BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Reuni 2


__ADS_3

flashback on


Mama Hannah POV


Sore itu Audrey menelpon ku. Dia bilang,ia saat ini sedang berada di Jakarta. Audrey meminta ku untuk menemuinya di restauran favorit keluarga kami.


Kapan lagi aku bisa berjumpa putri ku yang sibuk itu.


Tapi kenapa dia mendadak sekali memberi tau,biasa nya Hasan akan tau jika Audrey akan ke Indonesia. Karna jika soal perusahaan,Hasan pasti berkoneksi dengan Audrey.


Tidak mau banyak berfikir,akhirnya dengan di antara sopir pribadi,malam itu aku pergi menemui Audrey. Audrey juga berpesan pada ku jangan sampe Papa nya tau jika kami akan bertemu. Walau aku curiga,aku tidak perduli. Aku juga sudah kagen dengan putri ku Audrey. Pertemuan kami terakhir adalah,ketika Georgia meninggalkan rumah 6 bulan yang lalu.


🍁🍁🍁🍁


Jam 7:30 aku sudah sampe di restauran yang menjadi tempat kami janjian untuk bertemu. Begitu memasuki ruangan restauran,Audrey sudah datang menyambut ku.


"Ma....."sapa Audrey,kemudian dia langsung memeluk ku erat.


"Anak nakal,datang ke Jakarta kenapa mendadak sekali. Tidak memberi tau Mama,Mama kan bisa suruh sopir jemput kamu."omelku pada putri kesayangan ku ini.


"Emergency meeting Mama." ucap nya sambil meringis. Aku sangat mencintai Audrey,aku sangat mencintai dan menyayangi semua anak anak ku. Tanpa ada perbedaan cinta buat anak anak yang sudah aku besar kan.


"Ayo Ma,duduk di sana. Aku memesan private room di restauran ini. Agar kita bisa lepas kangen."tanpa banyak protes,aku ikut saja dengan Audrey yang sudah mengandeng ku menuju private room yang ia sudah pesan.


Dalam hati,buat apa dia reservasi private room,jika kita hanya makan berdua saja. Tapi aku tidak mau bayak omong. Sudah bisa bertemu putri ku saja saat ini,aku sudah sangat bahagia. Audrey biasa nya sudah sangat sibuk mengurusi perusahaan di Rusia.


"Jaga kesehatan Ma,Mama harus selalu sehat. Aku masih belum bisa memberikan Mama cucu. Jadi janji ya,Mama jangan terlalu banyak pikiran."


"Kamu bicara apa sayang. Mama sehat kok,Mama tidak memikirkan apapun." ucap ku, kemudian aku membelai wajah putih berseri Audrey.


"I love you,Ma."


"I love you too my sweet heart." kemudian Audrey nampak berkaca kaca mata nya. Entahlah mellow sekali malam ini. Audrey kemudian mendekatkan diri nya ke arah ku,dan tersedu menangis sambil memeluk diri ku. Ada perasaan aneh yang aku rasakan saat ini,dan aku pun juga mengeratkan pelukan pada tubuh Audrey.


"I love you too Mama."


Deg.....


Sebuah pelukan lain bergabung. Seseorang ikut memeluk aku dan juga Audrey. Dan aku mengenali suara itu.


Setelah kami saling meregangkan pelukan,aku dengan rasa antusias dan penasaran menoleh kearah suara itu.


Dan ya,suara itu,pelukan tadi adalah pelukan Georgia.


"Georgia,"

__ADS_1


"Mama,"


Dan untuk sekali lagi kami saling peluk. Tapi ada hal yang membuat mata ku terfokus pada satu bagian dari tubuh Georgia. Mata ku fokus pada perut Georgia yang kini nampak membuncit.


Georgia,apa dia sedang hamil.


"Georgia,apa kabar mu nak." tanya ku masih betah meraih wajah nya.


"Georgia baik Ma. Mama apa kabar."


"Mama,juga baik." ucap ku. Derai an air mata tak bisa ku tahan lagi. Ku kecup berulang ulang dahi dan juga ke dua pipi Georgia. Ku luapkan rasa kangen ku pada putri kecil ku ini. Setelah aku puas memeluk Georgia,aku berbalik ke arah Audrey. Aku yakin ini adalah bagian dari kejutan yang ia sudah rencanakan dan siapkan.


"Are you do this?" ucap ku.


"For you Mom." ucap nya tersenyum.


"And you, did it ." ucap ku kembali mengelus pipi Audrey.


Setelah melepaskan rasa kangen dengan saling berpelukan. Aku dan kedua putri ku,akhirnya melanjutkan dengan mengobrol sambil di temani hidangan favorit kami di restauran itu.


"Berapa bulan kandungan mu sayang." tanya ku pada Georgia sambil mengusap perut nya yang buncit.


"Sudah lima bulan Ma,jalan ke enam bulan."


"Tidak Ma, Emieer suami yang perhatian." menyebut nama Emieer,aku jadi teringat dengan pemuda yang kini sudah menjadi suami Georgia.


"Mana suami mu?"


"Aku juga mengundang suami Georgia Ma,tapi sepertinya dia tidak datang."


"Sebentar lagi dia datang kak,aku sudah memberitahukan pada Emieer untuk ke sini."


"Very good,Mama ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan Emieer."


Dan tak lama kemudian,seseorang datang menghampiri meja kami. Begitu orang itu menghampiri meja,Georgia seketika langsung berdiri menyambut pria itu. Pria itu adalah Emieer. Seseorang yang pernah datang ke rumah waktu itu. Yang kini sudah sah menjadi suami Georgia.


