BELAHAN JIWA

BELAHAN JIWA
The lucky one


__ADS_3

flashback on


Di sebuah kamar hotel yang nampak remang pencahayaan nya. Masih terlelap dua insan yang baru saja melepaskan status perawan dan pejaka. Emieer nampak terlelap dalam dekapan Sava.


Kedua nya nampak tertidur dengan sangat pulas.Apakah itu efek pelepasan pertama mereka setelah sekian tahun menjaga.


🍁🍁🍁🍁


Pukul 12.30 malam, Sava mengerjabkan mata. Tiba tiba diri nya di landa rasa lapar yang tak bisa di tahan. Sava nampak kesal, di saat tubuh nya terasa remuk, pegal, perih dan lelah. Di sisi lain perut nya meraung raung kelaparan, membuat nya tidak bisa tidur dengan nyaman.


Pelan pelan Sava memindahkan kepala Emieer yang sedari tadi tidur bersandar padanya.


Setelah mengeser tubuh Emieer dari diri nya, Sava memungut bathroop yang tergeletak di sisi ranjang. Mengenakan nya dan kemudian berlalu ke kamar mandi.


Setelah beberapa saat,Sava keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian casual yang rapi.


Kemudian Sava berjalan ke arah ranjang dimana Emieer masih telelap. Sambil duduk di sisi rajang. Sava mencoba membangun Emieer.


"Emieer, bangun !"


"Emieer........!"


Sava menggoyang pundak Emieer pelan, sesaat kemudian mata Emieer mengerjab.


"Ada apa sayang..?"


"Aku lapar...." jawab Sava sambil memegangi perutnya.


"Lapar......?" ucap Emieer kemudian bangkit dari posisi tidur nya.

__ADS_1


"Kita dari tadi sore belum makan apapun kak !" keluh Sava dengan wajah sedikit kesal. Emieer yang mengamati perubahan wajah sang istri kemudian bereaksi dan berfikir. Ia kemudian baru teringat jika mereka memang belum makan malam. Setelah sampe di hotel mereka malah asik sendiri. Menyadari itu Emieer merasa bersalah.


"Maaf kan suami mu ini sayang, sampe lupa memberi mu makan," Emieer berucap, sambil menyingkap selimut. Tapi sebelum semua selimut tersingap, Sava menahan gerakan Emieer.


"Tunggu!" ucap Sava. Kemudian berjalan kearah dimana Emieer membuang asal bathroop yang ia kenakan sebelumnya.


"Pakai ini, masa kamu berlalu begitu saja." Omel Sava, dan semakin membuat Emieer gemas. Emieer menurut saja apa yang di perintahkan sang istri.


"Bahkan aku dari tadi tak mengenakan baju saat kita bersama tidur, sekarang mau ke kamar mandi saja aku harus pake ini," Emieer berucap sambil mengenakan bathroop yang Sava berikan.


"Jangan banyak protes," tukas Sava tegas. Sebelum Emieer benar-benar berlalu ke kamar mandi,Emieer dengan jail mencuri ciuman bibir ke arah bibir ranum Sava. Yang sekarang bebas dia bisa nikmati kapan saja dan sesuka hati. Sava yang menerima ciuman singkat dari Emieer hanya bisa melotot pasrah.


🍁🍁🍁🍁


Tak lama setelah Emieer berganti baju casual, akhirnya mereka keluar kamar untuk mencari makan. Karna Sava sedang tak ingin makanan menu hotel, Emieer mengajak Sava untuk makan di luar. Dan bersyukur, masih ada warung makan tenda yang masih berjualan di sekitar hotel. Meski waktu sudah menunjukkan hampir jam satu malam tempat makan tenda itu masih terlihat rame dengan beberapa orang makan di sana.


Akhirnya di tempat makan tenda pinggir jalan itulah Sava dan Emieer makan malam,makan malam yang teramat telat.


