
Langit siang ini sedang memimpin rapat penting di perusahaannya dengan para pemegang saham dampak dari kenaikan saham Medika yang di luar dugaan. Kenaikannya melebihi target dan tentunya hal itu sangat menguntungkan.
Wajah tampan itu terus menyunggingkan senyumnya yang menawan, tidak pernah bosan untuk memandangnya. Apalagi setelah punya bayi, Langit terlihat lebih mempesona. Momennya bersama Baby Gala sering di bagikan di laman instagramnya.
Baru pukul 20.00 malam Langit sampai ke rumah, kepulangannya tidak di sadari Maryam yang sedang asyik menonton sinetron fenomenal tahun ini. Jemarinya meremas bantal kecil yang berada di pangkuannya. Mulutnya komat-kamit tak karuan mengomentari adegan tiap adegan dari para pemain yang membuat emosi jiwa.
"Sayang." Suara Langit terdengar tepat di telinga Maryam. Istrinya itu sampai tersentak kaget, kehadiran pria tampan mempesona itu bak hantu tak diketahui kapan datangnya.
"Ya ampun Mas bikin kaget saja," ucap Maryam mengelus dadanya.
"Kamu kaget karena sedang asyik nonton sinetron sampai kedatangan suamimu sendiri tidak sadar. Padahal lebih tampan aku loh dari pada dia." Tunjuknya degan dagu pada pemain utama pria di sinetron itu.
"Iya sih Mas lebih tampan kamu. Tapi kenapa kamu tidak jadi aktor saja seperti dia," katanya.
__ADS_1
"Kamu mau aku dipuja-puja emak-emak seluruh Indonesia? Kamu siap banyak netizen julid yang ikut campur urusan keluarga kita?"
Maryam menelan salivanya, hatinya membenarkan semua perkataan suaminya tanpa mengurangi sedikitpun.
"Tuh kan gara-gara sinetron juga kamu sampai lupa biarin aku berdiri terus di sini." Langit berdiri di sebelah Maryam belum beranjak sedikitpun dari sana.
"Lupa Mas," ucapnya langsung bergegas beranjak menghela Langit ke kamar.
"Gala tidur?" tanya Langit.
"Demam? Ko kamu nggak ngabarin aku sih."
"Kan demamnya juga sudah turun Mas. Lagian kamu lagi sibuk hari ini. Masa iya aku ganggu." Kilahnyasambil mengambilkan pakaian gantu untuk suaminya.
__ADS_1
Sedangkan Langit sedang menatap wajah Baby Gala yang polos tak berdosa.
"Mas, mandi dulu gih. Aku juga udah siapin air hangatnya buat kamu," kata Maryam.
"Oh iya, aku hampir terlupa karena memmadangi wajah bayi tampan ini." Langit tersenyum tipis, ia lalu membuka jas, dasi yang melingkar di lehernya, membuka satu persatu kancing kemejanya lalu memasukan semua pakaian kotor ke dalam keranjang.
Kaki kanannya ia masukan terlebih dahulu ke dalan bathtube yang sudah terisi air hangat dengan aroma teraphy. Wangi menenangkan tercium lembut melalui indera penciumannya. Perlahan tubuhnya ia rendamkan di sana. Matanya terpejam menikmati sensasi ketenangan. Berendam di dalam air hangat di rasa efektif untuk mencegah stress dan mengembalikan stamina tubuh akibat lelah.
Maryam menguap beberapa kali, kantung matanya sudah berat ingin istirahat menyusul Baby Gala yang sudah tidur dalam box, ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan menghadap ke arah box. Semakin lama matanya semakin berat dan tak terasa Maryam tertidur pulas. Suara gemercik air dari dalam kamar mandi tidak lantas bisa membangunkannya malah semakin membuatnya terlelap.
10 menit kemudian Langit ke luar dari kamar mandi dengan tubuh tertutupi bathrobe putih. Matanya menangkap istrinya yang sudah terlelap begitu pulas dalam mimpinya.
Langit menggeleng pelan.
__ADS_1
"Dasar Maryam," ucapnya.
***