Sava terhadap orang tua nya merasa dia ikut terlibat.


Kemudian Emieer mengirimkan pesan melalui ponsel nya untuk Sava.


Emieer :


"Sava sepulang dari kerja aku tidak langsung pulang ke kostan, aku hendak ke rumah paman ku. Ada keperluan sebentar di sana" Emieer mengirimkan Sava pesan melalui ponsel nya,tak lama pesan pun di balas.


Sava:


"Ia kak, tidak apa apa, tapi jangan malam malam ya 🥰" balas Sava dengan emoji penuh cinta

__ADS_1


(dalam hati Emieer berdecak, anak ini )


Emieer:


"Nanti malam juga aku tidak bisa tidur di kost an. Peraturan kost tidak membolehkan yang bukan pasangan tingal bersama dalam satu ruangan.


Sava:


"Terus bagaimana kak?" balas Sava


Emieer:


"Selama kamu di kost an, aku akan tidur di rumah paman, nanti tiap malam aku akan datang ke kostan untuk nemenin kamu dulu sebelum kamu pergi tidur"


Sava:


"Aku menurut aj sama kakak 🥰😘" balas Sava dengan menambahkan emoji yang membuat Emieer menggeleng gemas dengan kekasih nya yang terpaut usia 6 tahun itu.


Emieer:


"Baiklah aku kembali bekerja yaa, kamu hati hati di kostsan"


🍁🍁🍁


Georgia Savanah POV


Liatlah diri ku sekarang seorang gadis 18 tahun yang menjadi gelandangan. Bukan tanpa sebab. Semua ini aku tau ada sebab nya, dan semua ini adalah konsekuensi yang harus aku terima.


Aku mungkin bisa bertahan di rumah besar jika aku mau. Tapi apa hak nya aku tetap tinggal di sana, jika seseorang yang aku anggap papa ku ternyata bukan lah papa ku kandung.


Bahkan aku telah di usir olehnya. Ya, aku memang pantas menerima itu, aku pastas di usir karna jelas aku bukan lah anak yang tau balas budi dan tau terima kasih.


Aku banyak berhutang Budi dengan Papa mama kak Audrey dan kak Kemal. Aku berhutang banyak kebaikan pada keluarga Hasan Malik. Aku memang patas di usir, dan aku tidak sakit hati.Aku saja yang tak tau diri.


Dan kini di hadapan Emieer aku tak mau seolah-olah sedih berkepanjangan. Aku tidak mau terlihat menderita di mata nya. Aku sudah menerima semua ini, menerima nasib, menerima takdir, menerima segala konsekuensi nya.


Kenapa aku mendatangi Emieer malam itu, karna hanya pada nya tempat dimana aku punya tujuan saat ini. Dan niat ku setelah ini adalah mencari pekerjaan. Sekarang aku pun bernasib sama dengan Emieer. Tuhan seolah-olah memang menakdirkan kita bersama.


Seorang gadis gelandangan.


Aku harus kuat, mandiri, dan semangat.


Georgia Savanah Almeera




Alhamdulillah bab 8 😬

__ADS_1


mungkin masih banyak salah salah ya


masih belajar.🙏🙏🙏 jangan lupa d kritik dan kasih masukan 💐🥰


__ADS_2