BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
I Miss you


__ADS_3

Seusai Sava menemui sang bos aneh dan juga menyebalkan dari dalam kamar hotel pribadi nya. Kini, Sava di buat kesal karena sang bos dengan berani ingin menjadikan dia istri.


Dan Sava merasa tersinggung dengan hal itu. Karena diri nya sejauh ini belum berfikir untuk menerima pria lain sebagai pengganti Emieer.


Bahkan ia bertekad untuk tidak mau menikah lagi. Kesetiaan cinta nya pada Emieer Sadiq tak tergoyahkan. Walau sang suami kini sudah tidak ada lagi di dunia, namun cinta nya masih begitu besar pada mendiang suaminya itu.


💫💫💫💫💫💫


"Memangnya dia siapa. Dasar Pria berumur yang aneh. Bermimpi saja kamu bisa mendapatkan aku. Selama nya hati ku hanya untuk Emieer. Cinta ku hanya untuk suami ku. Aku tidak peduli, walau kini Emieer sudah tidak ada. Aku yakin dia masih ada di sekitar ku saat ini. menjaga ku dan juga Zee." ucap Sava menggerutu, saat diri nya sedang menikmati makan malam nya.


Kemudian, tiba tiba Sava di kaget kan oleh suara pintu kamar nya yang di ketuk. Dalam hati Sava berfikir, kira kira siapa yang berani datang malam malam begini ke kamar kost nya. Bahkan selama ini tidak ada yang pernah datang bertamu ke kamar kost. Selain tetangga kost yang sudah ia kenal.


Saat Sava mengabaikan pintu kamar kost nya di ketuk, ketukan itu semakin lama semakin tak berhenti.


Akhirnya dengan langkah was was dan juga penasaran, Sava melangkah kan kaki nya ke arah pintu kamar.


Kemudian dengan pelan, dia membuka pintu kamar kost nya.


Alangkah kagetnya Sava, ketika tau siapa yang sedang berdiri di depan nya kini.


Dengan mulut menganga dan juga perasaan hati yang syok bercampur gemetar. Sava memandangi pria yang kini tengah berdiri di hadapan itu dengan tatapan tidak percaya.


Pria yang selalu tersenyum padanya dengan senyumannya yang khas. Senyuman yang sudah menjadi candu baginya. Senyuman yang sangat ia rindukan, senyuman yang membuat dia merasa tenteram dan juga selalu membuat hati nya hangat.



"Emieer," ucap Sava menyapa.


"Hai sayang." balas nya pria itu.


Sava masih terpaku di tempatnya. Tak percaya dengan apa yang ia liat.


"Apa ini mimpi, apa kau nyata." ucap Sava yang masih berdiri di balik pintu, sedangkan pria itu juga masih berdiri di tempatnya.


"Aku pulang sayang. Aku merindukan mu." ucap pria itu, yang wajah nya kini terlihat semakin tampan di mata Sava.


"Bukankah kau sudah pergi, kau sudah meninggalkan aku." ucap Sava lagi.


"Aku datang karena aku merindukan mu."

__ADS_1


"Ini mimpi kan," tukas Sava masih memastikan dugaannya.


"Kemari lah, peluk aku." ucap pria itu yang kini malah membuka ke dua lengannya. Mempersilahkan Sava untuk masuk kedalam pelukannya.


Sava yang masih membeku di tempatnya semakin di buat gusar oleh perasaannya sendiri.


"Emieer," pekik nya. Kemudian dengan sudah tidak bisa lagi mengendalikan perasaan rindu nya dengan sosok itu, Sava penghamburan diri ke arah pria itu yang sudah membuka tangannya lebar lebar.


Sava pun kini menghempaskan diri nya ke dalam pelukan sosok itu. Kedalam pelukan pria yang di angap nya adalah Emieer.


Setelah kini Sava sudah berada didalam pelukan pria itu. Sava benar-benar mengeluarkan semua perasaan rindu nya. Mengeluarkan semua perasaan resah gelisah yang selama ini menggelayuti hati, jiwa dan pikirannya.


Sava meluapkan rasa rindu nya yang begitu dalam ketika ia berada di pelukan seseorang yang sangat ia cintai. Sava menikmati aroma tubuh yang sudah lama ia tak bisa nikmati. Dada bidang kokoh yang sudah menjadi tempat sandaran terindah.


"Emieer, aku merindukan mu. Apakah ini hanya mimpi." ucap Sava yang kini masih berada di dekapan pria yang sangat ia cintai.


"Nikmatilah sayang. Aku ada di sini." ucap Emieer. Dan Sava pun sangat menikmati ke bersamaanya dengan Emieer.


