BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Sisterhood


__ADS_3

Flashback on


Audrey POV


Sejujurnya aku sangat gugup untuk bertemu dengan Georgia. Bukan soal apa, aku hanya tidak tega melihat nya. Kini Georgia harus bekerja di sebuah toko kue, hal yang tak pernah bisa aku bayangkan.


Apa suami nya kejam? Apakah suami nya tidak memberikan dia nafkah? Apakah dia di paksa suami nya itu untuk mencari uang?


Entahlah, Aku semakin berfikir buruk pada sosok Emieer Sadiq.


Pria yang sudah membuat adik ku menentang Papa. Gara gara Pria yang bernama Emieer itu hidup Georgia sekarang jadi menderita. Jika benar pria itu telah menyakiti adik ku, aku tidak akan segan segan membuat perhitungan dengan nya.


Dengan masih ku kenakan kaca hitam yang memang sengaja aku belum lepas, ku masuki toko kue itu. Dan memang aku pun juga berniat untuk membeli kue di sana. Seorang pelayan toko membukakan pintu untuk ku sambil mengucapkan selamat datang sebagai sapaan untuk pelanggan yang datang.


Sambil tersenyum ramah pada pelayan yang membukakan pintu untuk ku, aku pun segera bergegas menuju etalase. Dimana berbagai macam jenis kue kue an di sajikan di sana.


Sambil memilih kue yang aku inginkan, sesekali ku lirik ke samping kearah Georgia yang kini berdiri di depan layar monitor di kasir. Dia terlihat masih sibuk melayani pelanggan yang hendak membayar belajaan nya.


"Georgia, adik ku." guman ku lirih.


Aku mencoba menelisik ke arah Georgia lebih intens. Mencoba membaca guratan wajah nya. Expresi wajah yang selalu ceria adalah ciri khas yang selalu melekat pada Georgia. Anak itu memang berbeda dengan ku dalam hal sikap.


Setelah aku lirik wajah nya dengan seksama. Aku perhatikan Georgia terlihat lebih cantik. Bahkan bertambah cantik. Wajah nya sangat yang putih natural dan mulus dan bersih. Wajah nya kini nampak berseri seri. Tidak ada guratan kesediaan atau hal hal lain yang mencurigakan yang bisa ku tangkap.


Aku mencoba meneliti kembali wajahnya. Biasa nya seseorang yang banyak tekanan akan bisa di liat dari expresi wajah nya. Tapi yang ku liat dari wajah Georgia hanyalah, kecantikan nya yang makin terpancar yang akan membuat orang terpukau.


Apakah Georgia bahagia? Atau kah dia hanya sedang menyebuyikan sedih nya?


Selama ini dia hidup penuh kemewahan yang tidak ada batas. Tiga buah Mobil pribadi Georgia, ku rasa masih berjejer di garasi. Adik ku satu ini adalah anak kesayangan di rumah besar. Saat kini dia berada di sini, di toko kue dan bekerja sebagai kasir hal itu membuat aku sedih.


🍁🍁🍁🍁


Mobil pribadi Sava/Georgia kala masih tingal di rumah besar.



Mobil favorit Sava.

__ADS_1



Mobil baru Sava yang belum sempat di kendarai adalah mobil buatan Eropa warna dark silver. Sebenarnya mobil itu adalah kejutan dari Kemal dan Audrey yang akan di tujukkan pada Georgia pas di hari ulang tahun nya yang ke 19. Tapi sayang Sava sudah terlanjur terusir dari rumah. Dan mobil itu kini sudah terparkir dengan rapi bergabung dengan mobil mobil koleksi pribadi Sava di garasi rumah besar.



Georgia sudah biasa Hidup mewah dari kecil. Tapi kini ia hidup sederhana, bahkan sekarang Georgia bekerja di sebuah toko kue dan hal itu membuat ku mengidik ngeri.


Georgia juga kuliah di universitas bergengsi, walau di dalam negeri. Teman teman yang high class dan relasi keluarga kami yang dari kalangan atas.


Rasa nya mustahil jika Georgia dengan cepat bisa menerima keadaan nya yang sekarang. Tapi melihat dia nampak terlihat bahagia membuat aku menilai lain diri Georgia. Hal yang tak bisa aku bayangkan jika aku di posisi nya sekarang. Karena aku belum tentu bisa menerima hal ini.


🍁🍁🍁🍁🍁


Aku kini sudah mendapatkan kue yang ku inginkan. Kemudian dengan menghela nafas pajang, ku gerakan langkah kaki menuju kasir.


