BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Aku Adalah Pendosa


__ADS_3

Author saranin kalau kalian baca novel ini coba sambil dengerin lagunya Mbak Titi DJ yang judulnya Bahasa Kalbu, itu nyentuh banget tentang perasaan Langit ataupun Maryam. Mereka sama-sama saling menyayangi satu sama lain dengan caranya masing-masing. Author sendiri jatuh cinta sama karakter Langit, itu tuh 'berasa gue banget gitu loooh' kata anak gahul gitu ngomongnya. Mungkin karena author itu makhluk yang suka ngehalu makanya dituangkanlah dalam cerita yang diambil sebagian dari kehidupan nyata yang ada di sekitar kita. Makasih yang suka sedia baca dan nunggui up sampai sekarang, jadi terhuraaa. . Semoga novel ini bisa tembus viewnya. Dan maaf bila author banyak typo dikarenakan ada kerjaan lain menanti. Kemarin itu jujur author sempat blank, otak dan hati sedang tidak sejalan kalau dipaksakan takut gak dapet feelnya. Oke kita langsung saja ya...


***


Para pemburu berita menunggu di depan gerbang kediaman Herlambang, ingin mengkonfirmasi lamaran antara kedua keluarga itu. Bersatunya dua keluarga jadi pembicaraan hangat di masyarakat, keduanya keluarga terhormat dan disegani.


Wartawan juga ingin mengkonfirmasi berita pernikahan Langit dan Maryam yang tersebar di internet, keduanya terlihat bersama saat Maryam dan Langit bergandengan tangan di mall. Publik sangat menunggu berita dari anak sulung keluarga Herlambang yang sering tersorot media. Publik begitu penasarannya siapa sebenarnya sosok perempuan yang sering bersama Langit.


"Pak, para wartawan ingin menenui anda dan menginfirmasi pernikahan anda," bisik Willy di tengah-tengah Langit sedang bersama Maryam.


Langit diam, ia melirik istrinya sebentar.


"Ada apa, Mas?" tanya Maryam.


"Wartawan ingin mewawancaraiku dan menanyakan kabar hubungan kita. Aku rasa itu tidak perlu, aku takut kamu tidak nyaman," jawab Langit.

__ADS_1


"Kenapa tidak, Mas. Ayo kita temui mereka, ini kesempatan mengatakan pada publik kalau kamu dan aku sudah menikah. Hubungan kita perlu disebarkan kebenarannya." kata Maryam lalu ia menarik tangan Langit agar menemui para wartawan yang menunggu.


"Apa?" Langit seolah tak percaya istrinya mengucapkan hal yang sebelumnya ia sendiri yang menolaknya. Meski begitu Langit setuju dan mengikuti Maryam menuju ke depan rumah.


Begitu percaya dirinya Maryam saat ini, ia ingin menepis kabar bahwa ia adalah wanita penggoda dan tak tahu malu. Ia sekarang adalah Nyonya Damar Langit Herlambang dan menantu terhormat di keluarga ini.


***


Faiz menatap layar televisi yang menyiarkan siaran live dari keluarga Herlambang. Di sana diberitakan PUTERA SULUNG KELUARGA HERLAMBANG DIAM-DIAM SUDAH MENIKAH. Dan Faiz melihat sendiri dengan mata kepalanya, benar Maryam tidak berbohong, Langit tidak berbohong, semua orang tidak berbohong. Maryam memang telah dipersunting Langit.


"Ya Allah, apa yang sudah aku lalukan?" Faiz mengusap wajahnya dengan kasar. Saat ini dirinya benar-benar rapuh dan merana. Mungkin inilah balasan Tuhan padanya.


"Aku adalah seorang pendosa, maafkan aku!" air matanya menetes melihat Maryam dan Langit begitu bahagia dalam senyuman mereka.


"Kamu memang pantas bahagia Maryam, aku bisa melihat senyumanmu lagi sekarang. Maafkan aku karena beberapa waktu terakhir ini lebih banyak memberikanmu air mata." Faiz larut dalam kesedihannya dan dibalik pintu kamar Kanaya menangis pilu melihat kenyataan suaminya masih menyimpan rasa yang besar pada mantan istrinya.

__ADS_1


Hati Kanaya terasa teriris, ia menangis dalam diam. Di belakangnya suaminya begitu sangat terpukul atas berita pernikahan Maryam.


Kanaya memukul dadanya, pedih, sesak bercampur jadi satu.


Ia mengusap air matanya lalu berdehem, pura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi pada hati suaminya. Cepat-cepat ia mengganti chanel televisi, tidak ingin ribut lagi dengan istrinya.


"Mas, kamu mau makan malam sekarang? Dari tadi kamu tidak keluar kamar, ini hampir jam setengah 9. Kamu makan dulu ya," ucap Kanaya.


"Tidak udah, kamu istirahatlah. Kamu harus banyak istirahat dan memulihkan kondisimu. Biar aku saja yang mengambil makan kalau ingin, sekarang masih kenyang."


Kanaya tidak bicara apa-apa, ia diam dan mengalah. Sudah niatnya ia ingin memperbaiki rumah tangganya dengan Faiz setelah kejadian yang menimpanya. Kehilangan janin dalam kandungan lebih banyak memberikannya pelajaran.


***


Bersambung...

__ADS_1


Readers segitu dulu ya,,, monmaap. Mataku lagi iritasi niihhh.. jadi kurang fokus.. Do'ain cpt sehat😘


__ADS_2