Di peluk, di belai, di berikan kehangatan dan di sayangi. Sungguh kala itu Sava benar-benar merasakan sesuatu yang hilang dari dirinya seolah-olah kini telah kembali. Rindu nya sudah terobati.


Setelah beberapa saat sava hanya diam menikmati keberadaan nya di pelukan oleh lelaki yang ia rindukan, Sava kemudian menengadahkan wajah nya untuk menatap wajah sempurna sang kekasih hati.


Dan saat ia menengadahkan wajah nya untuk melihat wajah rupawan Emieer, ternyata Emieer juga sedang menatap nya.


Dan tak perlu menunggu lama, Emieer pun mendekat kan wajah nya ke wajah Sava. Dan satu kecupan hangat mendarat pada bibir Sava yang ranum itu.


Ketika Emieer hendak menarik ciumannya, Sava justru meraih wajah Emieer untuk tidak beralih dari wajah nya. Dengan mengunakan kedua tangannya, Sava kemudian menagkup wajah Emeeir. Lalu dengan sangat posesif mencium bibir Emieer. Emieer pun kemudian membalas tautan bibir yang Sava lancarkan.


(angap aj ni Sava dan Emieer) 🥰😊



Sesaat setelah mereka saling berciuman dengan lembut.


Emieer dan Sava masih saling menempel kan dahi mereka, Sava kemudian berucap.


"Jangan pergi Emieer, tetaplah besama ku."


"Aku tidak kemana kemana Sava, aku masih di sekitar mu." ucap Emieer sambil membelai wajah Sava. Dan Sava tak mengalihkan pandangannya sedikit pun pada wajah Emieer.

__ADS_1


Mereka masih membeku saling memandang, dan Sava masih melingkarkan kedua tangannya mengunci tubuh Emieer.


"Tidurlah," Emieer berucap.


"Aku tidak mau tidur. Aku ingin terjaga, aku tidak mau memejamkan mata ku." ucap Sava berucap keras kepala.


"Sava sayang. Percayalah pada ku, suatu saat kau akan menemukan cinta yang lain. Kau akan di cintai dengan sepenuh hati oleh seseorang. Dia akan mencintai mu dan kau juga akan mencintai nya." tutur Emieer sambil menangkup wajah Sava dengan kedua tangannya.


"Tapi aku tidak mau Emieer. Aku hanya ingin kamu. Tidak akan pernah ada orang lain di hati ku." Sava kini mulai menetikan air matanya.


"Jangan bersedih sayang. Jangan menghukum ku dengan merasa sangat bersalah karena meningalkan mu." ucap Emieer dengan menatap dalam-dalam ke bola mata Sava yang sudah terlihat nanar itu.


"Maksud mu, aku harus membuka hati untuk orang lain." ucap Sava dengan nada suara bergetar. Dan Emieer kemudian menganguk.


"Tapi aku tidak bisa. Aku tidak mau." Sava kembali menangis tersedu-sedu di dada bidang Emieer.


"Jangan sedih cinta ku. Jagan sedih, jika kau belum merasakan itu sekarang. Nanti kamu akan merasakan kehadirannya." kilah Emieer. Kemudian ia merenggangkan pelukannya.


Sava yang masih tersedu kini menatap wajah Emieer.


"Aku akan pergi. Tapi kamu jangan kawatir, aku selalu memantau mu. Aku masih ada di sekitar mu. Sampaikan salam cinta ku untuk anak kita." ucap Emieer yang kini sudah melangkah berjalan mendekati pintu.


"Emieer, jangan pergi. Jangan tinggal kan aku, please!" seru Sava. Tetapi Emieer hanya tersenyum. Dan tetap melanjutkan langkahnya menuju pintu.


"Emieer," seru Sava lagi, akan tetapi Emieer nampak tak mengindahkan suara Sava yang berteriak memanggil nama nya.


"Emieer, please!" seru Sava lagi dan lagi.


Rasa nya Sava ingin berlari menahan langkah Emieer tetapi entah kenapa kedua kaki nya kelu tidak bisa di gerakkan. Seolah-olah telah lumpuh.


"Emieerrrrrrrrrrrrrr,!" teriak sava dengan sekencang-kencangnya.


Keringat dingin mengucur dari tubuh Sava ketika kini ia membuka mata nya. Dengan nafas yang masih terengah Sava memegangi kepalanya yang mendadak pusing dan pening.


Saat ia memperhatikan dengan seksama seluruh ruangan kamar, ia baru menyadari, jika ia hanya bermimpi bertemu dengan Emieer.



__ADS_1


jangan lupa mampir di coretan ke dua ku ya gaesaaaaa



__ADS_2