BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Kejutan Ulang Tahun


__ADS_3

Mobil berhenti di depan hotel bintang 5, Langit dan Maryam disambut dengan baik. Sudah tersedia dinner romantis khusus untuk mereka beedua. Satu restauran sengaja direservasi atas nama Langit.


"Kenapa malam ini kosong? Para pengunjungnya tidak ada?" Hanya ada dirinya dan Langit diiringi alunan musik romantis.


"Tempat ini sengaja di pesan untuk kita berdua," jawab Langit sambil mengurai senyumnya.


"Kita?"


"Ya kita, aku dan kamu." Langit menarik kursi lalu menyuruh Maryam duduk. Mereka berada di meja paling tengah, sudah tersaji hidangan khusus yang sudah Langit pesan.


Mata Maryam berbinar di tambah alunan musik mulai mengiringi syahdu.


"Jadi katakanlah, ini ceritanya apa? Dalam rangka apa?" Maryam benar-benar lupa jika dirinya hari ini berulang tahun.


"Hanya sekedar mengajakmu makan malam saja, sudah lama dan kita juga belum pernah makan malam berdua sejak menikah." Padahal hanya alasan Langit saja, ada kejutan lain menanti istrinya yang lain setelah ini.


Tatapan penuh cinta terus Langit berikan pada Maryam seolah cinta yang dimilikinya tidak akan pernah lekang oleh waktu.

__ADS_1


Maryam menyeka mulutnya usai menghabiskan makanannya, beruntung tidak ada mual di malam ini. Ia sangat menikmati setiap suguhan dari suaminya. Inginnya ia menandaskan semua yang ada di meja saja. Tapi bila hal itu terjadi ia akan malu sendiri seperti orang yang tidak pernah diberikan makanan.


"Kamu suka?" tanya Langit.


"Suka, bisa-bisanya kamu reservasi satu tempat. Sayang kan uangnya, Mas."


"Jadi sambil makan kamu hitungin biaya tempat ini? Ck, buat apa aku kerja kalau hanya disimpan saja. Uang itu buat dinikmati kan aku juga masih kerja lagian uang yang aku kasih ke kamupun hanya dihabiskan sedikit setiap bulannya karena kamu itu perhitungan." Langit membalas perkataan Maryam.


"Bukan perhitungan tapi hemat, Sayang."


Langit terkekeh.


Lift terbuka, mereka berdua masuk. Lift berdenting terbuka. Keluar dari lift Maryam dibuat terkejut lagi dengan penampakan karpet merah bertabur bunga mawar di sepanjangnya.


"Ini apa-apaan, Mas?" Wajahnya berseri-seri pasti suaminya memberikannya kejutan lagi. Sampai heran ia dibuatnya. Satu lantai itu Langit reservasi lagi khusus untuk Maryam.


"Persembahan buat istri tercantik. Inginnya aku pesan seluruh hotel ini untuk satu malam tapi kasihan yang sudah lebih dulu reservasi masa di usir." Bisik Langit, bibirnya menempel di daun telinga Maryam membuat bulu kuduknya meremang.

__ADS_1


Langit dan Maryam berhenti di depan sebuah kamar suite, kartu akses ditempelkannya. Pintu terbuka lagi-lagi kejutan menantinya di dalam kamar.


Cahaya hanya dihadirkan dari lilin-lilin kecil yang menyala ditambah lagi taburan mawar merah membentuk hati di lantai kamar. Kamar Suite yang luas dan mewah dengan pemandangan langsung melihat Jakarta pada malam hari dengan lampu berwarna-warni di sana-sini.


Di meja sudah tertata satu cake berukuran sedang bertuliskan ucapan 'Happy Birtday My Wife'. Langit menyalakan lilinnya lalu cakenya di arahkan pada Maryam.


"Ya ampun aku sendiri lupa kalau hari ini itu ulang tahunku, Sayang." Maryam meringis, wajahnya menggemaskan.


"Tiup lilinnya dan berdo'a." Titah Langit.


Maryam memejamkan matanya sejenak kemudian ia meniup lilinnya.


"Makasih, Sayang. Makasih sudah memberikan kejutan ini untukku." Maryam mengecup bibir suaminya penuh kemesraan. Sampai hasrat kelelakian Langit seketika bangkit. Direngkuhnya tubuh Maryam ke atas tempat tidur.


"Aku mau kamu sekarang." Bisik Langit menghujani Maryam dengan cumbuan-cumbuan kecil di ceruk istrinya itu.


***

__ADS_1


Bersambung...


Part ini sampai ini dulu ya, Insha Allah lanjut lagi. Entah kenapa kemarin nggak dapet feelnya buat nulis sampai bingung mau ngetik apa... Otak belum gajian ini teh 😂😂


__ADS_2