"Selamat siang," Georgia menyapa ku. Saat dia menyapa ku, Georgia tidak benar benar menatap ku. Diri nya masih sibuk di depan layar monitor.


"Ini saja saja Bu," ucap Georgia, sambil meraih nampan berisi kue yang hendak ku beli dari atas etalase. Aku yang sudah berjarak amat dekat dengan nya, tak bisa lagi untuk tidak memandang Georgia. Kaca mata hitam ku sengaja masih ku tengger kan di hidung. Tapi saat Georgia kini benar-benar menatap ke arah ku. Sepertinya Georgia mulai mengenali diri ku.


"Kak Audrey !" sapa nya kaget.


"Georgia." jawab ku dengan suara bergetar.


Ku lepaskan kaca mata hitam ku, dan kini aku bisa melihat dengan jelas mata Georgia yang tiba tiba langsung terlihat nanar. Dan aku pun demikian.


Ku liat Georgia berjalan mengitari etalase yang menjadi pemisah di antara kami. Beberapa langkah lagi saat Georgia sudah mulai mendekat ke arah ku. Seketika aku di buat ternganga dengan suatu pemandangan yang tak pernah aku sangka. Pemandangan yang membuat ku melongo, sampe sampe aku gerakan tangan untuk menutup mulut ku.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Apa! Georgia hamil!" sebuah pemandangan dari perut Georgia yang tak pernah aku pikirkan.


Bukan kan umur nya masih 19 tahun. Apa memang dia berencana punya anak dalam usia nya yang masih muda.


Entahlah, aku tidak bisa berkata-kata dengan semua perubahan tentang adik perempuan ku satu ini.


"Kak, Audrey." pangil Georgia yang kemudian langsung memeluk ku. Aku pun menerima pelukan Georgia dengan hati penuh haru. Ketika kami seperti biasa ingin saling memdekap dengan erat, tonjolan yang kini mulai terlihat pada perut Georgia menjadi penghalang. Aku merasakan tonjolan keras itu mengenai perut ku saat kami tadi saling ber peluk.

__ADS_1


"Georgia apa kabar mu?" tanya ku padanya yang masih di liputi hati penuh haru.


"Aku baik kak," jawab nya lembut.


Kemudian pandangan ku terarah pada perut nya.


"Georgia, ini benar kamu hamil?" tanya ku tak percaya.


"Benar lah kak," jawab nya sambil tersenyum.


"Sudah berapa bulan?" tanya ku sambil mengelus perut nya yang buncit.


"Jalan 6 bulan kak."


Aku yang masih tajub dan tak percaya dengan apa yang aku liat. Aku sampe betah meletakkan tangan ku di perut Georgia yang buncit dan bulat itu.


"Bagaimana bisa kamu hamil Georgia." mendengar pertanyaan ku Georgia malah terkekeh.


"Kak, aku sudah menikah. Aku sudah punya suami kak!" balasnya, aku hanya bisa tersenyum menanggapi.


Perut Georgia kini nampak bulat dan menonjol. Badan nya kini lebih terlihat berisi. Aura wajah nya pun terlihat lebih cantik. Bahkan bertambah cantik.


"Kak, aku izin dulu ya. Biar lebih enak kita mengobrol. Ini masih jam jam kerja ku." ucap Georgia. Kemudian dia nampak berbincang pada salah satu rekan kerja nya.


🍁🍁🍁🍁


Setelah mendapat izin untuk keluar sebentar karna aku minta nya untuk sekalian izin pulang cepat. Sang pemilik toko yang kebetulan berada di situ akhirnya mengizinkan Georgia untuk pulang lebih awal.


Aku hanya bisa menggelengkan kepala,belum lama kami berpisah, Georgia kini sudah banyak sekali berubah. Pembawaan nya terlihat makin dewasa.


🍁🍁🍁🍁


Saat ini kami telat tiba di sebuah cafe tak jauh dari tempat kerja Georgia. Aku sengaja mengajak nya untuk menikmati makan siang bersama. Sudah lama sekali kami tidak menghabiskan waktu bersama. Dan aku pun memberitahu pada Georgia jika mama akhir akhir ini sedang tidak dalam kondisi baik. Seperti nya Georgia pun nampak sedih.


Akhirnya bersama Georgia,aku merencanakan kejutan untuk mama. Aku sudah reservasi restauran yang akan menjadi tempat kami akan bertemu. Tepat nya, aku merencanakan reuni kecil untuk mempertemukan Georgia dan mama. Karna aku tau, saat ini Mama sedang kangen dengan putri kesayangannya ini.


🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2