
Flashback on
Setelah acara makan malam selesai,mereka masih berkumpul di tempat parkiran untuk saling berpamitan.
"Biarkan Mama mengantar mu Georgia." ucap Hannah kala itu di tempat parkir dekat mobil pribadi yang siap untuk membawa nya pulang. Audrey juga masih ada di sana.
"Pulang lah bersama Mama Geor,sudah malam. Biarkan Emieer saja yang naik motor." timpal Audrey menambah kan. Georgia nampak melayangkan pandangan ke arah sang suami. Emieer kemudian mengulas senyum pada istrinya.
"Aku pulang bersama Emieer saja Ma,Kak."
"Jika kau mau pulang di antar Mama mu tidak apa sayang,naik lah ke mobil."ucap Emieer mengizinkan.
"Aku pulang naik motor saja sama kakak."
"Kakak siapa?" tanya Audrey bingung.
"Selain memangil Emieer dengan sebutan sayang,aku juga memanggil suami ku kakak." tukas Georgia sambil tersenyum pada sang kakak Audrey.
"Oh Tuhan, kalian menang pantas seperti kakak adik,dari pada suami istri."ucap Audrey sambil menggeleng.
Sedetik kemudian Mama Hannah berjalan arah Georgia dan memeluk sekali lagi sang putri dengan erat.
"Jaga diri mu baik baik ya sayang. Mama sangat lega dan ikut bahagia jika melihat mu juga bahagia. Di jaga juga kandungan mu,yang di dalam sini adalah titipan Tuhan." ucap Hannah,kemudian mengusap dengan lembut perut buncit Georgia.
"Mama juga jaga kesehatan ya. Jangan lagi menghawatirkan aku. Sudah ada Emieer yang menjaga ku."
Setelah saling peluk dengan sang Mama. Audrey kini juga memeluk sang adik sebagai tanda perpisahan.
"Jaga diri mu Georgia. Aku juga sangat menyayangi mu,beritau aku jika kamu sudah melahirkan."
"Ia kak,"
"Dan ini terimalah." ucap Audrey memberikan sebuah cek ke telapak tangan Georgia.
__ADS_1
"Kak,ini apa?Aku tak_" belum selesai Georgia berbicara, Audrey sudah memotong sang adik yang hendak menolak pemberiannya.
"Jika kau sayang aku dan mama,jika kau masih menghargai kami, tolong terima cek ini"
"Dan kau Emieer,yakin kan istri mu ini untuk menerima cek ini. Aku tidak bermaksud apa apa. Dan aku tak bermaksud membuat mu tak nyaman dengan ini. Angap ini pemberian dari seorang kakak untuk adik nya. Please jangan di tolak." ucap Audrey menatap tajam ke arah Emieer. Emieer kemudian tersenyum ramah seperti biasa pada Audrey.
"Terimalah sayang. Buat kebutuhan mu." tukas Emieer, menyuruh Sava menerima sebuah cek yang Audrey berikan.
Setelah mendengar itu Georgia pun akhirnya menerima cek tersebut.
"Terima kasih kak,"
"Tolong jaga putri ku Emieer,aku percaya pada mu." Hannah kemudian memeluk Emieer.
"Aku berjanji Bik,akan menjaga Sava dengan baik."
Usai saling berpamitan,akhirnya mereka saling berpisah. Hannah kembali ke rumah besar. Audrey malam itu memilih menginap di Hotel,dan kembali terbang ke Rusia ke esokan harinya.
Sedangkan pasangan suami istri Emieer dan Sava kembali ke rumah kost.
Sesampainya di tempat kost. Sava yang terlihat sedikit kecapean dengan aktivitas seharian tadi, langsung merebahkan diri nya ke tempat tidur. Kemudian dia tiduran miring sambil memegangi pinggang bagian belakang.
"Sayang kamu tidak apa apa kan."tanya Emieer sedikit khawatir.
"Tidak apa apa kak,seperti biasa hanya pinggang ku yang terasa pegal-pegal." ucap Sava yang nampak meringis sambil memegangi pinggang nya.
