BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
Rencana Audrey


__ADS_3

flashback on


Enam Bulan berlalu.....


Sudah enam bulan ini suasana rumah besar masih sama. Sepi dan hampa tanpa ada seseorang yang biasanya selalu menghadirkan keceriaan.


Sepeninggal Sava atau Georgia pangilan akrab nya di rumah besar kediaman Hasan Malik, begitu terasa sangat berpengaruh. Georgia yang memang gadis dengan pembawaan periang, humble dan juga enerjik selalu bisa mendatangkan kehangatan untuk semua orang di rumah besar.


Tidak hanya dekat dengan sang Mama dan kedua kakak nya Audrey dan Kemal, tapi Georgia juga dekat dan ramah pada para asisten rumah tangga di rumah besar.


Pembawaan Georgia yang humble dan mudah dekat dengan siapapun tanpa membedakan, membuat para pelayan di rumah besar juga sangat sayang pada nya. Saat Georgia terusir dan meninggal rumah besar, hal itu membuat sedih seluruh para pelayan di rumah itu. Rumah besar seperti kehilangan sumber keceriaan nya.


Sejak kehadiran Georgia di tengah keluarga Hasan Malik, keluarga itu seolah punya sumber kebahagiaan yang baru. Baik Audrey dan maupun Kemal sebagai anak kandung pasangan Hannah dan Hasan Malik, sangat mencintai dan menyayangi Georgia. Mereka sangat sayang pada Georgia walau dia hanya adik tiri.


Hannah pun bertambah bahagia ketika sang suami Hasan Malik memasukan Georgia kedalam kartu keluarga mereka. Seorang bayi yang kala itu mereka temukan di tengah hamparan perkebunan teh, kini telah menjadi bagian dari keluarga Hasan Malik.


Kasih sayang penuh dari dua Kakak nya,Mama dan juga sang Papa membuat seorang Georgia Savanah Almeera tumbuh menjadi gadis penuh cinta dan kasih sayang.


Audrey dan Kemal sejak lulus Sekolah menengah atas sudah di kirim oleh sang papa untuk bersekolah ke luar Negeri. Dan setelah mereka lulus kuliah Audrey dan Kemal pun sudah di ajarkan bisnis oleh sang Papa. Tak lama setelah lulus kuliah Audrey maupun Kemal kemudian menikah. Setelah mereka menikah, Hasan Malik menugaskan ke dua putra dan putri nya untuk mengurusi perusahaan yang sudah Hasan rintis di sana.


Awal nya Hasan Malik juga ingin mengirim sang putri bungsu Georgia untuk meneruskan kuliah di universitas bergengsi seperti kedua kakaknya. Namun hal itu tidak disetujui Hannah. Alasannya adalah Hannah sudah jauh dari ke dua putra dan putri nya, dan kini Ia tidak ingin jauh juga dari putri satu satu nya yang masih bisa ia manja.


Karena sang istri sudah berkemauan seperti itu, Hasan pun akhirnya tidak mengirim Georgia ke luar negeri untuk bersekolah.



Rumah besar milik keluarga Hasan Malik tampak dari luar.



Rumah besar nampak dari dalam.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Sampai kapan kau akan bersikap dingin seperti ini Hannah." tugas Hasan Malik yang seperti biasa,jika hendak ke kantor maka Hannah akan memakaikan dasi untuk nya.


Mendengar pertanyaan sang suami, Hannah hanya diam,fokus pada kegiatan menalikan kan dasi untuk sang suami.

__ADS_1


"Kita ini sudah tua, tidak patut jika kita bersikap kekanak-kanakan seperti ini." ucap Hasan,kemudian Hannah memandang wajah sang suami. Wajah yang kini semakin banyak terdapat kerutan kerutan tanda penuaan di dahinya.


"Ku rasa kau tau apa yang membuat ku bersikap seperti ini. Saat dia pergi meninggalkan rumah, separuh jiwa ku juga pergi Hasan." ucap Hannah, kemudian dia melangkah pergi meninggalkan sang Suami yang masih keras hati pada sang putri yang ia sangat rindukan.


"Lagi lagi tentang anak itu." keluh Hasan memijat dahinya. Sejenak ia nampak bergeming, sejurus kemudian Ia melangkah keluar kamar untuk sarapan pagi. Sebelum ia sampai di ruang makan, Hasan tampak menghentikan langkahnya,manakala ia melewati kamar sang putri yang ia telah usir.


Dengan langkah pelan Ia mendekati sebuah kamar yang sudah lama tidak di tiduri oleh pemilik nya itu. Begitu ia berani kan diri membuka pintu kamar tersebut,ada perasaan yang menyeruak di hati nya.


Dan ingatan Hasan Malik seolah kembali pada memory masa lalu ketika ia menemukan Georgia bayi di tengah tengah hamparan perkebunan teh dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tak tahan dengan ingatan yang membawanya ke masa lalu, Hasan kemudian menutup kembali pintu kamar Georgia.


