
Flashback on
Sava POV
Siang itu akhirnya aku dan kak Audrey makan siang bersama. Aku tidak enak hati menolak ajakan kakak saat mengajak ku makan siang. Dia sudah jauh jauh datang dari Rusia hanya untuk ingin bertemu dengan ku. Saat kak Audrey bercerita tentang mama,aku merasa sangat sedih manakala mendengar mama sering jatuh sakit belakangan ini. Sebagai anak yang sudah di besar kan oleh mama Hannah dari bayi, aku merasa telah menjadi anak yang tidak berbakti.
Kak Audrey bilang, kesehatan mama terganggu karna terlalu banyak kepikiran tentang ku.
Dan malam nanti, kak Audrey berencana untuk membuat reuni dinner kejutan untuk mama.
Aku pun menyetujui itu.
"Georgia, bagaimana suami mu?apa dia baik pada mu?"sebuah pertanyaan lain kak Audrey lontarkan.
"Maksud kakak, Emieer!"
"Siapa lagi." jawab kak Audrey dengan nada ketus. Sepertinya kak Audrey kurang suka dengan suami ku itu.
"Emieer, suami yang baik dan pengertian kak." jawab ku sambil tersenyum.
"Apa dia yang menyuruh mu bekerja di sini?"
Lagi lagi pertanyaan menyelidik terlontar oleh kak Audrey.
"Tidak kak,dia tidak pernah menyuruh ku bekerja. Ini adalah inisiatif ku sendiri."
"Apa kamu tidak ingin melanjutkan kuliah mu, seharusnya kau masih kuliah. Papa tidak mencabut pembiayaan kuliah mu. Kamu harus nya tetap melanjutkan kuliah sampe lulus."
"Ku rasa aku tidak bisa kembali kuliah di sana kak, aku akan kuliah lagi jika memungkinkan."
"Maaf bukan nya aku ikut campur, memang nya kamu tidak berencana menunda kehamilan dulu. Kamu masih sangat muda Georgia. Bahkan kamu masih 19 tahun,apa kamu tidak berfikir untuk menunda dulu agar kamu bisa meraih cita-cita mu."
Mendengar penuturan kak Audrey,aku tiba tiba menjadi sedih kembali. Karna memang sejujurnya aku belum siap menjadi ibu. Karna aku juga belum banyak pengalaman tentang merawat bayi. Impian ku adalah menjadi seorang arsitek. Tapi apa boleh buat,aku sudah terlanjur hamil.
"Georgia. Are you okey?"
__ADS_1
"Iya kak." balas ku sambil tersenyum.
"Apa yang kau alami selama masa kehamilan. Aku dengar wanita hamil banyak merasakan perubahan dan mengalami banyak kejadian. Lalu bagaimana dengan mu?"
"Bayi ku sangat baik pada Ibu nya." aku berkata sambil mengelus perut buncit ku.
"Dia seperti nya sangat pengertian,hanya di awal awal kehamilan saja aku mengalami morning sickness."
"Kau sedang hamil sekarang, kenapa suami mu masih menyuruh mu kerja!" lagi lagi pertanyaan kak Audrey menyudut kan Emieer.
"Kak, Emieer sangat baik pada ku. Aku bekerja ini karna kemauan aku sendiri. Kau tau kan, aku orangnya aktif. Aku tidak bisa hanya tinggal berdiam diri kost."
"What?kost!" kak Audrey berucap dengan nada kaget.
"Georgia........kau tingal di tempat kost an?"
"Ia kak, memangnya kenapa?kost juga tempat tinggal kan." Sepertinya kak Audrey kaget begitu mengetahui aku tingal di kost an.
"Emieer masih berjuang kak. Dia juga masih belum selesai kuliah nya. Gaji yang dia dapat di bagi untuk biaya kami hidup juga." jawab ku santai.
"Aku tak pernah menyangka kau akan bernasib seperti ini Geor."ucap kak Audrey yang masih memeluk ku erat.
"Aku tidak apa apa, aku baik baik saja kak." ucap ku sambil membelai punggung kak Audrey yang sepertinya menganggap aku hidup susah. Padahal aku merasa tidak demikian.
"Aku sungguh tidak apa apa, i am fine!"
