BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Pria Matang


__ADS_3

Matthew POV


"Di mana mobil mu?" tanya ku, saat kami sudah berada di depan Lobby sumpermaket dengan beberapa kantong belanjaan yang aku jinjing dengan ke dua tanganku.


"Apakah anda pikir seorang karyawan yang tugas nya membersihkan kamar hotel bisa punya mobil." jawab nya sedikit ketus, yang berdiri di belakang ku sambil mengedong bayi nya.


Jujur saja aku heran, wanita semuda dia sudah punya anak. Memang nya di mana suami nya. Bahkan dari tadi aku juga belum tau nama nya. Apa benar dia karyawan yang berkerja di Hotel ku. Jika ia, mustahil wanita secantik ini dan se elegan ini kerja sebagai housekeeping. Dari gaya dan cara bicara nya, seperti nya dia orang yang terpelajar.


"Saya benar-benar tidak enak dengan Bapak, saya bisa pulang sendiri." jawabannya lagi.


Dari tadi dia menolak untuk aku bantu.Tetapi aku tau, dia juga memang membutuhkan bantuan.


Dan aku heran saja, memangnya dimana suami nya. Kenapa membiar dia berbelanja sendiri. Dengan barang belanjaan yang banyak seperti ini. Sergah ku dalam hati.


"Aku terbiasa membantu orang dengan tuntas. Aku tidak suka membantu orang setengah setengah." ucapku menambahkan.


Kemudian aku bergegas menuju mobil Range Rover ku yang aku parkir tak jauh dari kami berada saat ini.


"Pak, saya naik taksi saja." ucap nya lagi.


"Sudah malam, dan kamu juga bawa bayi. Biar aku antar kamu. Suami mu tidak akan marah kan. Nanti aku bisa jelaskan, biar suami mu tak cemburu." ucap ku. Saat aku masih berjalan menuju mobil, tiba tiba aku baru menyadari, jika ia berhenti berjalan di belakang ku.


"Taksi," teriak nya, sambil melambaikan tangannya ke arah taksi yang kebetulan lewat di tempat itu.


Lalu sebuh taksi warna biru itu kemudian berjalan mengarah ke arah wanita muda tersebut.


"Pak maaf bukan nya saya tidak sopan. Saya pulang naik taksi saja. Jika tidak keberatan tolong taruh semua barang belanjaan saya ke bagasi belakang." ucap wanita itu tanpa jeda saat berucap.


"Baiklah," ucap ku. Kemudian aku berjalan ke arah taksi itu dan taruh semua barang belanjaan nya ke bagasi taksi tersebut.


"Terimakasih atas bantuannya Pak." jawab nya lalu dengan sedikit tergesa masuk ke dalam taksi.


"Hai, tunggu. Nama mu siapa?" akhirnya aku bertanya nama nya.


"Sava," jawab nya singkat.


"Nama lengkap!" tanya ku lagi.

__ADS_1


"Georgia Savanah Almeera Sadiq," jawab nya dengan nada gugup.


Setelah menjawab pertanyaan ku, dia menaikan kaca mobil taksi yang tadi ia buka.


Dan taksi itu kini membawa pergi wanita muda yang sudah memiliki bayi tersebut. Meningalkan pelataran parkir.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sava POV


Sesampainya di kamar kost aku segera mengurus baby Zee terlebih dahulu. Karna ini sudah malam baby Zee tidak aku mandikan. Aku hanya mengelap baby Zee dengan kain washlap yang sudah aku basahi dengan air hangat.


Setelah itu aku memakaikan dia deaper, membaluri tubuhnya dengan minyak baby dan terakhir mengenakan baby Zee baju tidur.


Si sela sela mengurusnya, aku mengajak dia berbicara dan juga bercanda. Kegiatan semacam ini sangat membuat aku bahagia dan bangga menjadi seorang ibu.


Menjadi seorang ibu ternyata sangat menyenangkan.


"Anak Mama sudah besar ya," ucap ku gemas. Kemudian aku ciumi kedua pipi gembul Zee kiri dan kanan. Dan dia merespon dengan senyum dan juga berceloteh dengan suara yang lucu. Saat ia tersenyum seperti itu pada ku, rasa nya hati ini terasa sangat hangat. Dan kebahagiaan bersama nya tak bisa lagi aku diskripsikan. Tawa putera ku adalah energi ku.