"Ma,ini Emieer." ucap Georgia yang kemudian langsung bergelayut manja begitu suami nya itu datang. Ia nampak merangkul lengan suami nya,dan bisa aku liat pancaran chemistry kedua anak ini sangatlah manis.


"Selamat malam Bibik." sapa Emieer pada ku sopan. Kemudian dia menyalami ku dan mencium tangan ku. Hal itu membuat ku tajub.


"Selamat malam Emieer." balas ku.


"Sayang,iniKak Audrey. Kak Audrey,ini Emieer." ucap Georgia memperkenalkan suami nya pada Audrey.


"Selamat malam Emieer,aku kakak nya Georgia."

__ADS_1


Dan malam itu jangan tanya perasaan ku,aku sangat senang dan bahagia. Makan malam bersama dua putri ku dan kedatangan tamu suami Georgia.


🍁🍁🍁🍁🍁


Audrey POV


Sejak tadi aku memperhatikan gerak gerik antara Georgia dan Emieer. Mereka terlihat sangat ber chemistry.


Emieer nampak memotong kan daging steak milik Georgia. Dan sesekali,Georgia terlihat menyuapi Emieer potong daging psteak miliknya.


Walaupun Emieer terlihat malu di suapin steak oleh Georgia,ia seperti tidak bisa menolak. Dari sisi kursi lain,aku melihat mama nampak tersenyum,terlihat bahagia memperhatikan Georgia dan suami nya itu.


Setelah beberapa saat kami hanya fokus makan. Aku yang memang sudah berniat untuk mengintrogasi Emieer berfikir,pertanyaan apa yang hendak aku tanyakan pada nya.


"Hemmm." Aku kemudian berdehem. Kemudian mengusap mulut ku dengan serbet makan. Kini aku sudah siap untuk mengintrogasi Emieer.


"So,kamu bekerja di mana Emieer?" tanya ku akhirnya. Seketika Emieer pun menatap ku,laki laki itu nampak mengulas sedikit senyum.


"Saya bekerja sebagai pengantar koper tamu hotel,saya hanya seorang Bellboy." jawab nya dengan tenang. Aku kemudian melirik ke arah Georgia,dia menoleh ke arah suami nya dengan tatapan penuh arti. Georgia terlihat kawatir saat aku menanyakan Emieer tentang pekerjaan. Sepertinya itu membuat Georgia tidak nyaman.


"Apa gaji kamu cukup,untuk membiayai hidup kalian berdua. Dan sebentar lagi di tambah calon anak kalian."sengaja aku bertanya hal hal yg sensitif. Lagi lagi aku perhatikan Georgia nampak mengengam erat tangan Emieer yg ada di atas meja,terlihat mengirimkan dukungan lewat sentuhan. Dan aku semakin bersemangat mencecar Emieer soal tangung jawab.


"Aku akan berusaha yang terbaik kak." jawab Emieer singkat.


"Kamu tau,selama Georgia hidup bersama kami dia tak kekurangan apapun.Jadi aku hanya ingin pastikan kamu juga tak membiarkan adik ku kekurangan. Apa lagi kalian sebentar lagi akan punya anak. Jadi kurasa kau harus lebih giat dalam bekerja.


"Itu sudah tentu." jawab nya singkat.


"Georgia,apa kau tidak kangen dengan mobil mobil mu. Mereka sudah lama tidak di kendarai oleh pemilik nya."sengaja aku lontarkan pertanyaan itu pada Georgia. Aku hanya ingin tau bagaimana tangannya.


"Audrey!" mama berseru. Seperti nya mama tidak suka aku menanyakan itu. Hal itu senjata aku ucapkan,hanya untuk mengetes Emieer jika Georgia di mata keluarga kami sangat berharga. Aku tidak ingin adik ku di sia sia kan. Sudah di ajak hidup pas pasan. Aku tidak ingin Georgia kekurangan apa lagi sampe menderita.


"Kak,aku sudah tidak tinggal d rumah besar lagi. Jadi aku tidak akan lagi mengendarai mobil mobil itu. Mungkin mobil mobil itu di jual saja. Karna."


Belum selesai Georgia berucap, aku buru buru menyela.


"Suatu saat kamu pasti kembali ke rumah Georgia Savanah!" tegas ku. Emieer nampak tertunduk memandangi piring kosong bekas makan nya. Georgia lagi lagi menoleh ke arah Emieer.


"Kak,aku sudah punya suami,aku sudah punya kehidupan baru. Mungkin terimakasih saja tidak akan cukup untuk bisa menggantikan kasih sayang yang sudah kalian berikan untuk ku. Papa,Mama,kak Audrey dan kak Kemal,aku berhutang banyak cinta dan kebaikan pada kalian. Tapi sekarang aku sudah menikah. Emieer bertanggung jawab untuk hidup ku. Dan dia juga akan bertanggung jawab penuh pada bayi kami. Aku yakin dia bisa." ucap Georgia kemudian membelai punggung suami nya.


Bahkan dia mengecup pipi Emieer Sadiq di depan ku dan juga Mama. Melihat berulangkali bagaimana chemistry antara Emieer dan Georgia terbangun,membuat ku tak ada lagi alasan untuk bertanya hal hal aneh.


"Aku percaya itu. Aku percaya pada mu Emieer. Maafkan Audrey,dia hanya mengkawatirkan adik nya." ucap mama menengahi. Dan sejujurnya aku puas sudah bisa menyingung Emieer tentang tangung jawab dan memberi tau pada nya jika sebelum Georgia di ambil oleh nya hidup Georgia sangat sangat berkecukupan.


Alhamdulillah bab 28 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2