"Bisa kau ajak suami mu makan malam di acara kejutan untuk mama nanti malam,aku ingin bertemu dengan suami mu." ucap kak Audrey setelah memudarkan pelukannya.
"Emieer, nama nya Emieer kak Audrey!"ucapku sambil tersenyum penuh penekanan.
"Yeah, aku sudah tau Emieer Sadiq kan." jawab kakak ku, kemudian meraih cangkir kopi pesanan nya, dan kemudian menyeruput nya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Audrey POV
__ADS_1
Dan malam ini aku berharap,semoga rencana yang sudah aku susun bisa membuat mama senang.
Jujur saja aku sangat menghawatirkan kesehatan mama. Jauh dari mama benar benar membuat ku frustasi. Saat Georgia masih tingal di rumah besar,aku tidak akan secemas ini. Karna ada Georgia yang selalu deket dengan mama,yang bisa menjaga dan memantaunya.
Kini Georgia sudah tidak lagi tingal di rumah besar. Sehingga mama praktis hanya tinggal berdua aaja dengan papa. Walau banyak pelayan yang dipekerjakan di rumah besar,tetap saja aku merasa khawatir dengan kesehatan mama yang akhir akhir ini sering tidak enak badan.
Dan dalam keadaan seperti ini,aku yang sibuk mengurusi perusahaan yang sedang berkembang di Rusia, menjadi tidak punya banyak waktu untuk mama. Seseorang yang sangat berharga dalam hidup ku. Seorang yang aku sangat cintai, ibu yang luar biasa.
Malam ini aku harus bisa membuat mama bahagia. Mempertemukan kembali Georgia dengan mama, semoga bisa membuat mama tidak lagi kepikiran tentang wanita 19 tahun yang kini tengah hamil itu.
🍁🍁🍁🍁
Restauran Eropa Walfgang's Steak House
Di restauran itu lah aku reservasi makan malam special untuk mama. Mama penyuka steak. Kami dulu berlima papa, mama, Georgia, Kemal dan juga aku sering melakukan dinner bdi restauran ini. Dan restauran ini adalah restauran favorit keluarga kami.
Restauran ini berada di Elysee building,level 6 roof top,Lot 21 di SCBD jalan Jenderal Sudirman kavling 52-53 Jakarta Selatan.
Restauran ini terkenal dengan Steak nya yang super delicios. Mereka punya daging dry aged dan prime steak. Kemal dan Georgia bisanya bisa makan 2 porsi daging steak yang di masak sempura dengan handling yang tepat di restauran ini.
Tepat pukul delapan malam,aku dan Georgia sudah tiba terlebih dulu di restauran. Sedangkan mama yang sudah aku beritahu lewat sambungan telepon bersedia datang. Aku bilang pada mama jika aku ada meeting dadakan di Jakarta.
Aku juga bilang pada mama, jika aku tidak lama di Jakarta. Karna aku harus kembali ke Rusia esok hari nya. Dan mama akhirnya percaya pada ku.
Aku terpaksa berbohong sedemikian rupa,agar mama mau mendatangi kami. Karna aku sudah menyiapkan kejutan untuk mama. Kejutan reuni kecil untuk mama serta untuk Georgia dan juga untuk ku sendiri.
Aku juga mengundang Emieer,suami dari adik ku. Dan jujur aku penasaran dengan sosok Emieer ini. Aku berniat untuk menyerang nya nanti. Bukan untuk apa,hanya supaya dia benar benar menjaga adik ku. Apa lagi Georgia kini sedang hamil. Harus nya dia tidak mengizin kan Georgia bekerja.
Aku masih sakit hati dengan keadaan Georgia yang jauh dari kata layak. Gadis 19 tahun yang sudah dia hamili. Malah kini dia biarkan saja Georgia bekerja.
Aku masih belum terima dengan semua yang ia lakukan pada adik ku. Membuat Georgia menentang Papa, menikahi nya di usia muda dan kini malah di buat hamil. Memang nya dia tidak bisa untuk membiar kan dulu Georgia meraih impiannya, ita cita dan kehidupan remaja nya.
Emieer Sadiq, malam ini aku akan membuat perhitungan dengan mu.
Alhamdulillah bab 27.
__ADS_1
happy weekend,jika masih ada salah salah maaf yaa masih belajar.