🍁🍁🍁🍁🍁


Rusia


Setelah memikirkan berbagai hal dan juga memikirkan kondisi sang Mama yang akhir akhir ini sedang tidak sehat. Audrey memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk mejenguk sang Mama.


Dan hari itu juga Audrey terbang dari Rusia ke Indonesia atas izin sang suami. Sebagai anak perempuan yang tinggal jauh dari sang mama membuat Audrey terkadang merasa bersalah.


Tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Karna sang Papa telah menugaskan Audrey untuk mengurus perusahaan yang sang ayah diri kan di Negara itu.


Dan Audrey tau apa yang membuat Mama nya akan merasa senang.


Selama dalam perjalanan menuju Indonesia, Audrey sudah merencanakan sesuatu buat sang Mama. Dengan bantuan sang kakak Kemal yang kini juga di sibuk kan mengurus perusahaan cabang Amerika yang sudah berkembang pesat, Audrey setidaknya sudah mengantongi satu alamat yang akan segera ia datangi setiba nya Ia di Indonesia.


"Apa kamu yakin, Georgia bekerja di sebuah toko kue." ucap Audrey tak percaya mendengar penuturan sang kakak,dari sebrang percakapan di telepon.


"Dia sudah bekerja kurang lebih 5 bulan di toko kue itu, sebagai Kasir." jawab Kemal menambahkan.


"Ya Tuhan, Georgia......anak itu. Aku semakin tak sabar berjumpa dengannya. Dan aku semakin penasaran bagaimana keadaannya setelah di nikahi pemuda itu." jawab Audrey, yang sepertinya berfikir negatif setelah mendapat kabar sang adik sampe bekerja di sebuah toko kue.


"Pastikan Papa tidak mengetahui jika kamu merencanakan mempertemukan Mama dan Georgia. Karna jika Papa tau, kamu tanggung sendiri akibatnya. Papa masih belum memaafkan Georgia."


"Aku akan menanggung apapun resiko nya. Demi Mama aku akan melakukan apapun. t


Terimakasih sudah membantu ku Kemal, take care of your self." tukas Audrey pada sang kakak, kemudian mengakhiri panggilan telepon.


"Adik ku sayang, adik ku malang. Macam apa sebenarnya lelaki yang menikahi mu. Hingga kau harus berkerja di toko kue. Kau seorang putri Hasan Malik, andai saja kau saat itu menuruti Papa, nasib mu tidak akan seburuk itu Georgia." sergah Audrey, yang membayangkan jika sang adik nampak dalam kondisi tidak baik baik saja.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Pukul 10 pagi pesawat yang Audrey tumpangi sudah mendarat tepat waktu. Audrey pun kemudian bergegas menuju bagasi airport untuk mengambil koper nya.


Karna kedatangan nya mendadak dan memang rencana kejutan untuk sang Mama, Audrey sengaja tidak menyuruh sopir rumah untuk menjemput.


Audrey memilih naik taksi,untuk menuju satu tempat yang sudah ia ketahui lokasinya.


Sesampainya di lokasi yang sudah Kemal berikan alamatnya. Dari dalam taksi, Audrey nampak mengamati toko kue tersebut. Audrey mencoba menelisik kan pandangan nya ke dalam toko kue dengan masih mengenakan kaca mata hitam branded nya. Sekilas Ia nampak mencari cari sosok wanita yang selama ini juga sangat Ia rindu kan.


Seorang adik yang Ia sayangi.


Selama tingal bersama di rumah besar, Audrey tak pernah sekali pun bersitegang dengan Georgia.


Walau Georgia hanyalah adik angkat, tapi ia benar benar-benar menyayangi adiknya itu. Bayi malang yang Papa nya temukan 19 tahun lalu di kala hujan lebat di hamparan kebun teh. Bayi itu kini telah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa. Mungkin sekarang bukan gadis lagi,karna Georgia sekarang sudah menikah.


Audrey tiba tiba tersenyum dari dalam taksi,manakala panca indra nya kini telah menangkap sosok yang dari tadi ia cari cari.


Seorang wanita nampak tersenyum pada seorang pelanggan di tempat Kasir.


Dengan mantap,Audrey kemudian membuka pintu taksi, lalu berjalan mengambil koper di bagasi belakang taksi.


Setelah itu ia berjalan menuju toko kue dimana Sava/Georgia sedang bekerja di sana.


visual Audrey Malik



Visual Sava / Georgia Savanah Almeera Malik



Alhamdulillah bab 25


Aku ucapkan banyak makasih yang sudah berkenan baca coretan receh ku ini dan terimakasih sudah kasih review.


🥰🤗💝💐🥰♥️

__ADS_1


__ADS_2