BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Merajuk


__ADS_3

Sejak pulang dari pesta yang diselenggarakan G-Farma, Langit hanya diam saja. Dadanya bergemuruh melihat istrinya sangat akrab dengan Gavin. Walau bibirnya berkata Gavinendra bukanlah saingannya tapi hatinya berkata lain. Dari raut wajahnya tercetak jelas, Langit tidak mau melihat istrinya tertawa bersama dengan pria selain dirinya.


Kedua kalinya Langit dikatakan cemburu melihat Maryam dengan pria lain, selain Faiz.


"Mas, kalau kamu merajuk seperti itu kelihatannya lucu tahu gak sih." Maryam semakin menggodanya, semakin Langit diam. Maryam akan semakin membuat hati Langit tak karu-karuan.


"Aku nggak cemburu, biasa saja. Lagian dia bukan apa-apa bagiku. Aku hanya tidak suka sikapnya yang sok akrab sama kamu," ucap Langit kesal. Nadanya saja sudah terdengar kesal, pantas saja Maryam mengoloknya terus.


Wajah Langit hampir mirip kepiting rebus, kupingnya sudah panas mendengar olokan istrinya yang tidak berhenti-berhenti.


"Mau kemana, Mas?" tanya Maryam melihat suaminya yang bangkit dari duduknya menuju kamar mandi.


"Mau mandi, gerah!" ucapnya ketus.


"Gerah? Segini dinginnya di bilang gerah." Maryam jadi tersenyum tipis, bisa jadi hati Langit yang gerah mendengarnya mengoceh terus.

__ADS_1


Disiapkannya pakaian tidur untuk suaminya. Kaos plos warna putih dan celana hitam selutut.


Selesai dari kamar mandi, Langit tidak menemukan Maryam di sana. Kemana istrinya itu, ini sudah hampir pukul 22.00. Harusnya mereka masih di pesta, karena berhubung Maryam mengeluh lelah mereka memutuskan pulang. Lagian Langit mendadak tidak betah berada lama-lama di sana.


"Sayang, kamu dimana?" Langit mencari Maryam sampai ke lantai bawah. Semua lanpu sudah temaram. Tapi dari arah dapur terlihat lampu masih menyala.


"Ya ampun, kamu di sini. Aku cari-cari loh." Dilihatnya Maryam sedang lahap menikmati es krim malam-malam seperti ini, bukan hanya es krim. Ia juga membuat roti panggang hanya untuknya sendiri.


"Jangan lihatin gitu, Mas. Aku lapar, tadi mau makan banyak tapi rekan-rekan bisnis kamu gak pergi-pergi. Aku ngiler loh lihat makanan manis begitu banyaknya," ucap Maryam dengan wajahnya yang ditekuk.


"Iih." Maryam semakin menekuk wajahnya tidak suka dibilang diet. Meskipun ia tidak masalah karena berat badannya naik tapi kalau kata diet terdengar di telinganya rasanya tubuhnya berasa sangat gemuk sekali.


"Jangan makan sendiri, aku juga mau." Direbutnya satu wadah besar es krim strawberry yang sengaja di beli Maryam untuknya sendiri. Malam-malam ia terkadang suka ingin makan yang dingin-dingin yang manis-manis. Beruntung dari gadis ia tidak pernah suka makanan asam, sampai sekarangpun ia tidak pernah memakan makanan rasa itu. Lidahnya tidak kuat merasakan asam, berbeda dengan rasa pedas yang dimakannya. Sensasinya sangat berbeda.


"Iiiiissshhh, Mas!"

__ADS_1


***


"Jadi dia teman baik istri gue dari dulu?" Langit manggut-manggut mendapatkan laporan dari Willy tentang Gavin. Diam-diam ia menyuruh Willy mencari tahu ada hubungan apa antara Maryam dengan Gavin semasa kuliah mereka dulu. Apa benar mereka hanya sebatas kakak tingkat dan adik tingkat saja.


"Benar, Pak. Gavinendra putera sulung dari pak Burhan, dia pernah bertunangan dengan seorang dokter tapi putus." Lapor Willy.


"Oke, aku cukup tenang kalau memang tidak ada hubungan khusus di antara mereka berdua. Lagian kalaupun ada itu hanya masa lalu mereka saja," ucap Langit.


"Kalau memang anda tidak kenapa-napa lalu kenapa menyuruh saya menyelidiki latar belakang pribadinya?" Willy kemudian terkekeh berharap Langit hari ini tidak sensitif.


Atasannya itu hanya mendengus beruntung tidak ada kata-kata umpatan yang keluar dari mulutnya saat ini.


***


Bersambung...

__ADS_1


Kasih ide dooongg😰😰😭😭


__ADS_2