
Oke Readers, kalau untuk bonchap aku ceritanya per chapter ya. Tapi kadang ada yang nyambung antara chapter selanjutnya. Jadi kalian jangan bingung ya.
***
Maryam POV
Aku melihat seorang pria bertubuh tegap, tampan dan berkharisma. Dia adalah papa dari anakku, Damar Langit Herlambang.
Pria yang sempat aku tolak untuk tidak mendekat, pria yang punya keberanian dan tekad kuat untuk membahagiakanku. Kalian pasti bertanya-tanya apa yang membuatku jatuh cinta padanya? Jawabannya, segala yang ada pada dirinya membuatku jatuh cinta.
__ADS_1
Perkenalan kami memang tidak terduga. Aku melihat dia sebagai sosok arogan dan seenaknya, hei tapi semua itu salah. Jangan menilai orang dari luarnya. Sikapnya ternyata menyimpan segudang rasa cinta, sayang dan perhatian untukku.
Perannya sebagai pimpinan, suami dan papa dari anakku sungguh berbeda. Dia memiliki porsi yang beda untuk tiap perannya itu. Aku harus berterima kasih sebanyak-banyaknya pada kedua mertuaku, sudah melahirkan, membimbing dan mengajarkan putera mereka untuk menjadi pria penuh kasih dan bertanggung jawab.
Kata orang aku sangat beruntung mendapatkan pria tampan dan kaya, padahal aku hanyalah seorang janda. Aku jadi ingin tertawa lepas, menertawakan balik mereka yang mengataiku. Tapi sayangnya aku tidak bisa, mulutku terlalu berharga untukku melontarkan kata-kata sampah seperti mereka.
Biarlah waktu yang akan membalasnya, aku hanya perlu menunjukan kebahagiaanku pada semua orang. Anggaplah kekayaan dan ketampanan suamiku sebagai bonus dari Allah.
Selama ini aku banyak diam, perceraianku memberikan luka mendalam yang menyayat.
__ADS_1
Damar Langit datang mungkin bagiku di saat yang kurang tepat, tapi Allah maha tahu. Dia menghadirkan Damar Langit saat aku membutuhkannya.
Allah Maha Tahu, Damar Langit datang sebagai penyembuh luka. Dia penyelamat hidupku, dia membelaku dengan harga dirinya. Harga diri yang mana? Apa kalian ingat, aku mengandung darah daging suami pertamaku dan dengan gagahnya dia bilang ingin menikahiku dan membesarkan anak dalam kandunganku.
Masya Allah jujur kalau saja dia mahramku, aku ingin memeluknya saat itu juga. Dan bertanya, apakah kamu malaikat yang Allah utus untukku? Kalian tahu, sejak saat itu aku jatuh cinta padanya. Aku jatuh cinta diam-diam padanya. Semua yang dilakukannya perlahan meluluhkan hatiku.
Semakin mengenalnya, aku semakin jatuh cinta berkali-kali. Namun aku tepis rasa itu agar menjauh, aku usir rasa itu agar tidak kurang ajar. Tapi hatiku berkata lain, aku hanya takut kehadirannya hanya untuk pergi dan membawakanku luka lagi. Aku juga tidak bodoh, pria tampan dan kaya sepertinya pasti banyak yang menginginkan, tapi dia malah menginginkanku yang hanya seorang janda.
Dengan memantapkan hati dan berserah diri, aku memilihnya menjadi imamku yang akan membimbingku menuju surganya. Kini kami telah bahagia bersama buah hati kami, buah hati sebagai bukti cinta kami. Buah hati yang diberi nama Muhammad Galaksi Herlambang.
__ADS_1
Suamiku sedang menatap gemas putera kami, ia terlihat papa penyayang. Semua waktunya dihabiskan untuk menemani putera kami bermain. Bayi yang baru berumur 44 hari itu terlihat menggemaskan dan lucu. Aku jadi ingin tertawa mendengar suamiku yang terdengar aneh, ia ingin menambah adik untuk Gala. Aku menatapnya malas, Gala saja belum genap 2 bulan sudah minta adik lagi. Dasar mas Langit.
***