
flashback on
Pagi sebelum Emieer berangkat bekerja, Emieer memberikan Sava sebuah kartu ATM.
"Kamu saja yang simpan kartu ini sayang."
Emieer berkata sambil menyerahkan sebuah kartu ATM ke telapak tangan Sava.
"Bagaimana dengan mu kak?" tanya Sava.
"Aku sudah ada sendiri,kadang para tamu memberikan aku tips,saat aku mengantar kan barang barang mereka ke kamar tamu hotel."
"Di dalam ATM itu menang jumlah nya tak banyak,tentu nya ada limited nya. Tapi aku rasa akan cukup buat membeli kebutuhan kita. Pokoknya aku serahkan semua pada mu."
Sava tersenyum, kemudian berjalan ke arah sang suami yang sudah siap hendak pergi bekerja itu. Bergelayut manja pada Emieer adalah sesuatu yang Sava sukai. Dengan menaukan kedua tangan nya ke leher Emieer Sava ber manja di sana .
"Jadi ini fix ya kakak memberikan aku uang nafkah."
"Tentu saja sayang. Kamu kan istri ku,uang ku adalah milik mu. Jika nanti kurang aku akan berusaha memberikan kamu lebih."
"Bagi ku bisa makan saja aku sudah bersyukur Emieer. Asal aku bersama mu aku akan baik baik saja." ucap Sava kemudian berjinjit untuk mendekatkan bibirnya ke arah bibir sang suami. Tapi belum juga Sava mendaratkan bibirnya ke arah Emieer, Emieer lebih dulu mencium Sava . Pagi itu walau hanya berciuman sesaat,sudah membuat kedua nya berada dalam buaian hasrat yang membuat ke dua nya panas dingin.
"Kita lanjutkan nanti malam saja,aku sudah terlambat." ucap Emieer, saat Sava makin menuntut. Merasa ciuman nya di putus oleh sang suami Sava merasa sedikit kesal.
🍁🍁🍁🍁🍁
Karna persediaan makanan di rumah sudah menipis,Sava memang harus berbelanja sesuatu untuk mengisi lemari pendingin dan juga stok makanan siap saji lainnya.
Berbekal ATM yang sudah Emieer berikan,pagi ini Sava berniat untuk belanja.
Di sebuah tempat perbelanjaan ternama, yang tak jauh dari lokasi tempat kost,Sava akhirnya berbelanja di sana .
Sesampainya di lokasi perbelanjaan itu,Sava mengambil troli untuk menaruh barang belanjaan yang hendak ia beli.
Lorong demi lorong Sava kelilingi untuk mencari barang apa saja yang Ia dan Emieer butuhkan.
Saat Sava sedang fokus memilih milih makanan sereal yang di kemas dalam dus dus kotak persegi panjang di sebuah rak. Sava terkesiap saat sebuah suara yang amat familier memangil namanya.
"Georgia."
__ADS_1
Sebuah suara terdengar di panca pendengaran Sava. Suara yang tak asing,suara yang ia kenalin dan suara yang amat ia rindukan selama ini. Kemudian Sava membalikkan badan dan menoleh ke arah seseorang yang ia yakin siapa itu.
"Ma.......!"
Air mata sendu mulai memenuhi kedua kelopak mata Sava. Begitu pula wanita paruh baya yang ada di hadapannya. Wanita itu adalah Hannah Malik, ibu nya Sava.
🍁🍁🍁🍁
Akhirnya Sava dan Hannah saling berpelukan erat. Melepaskan rindu yang selama ini mereka tahan dan rasakan. Hannah dengan deraian air mata membelai rambut panjang sang putri.
Tubuh yang tak biasa lagi ia peluk peluk,di kala Sava sedang bermanja-manja pada nya. Gadis remaja yang sudah hampir dua Minggu ini tak bisa ia temui. Dan yang sudah tidak lagi bersama nya di rumah besar.
Seorang putri yang ia besar kan dengan kasih sayang tulus, walau Sava bukan lah darah daging nya. Ikatan batin yang sudah terjalin kuat,seakan tak memperdulikan jika mereka hanyalah anak dan ibu angkat.