Saat itu Emieer memesan nasi goreng yang exstra pedas favorit nya, alhasil saat Emieer sedang asik menikmati nasi goreng itu, keringat bercucuran keluar dari dahi nya. Sava yang melihat itu spontan mengambil tisu lalu mengusap keringat Emieer yang mengucur di sekitaran dahi.


"Terimakasih sayang," ucap Emieer,sesaat setelah Sava mengerikan keringat di dahi nya dengan tisu. Sava hanya membalas nya dengan senyum.


"Kenapa kamu lebih memilih makan di pinggir jalan,kamu kan bisa pesan tadi ?" tanya Emieer di sela sela mereka masih menikmati makan nasi goreng.


"Aku tidak suka makanan pesanan di kamar hotel, aku lebih suka makan makanan di kaki lima seperti ini,lebih enak kak," jawab Sava tampak masih lahap menikmati pesanan nasi goreng nya.


"Maaf ya sayang, aku tidak bisa memberikan apa yang orang tua mu bisa berikan."


Dan perkataan Emieer malah membuat Sava tersedak, Emieer dengan sigap memberikan sang istri air minum dan kemudian mengelus punggung Sava.

__ADS_1


"Kakak berkata apa an sih!" protes Sava, kemudian meminum segelas air putih yang Emieer berikan.


"Bisa tidak, kakak tidak usah merasa selalu bersalah seperti itu," keluh Sava.


"Maaf." balas Emieer lembut dengan masih mengelus punggung Sava.


"Aku bukan lagi gadis kesayangan Hasan Malik. Aku juga bukan asli putri mereka. Jauh sebelum itu, kehidupan yang serba wah dan mewah tak membuat ku merasa hina di saat aku kehilangan semua kemewahan itu Emieer."


Sava berbicara serius pada Emieer.


"Bahkan saat aku meninggalkan rumah besar, di saat mereka mengusir ku, aku tidak membawa apa apa. Aku pergi dari rumah itu tidak membawa apapun. Mobil, ATM,kartu kredit yang no limit semua barang mewah yang mereka beli dan berikan untuk ku tidak ada yang ku bawa. Itu karna aku sadar,.siapa diri ku."


"Jadi, please....stop minta maaf Emieer, stop merasa bersalah. Aku baik baik saja, aku tidak merasa kehilangan apapun. Tapi aku akan merasa sangat kehilangan, jika aku kehilangan KAMU."


Mata Sava mendadak berkaca kaca, melihat itu Emieer meraih pipi Sava dengan satu tangan nya dan membelai lembut.


"Maaf ya, aku janji tidak akan mengulangi perkataan itu lagi" ucap Emieer, sambil mengusap bibir Sava yang ranum itu dengan jari jari nya.


"Aku orang yang paling beruntung di dunia ini Emieer."


"Kau tau kenapa aku bilang begitu. Karena saat aku di buang oleh orang tua ku sendiri 19 tahun lalu di sebuah perkebunan teh. Aku di temukan papa dan mama. Dan setelah 19 tahun kemudian, saat aku terusir dari rumah besar, aku di per istri oleh seorang Emieer Sadiq." ucap Sava sambil menyugingkan senyum manis pada suami nya.


"Sungguh aku orang paling beruntung bukan, dan aku merasa tidak kehilangan apapun.Tapi aku akan sangat merasa kehilangan jika kau tak ada di sisi ku. Kau adalah alasan ku selalu merasa bahagia, entah kau percaya apa tidak, kau belahan jiwa ku Emieer."


"Jangan pernah jauh dari ku, atau meningalkan ku. Aku tidak akan bisa bertahan seperti saat ini, jika kau tak ada di sisi ku. Aku juga belum tentu sekuat ini jika aku tidak bersama mu."


Sava kemudian mengengam satu tangan Emieer yang masih betah berada di pipinya.


"i love you "

__ADS_1


💐♥️


Alhamdulillah bab 13 😍🤗


__ADS_2