
Dan akhirnya siang itu, Sava di jemput oleh Audrey dan juga sopir pribadi yang sudah lama mengabdi untuk keluarga Hasan Malik.
"Sini biar aku yang mengedong Zee." tutur Audrey, yang kini berjalan berlalu dari kamar kost Sava.
Saat Sava kini sudah berada sendirian di kamar kost, rasanya ia sangat berat meninggal kamar yang selama ini menjadi tempat ternyaman bagi nya.
"Emieer, aku pamit ya. Aku janji akan sering datang kemari untuk berkunjung. Aku tetap membayar sewa kamar kost ini." Ucap Sava bermonolog, sambil menyapukan pandangannya ke seluruh isi kamar kostnya, yang sebentar lagi akan ia tinggalkan.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Selama menempuh perjalanan kembali ke rumah besar. Hati Sava seolah-olah masih tidak percaya dengan semua hal yang terjadi hari ini. Dia tak menyangka, bahwa dirinya akan kembali pada keluarganya. Padahal ia selama ini sudah cukup siap untuk berjuang demi sang putra. Bekerja dan merawat baby Zee.
Kisah perjalanan hidupnya, telah memberikan banyak sekali Sava pelajaran. Bagaimana jika kita mencintai, bagaimana jika kita di cintai. Dan bagaimana perasaan kita ketika orang yang kita sayang pergi untuk selamanya. Bagaimana kala kita harus berjuang hidup, bekerja keras, mengumpulkan uang dan bertahan.
Sava kini genap berusia 20 tahun. Dalam usianya yang masih sangat muda, Sava sudah bnyak sekali belajar menjadi wanita yang mandiri dan juga independen.
Kepiawaiannya menjadi seorang ibu muda sudah tidak bisa di ragukan. Sava sudah terbiasa dengan segala sikap rengekan sang putra. Membersihkan kotoran baby Zee, mengelap cairan kental di hidung sang putra sudah tidak lagi ia merasa jijik.
Bahkan kini Sava sedang mempelajari berbagai macam jenis olahan untuk makanan padat pendamping ASI. jika nanti sang putra telah siap untuk makan makanan padat.
__ADS_1
Dan di rumah besar, Sava meminta untuk di sediakan tempat tidur box bayi di kamarnya. Dan apa yang di inginkan Sava semua sudah di penuhi di rumah besar.
Sesampainya di rumah besar, Sava yang baru saja turun dari mobil langsung di sambut oleh sang Mama, Hannah.
"Ma," Pekik Sava, kemudian ia berjalan ke arah sang Mama yang sudah lama ia tak jumpa. Hannah pun membuka dan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Sava.
"Welcome home putriku," Ucap Hannah dengan air mata yang sudah mengembang di kedua pelupuk matanya. Sambil mengedong baby Zee, Sava menghamburkan diri ke pelukan sang Mama. Seorang wanita penuh cinta dan kasih yang telah merawatnya dari bayi.
"Georgia, selamat datang kembali Nak,"
Acara penyambutan yang sangat membuat Sava/Georgia merasa terharu. Karena tidak hanya, sang Mama, para pelayan di rumah besar pun turut menyambut kedatangan Sava.
Mereka menyapa Sava dan bahkan mencurahkan rasa rindunya pada Sava. Kerena Sava memang sangat akrab dengan semua pelayan di rumah besar. Dari para IRT, sopir, penjaga rumah sampai tukang kebun di rumah megah dan mewah itu.
"Ayo istirahatkan dulu putra mu ke kamar. Mama sudah siapkan box tidur bayi untuknya. Sesuai keinginan mu," Tutur Hannah yang kini nampak sangat merasa bahagia sekali dengan kembalinya Georgia ke rumah besar.
"Tidak lupakan dimana kamar mu?" ledek Audrey pada Georgia.
"Aku hanya setahun kabur dari rumah Kak," Jawab Sava yang kini sedang menaiki tangga menuju kamarnya.
"Aku sudah mendekorasi ulang kamar mu. Dan menambahkan tempat tidur box bayi di pojok sudut kamar mu. Tempat tidur bayi nya sangat fleksibel, jadi kau bisa mengaturnya."
"Terimakasih Kak."
__ADS_1
Setalah sampai di depan pintu kamarnya. Sava dengan menghela nafas panjang, membuka pintu kamar nya yang sudah lama ia tidak tempati.
"Welcome To Your Room, Sava." Ucap Sava dalam hati.
"Wow, ini menakjubkan sekali Kak," Tutur Sava yang merasa surprise dengan dekorasi kamar yang berbeda.
"Semua barang-barang mu masih ada semua. Dan sudah tertata rapi di laci dan lemari. Dan itu ada sofa kecil untuk membantu mu bisa lebih mudah untuk menyusui sambil duduk," Tutur Audrey menjelaskan.
"Selamat datang kembali Georgia. Aku sungguh senang kau bisa kembali ke rumah besar."
"Aku juga senang bisa kembali dan berada di tengah-tengah kalian semua."
"Baiklah, kalau begitu, kamu istirahatlah. Dan ingat jangan kabur lagi." ledek Audrey, kemudian ia melangkah mendekati pintu dan meninggalkan Sava untuk berada di kamarnya.
"Semoga kau bisa beradaptasi dengan lingkungan mu yang baru Zee. Akan ada banyak orang yang akan menyapa mu nanti." Ucap Sava pada sang putra. Kemudian ia meletakkan baby Zee ke tempat tidur box bayi di kamarnya.
"Ini tempat tidur yang baru. Nanti Mama akan memindahkan tempat tidur box bayi yang ada di kamar kost kemari jika Mama sudah ada waktu. Tempat tidur bayi itu adalah kenangan dari Papa saat dia mempersiapkan keperluan untuk menyambut mu." Ucap Sava sambil mengelus pipi sang putra.
"Kita tak akan terpisahkan sayang. Dimana ada Mama, di situ ada kamu. Kau bagian dari hidup Mama."
__ADS_1
Setelah itu, Sava berjalan ke arah koper yang ia bawa. Membuka koper itu dan mengambil sebuah figura yang di dalamnya terdapat foto Emieer.
"Aku juga membawa mu kemarin sayang." Ucap Sava, kemudian menaruh foto Emieer di atas nakas di sisi tempat tidur nya.