"Georgia, putri ku." Hannah berucap dengan masih memeluk erat sang putri, seakan tak mau melepaskan nya. Dan untuk kesekian detik mereka benar benar saling melepaskan rindu.
"Apa kau sudah selesai berbelanja?" tanya Hannah dengan masih merangkul bahu sang putri ,yang teramat dia rindukan beberapa hari ini,sampai sampai ia tak nafsu makan.
"Aku baru saja tiba ma,masih banyak yang ingin aku beli."
"Baiklah,ayo mama temani."
Akhirnya Sava pun berkeliling lorong demi lorong mengambil barang belanjaan yang ia butuhkan sambil di temani sang mama.
Sebuah kejutan pertemuan yang tak ia sangka. Bahagia,tentu saja Sava sangat bahagia.Dada nya sampai terasa sesak,manakala tiap kali dirinya merindukan sang Mama.
Pada wanita inilah cinta kasih tulus yang mengalir dari dalam diri nya ia dapatkan.
Pembentukan karakter yang kuat serta berani bersikap adalah ajaran sang Mama.
Sikap lembut dan dewasa yang di ajar kan sang Mama berhasil membuat Sava tumbuh menjadi seorang gadis yang pintar,cerdas serta mandiri,.walau kadang memang terlihat manja. Sava yang tumbuh menjadi seorang anak gadis kaya raya , nyata nya tak sedikitpun bersifat sombong. Sava lebih bersifat rendah hati
Sambil berkeliling Sava dan Hannah saling bercerita. Kedua nya nampak terbawa suasana.
Setelah Sava merasa sudah membeli semua barang yang ia butuhkan, kemudian ia bergegas ke kasir untuk melakukan pembayaran.
Setelah semua barang belanjaan yang berada di meja kasir dan sudah ter scan harga satu persatu oleh petugas kasir, Sava yang hendak mengeluarkan kartu ATM nya di tahan oleh sang Mama.
"Biar Mama yang bayar." ucap Hannah kemudian memberikan kartu ATM nya pada petugas kasir.
__ADS_1
"Ma. Ngak usah, Emieer sudah memberikan aku uang."
"Biarkan mama yang membayar semua barang belanjaan mu sayang."
" Tapi ma.....!"
"Sudah jangan menolak rezeki !". Simpan uang nya buat keperluan yang lain." pinta Hannah.
"Tapi ma ,nanti papa marah."
"Ini uang mama !"
Kemudian akhirnya Sava pun menyerah.
Setelah selesai berbelanja,Hannah mengajak Putri nya itu untuk mampir di sebuah resto. Dan lagi lagi Sava pun tak bisa menolak permintaan sang mama.
"Jadi katakan pada mama, gimna rasa nya menikah." tanya Hannah sambil mengoda sang putri. Sava kemudian tersenyum malu malu dan menggeleng kan kepala. Melihat Sava yang nampak salah tingkah Hannah pun semakin bersemangat mengoda sang putri.
"Dimana kalian bulan madu,dan gimna rasa nya malam pertama."
"Mama !" Sava berseru sambil melotot ke arah sang mama. Hannah yang mendapat pelototan dari Sava makin terkekeh.
"Aku bahagia Ma, Emieer pemuda yang baik. Dia suami yang luar biasa. Mama tidak perlu kawatir kan aku. Karna aku bersama orang yang tepat."
"Ia sayang, mama percaya pada mu. Aku sudah melihat Emieer, sepertinya dia orang yang bertanggung jawab."
Hannah kemudian meraih tangan sang putri yang berada di meja, Hannah mengengam tangan sang putri.
"Ingatlah pesan mama sayang. Bahwa mama akan selalu sayang dengan putri mama ini. Mama akan selalu berdoa yang terbaik buat hidup mu."
"Jika terjadi apa apa terhadap mu,cari lah Mama. Kau tau mama berada kan. Mama akan selalu di samping mu nak."
Air mata Sava kembali menetes, mendengar penuturan rasa sayang untuk nya dari sang mama. Dan itu membuatnya terharu.
"I love you ma." ucap Sava sambil terisak. Kemudian dia bangkit dr kursi, lalu merangsek memeluk sang mama.
Alhamdulillah bab 18
🤗💝💐🥰
__ADS_1
Happy new year 2022