"Aku mandi dulu ya. Nanti seperti biasa aku akan mengusap pinggang mu dengan minyak massage." ucap Emieer,kemudian ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan.
Tak berselang lama kemudian,Emieer sudah kembali ke ruangan dengan hanya memakai celana panjang training tanpa mengenakan baju atasan,sehingga menampakkan postur tubuh nya yang kekar dan berotot serta sixpack di bagian perut.
Di ambil nya sebuah botol sedang berisi kan minyak massage di atas nakas di sisi tempat tidur. Sejak kehamilan menginjak usia tiga bulan,Sava sering sekali mengeluh dengan pinggang nya yang jika malam hari hendak tidur terasa pegal. Tapi jika Emieer sudah mengusap kan minyak massage di pinggang Sava,tepatnya di sekitaran tulang ekor Sava,sang istri baru merasa lebih baik.
Sehingga ritual itu kini menjadi kebiasaan rutin yang Emieer lakukan pada sang istri selain mengusap perut nya yang kadang juga di rasa gatal oleh Sava.
__ADS_1
Sebagai suami Emieer sangat perhatian. Tidak hanya untuk pola makan sang istri,tapi juga perhatian dalam ikut menjaga sang istri tetap bugar badan nya.
Berbagai keluhan sakit di bagian tertentu yang Sava rasakan selalu di tanggapi Emieer dengan mencari tau sebab akibat nya di internet. Sehingga paling tidak ia tau apa yang sedang Sava alami dan rasakan selama mengandung.
Bahkan kadang saat cek kandungan Emieer lah yang paling banyak bertanya pada sang bidan.
"Buka baju mu." perintah Emieer.
"Singgapkan saja kak,aku malas bagun." ucap Sava manja,masih tetap dalam posisi tidur miring
"Tidak bisa di singgap sayang. Kamu pakai long dress." ucap Emieer.
"Sini aku bantu melepas."
Akhirnya Sava pun Bagun dari rebahannya. Kemudian Emieer membantu Sava membuka baju bagian atas nya. Setelah baju atasan Sava sudah terlepas,Sava kembali tiduran dengan posisi miring membelakangi Emieer.
Dengan sangat telatennya,Emieer dengan mengunakan minyak massage mengusap pinggang Sava yang di rasa Sava terasa pegal di sana dengan lembut.
Sava yang tadi merasakan pegal di bagian pinggang nya,kini berangsur-angsur merasa lebih baik.
Berkat sentuhan lembut tangan sang suami yang membaluri pinggangnya mengunakan minyak massage membuat Sava merasakan sensasi nyaman dan rilex. Sampai sampai Sava tak sadar,ia kini memejamkan mata nya dan tertidur.
"Bisa bisa nya dia sampai tertidur." ucap Emieer lirih. Setelah di rasa cukup,kemudian Emieer menaikkan selimut tebal ke tubuh sang istri. Untuk menghangatkan tubuh Sava dari dingin nya pendingin ruangan kala itu. Dan juga karna Sava juga belum sempat mengenakan pakaian nya kembali. Dan hanya mengenakan bra saja.
Emieer kemudian beranjak untuk mematikan lampu terang dan mengantikan nya dengan menyalahkan lampu temaram untuk tetap menerangi kamar mereka.
Setelah membereskan beberapa benda yang berserakan di ruangan kamar,Emieer kemudian menyusul Sava yang sudah terlelap di ranjang.
Dengan rebahan di sisi sang istri,Emieer nampak mencium sejenak puncak rambut Sava,kemudian beralih mencium perut buncit Sava yang ada balik selimut.
"Aku cintai mu Sava,aku mencintai kalian berdua." Emieer berucap lirih. Kemudian satu kali lagi mengecup bibir ranum sang istri yang sudah terlelap dalam tidur nya yang menenangkan.
Alhamdulillah bab 29
__ADS_1
masih belajar, mungkin masih banyak typo dan semacamnya.maklum ya 🤭😬😁😅🥰