"Terimakasih sayang sudah hadir dalam hidup Mama. Mama janji akan selalu sayang pada mu, Mama akan lakukan apapun demi kamu." ucap ku pada Zee. Dan lagi lagi dia merespon dengan senyuman dan sesekali berceloteh khas suara bayi.


"Baiklah, anak Mama haus ya. Sini mama beri ASI," ucap ku. Kemudian aku raih baby Zee untuk lebih dekat pada ku. Aku pun kini merebahkan diri ku dengan posisi miring agar baby Zee lebih mudah untuk menyusu.


Dan benar saya baby Zee langsung menyambar sumber makanan nya dengan lahap. Dia menyusu dengan sangat rakus. Sambil menyusu mata nya tak teralihkan menatap mata ku. Seolah-olah ia memahami kedaan Mama nya. Tapi dia memang anak yang pengertian. Sejak ada di kandungan dia tak pernah rewel. Aku hanya merasakan pegal tak tertahankan di bagian pinggang sewaktu aku mengandung nya. Dan masih ku bisa ingat, Emieer selalu mengusap usap pingang ku jika aku hendak beristirahat di malam hari. Dia melakukan itu bahkan sampai aku tertidur.


Emieer semua perlakuan manis mu terhadap ku, tak akan pernah aku bisa lupakan.


"Mama sangat mencintaimu nak," ku kecup kening Zee dalam dalam. Dia luar biasa berarti untuk ku sekarang.


Dan lama ke lamaan mata nya kini mulai menutup. Seperti nya ia sudah tertidur pulas.



Kemudian dengan pelan aku lepaskan ****** susu ku yang sejak tadi ia hisap.


"Selamat tidur sayang."

__ADS_1


Ketika Zee sudah tidur. Ruangan kamar ini pun mendadak terasa sepi.


Setelah beranjak dari tempat tidur, aku berjalan kearah katong kantong plastik belanjaan yang ku geletakan begitu saja di dekat pintu. Kemudian aku merapikan barang barang belanjaan itu agar tersusun rapi pada tempat nya.


Setelah berkutat beberapa menit merapikan barang belanjaan. Kini perut ku mulai meraung minta di isi.


"Jika saja kamu masih ada bersama ku Emieer. Saat aku lapar, aku tingal berteriak minta makan. Dan seketika kamu sudah buatkan aku makanan. Kau paling rajin buat makanan kan. Sedangkan aku, aku adalah istri yang pemalas." ucap ku berbicara sendiri. Karena aku sudah merasa sangat lapar, aku akhirnya membuat makanan sereal saja.


Kemudian aku berjalan menuju meja makan kami yang sederhana. Tak lupa, aku mengambil foto Emieer yang sudah aku bingkai di figura.


Meletakkan foto itu tepat di hadapan ku. Dan aku pun kini mulai menguapi sereal yang aku buat ke dalam mulut ku.


"Aku masih tingal di sini sayang, bersama putera mu. Aku betah berada di sini." seperti biasa aku akan mengoceh sendiri seperti orang gila di depan foto Emieer.


"Berada di sini seperti, seolah-olah aku masih merasakan kehadiran mu Emieer. Aku merasakan kau seakan-akan memperhatikan aku dan putera mu. Beristirahat lah dengan tenang ya sayang. i love you," ucap ku. Lalu aku meraih foto Emieer kemudian aku cium foto nya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Ke esoknya hari nya. Di sebuah hotel berbintang, tempat Sava bekerja.


Seorang pria dewasa nampak berjalan dengan langkah yang elegan menyusuri lorong hotel. Pria itu nampak menoleh ke kira dan ke kanan. Seperti sedang mencari seseorang.



Dia berjalan menyusuri koridor hotel dengan sesekali memicingkan matanya ke sisi samping kira dan kanan.


Saat mata nya melihat sebuah cleaning troler berada di sisi kamar hotel yang terbuka, mata nya nampak berbinar.



Kemudian dengan memantapkan langkahnya, pria itu mendekati kamar yang kini nampak terbuka tersebut.


Dan kini ia bisa melihat seseorang di dalam sana nampak sibuk membersihkan ruangan kamar hotel dengan begitu serius.


Pria itu kemudian melangkah masuk ke dalam kamar hotel itu. Lalu menutup pintu kamar hotel dan menguncinya.


Kemudian dengan langkah pelan pria itu kembali berjalan ke arah wanita yang terlihat begitu fokus bekerja itu. Sampai sampai ia tidak menyadari jika ada seorang yang sudah berdiri di belakang nya.

__ADS_1


Dan....


See you di bab selanjutnya.🥰🤭😬


__ADS_2