Boss Gila

Boss Gila
Tangan Yang Terluka


__ADS_3

Berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala Cindekia. Namun Ia harus fokus dengan memasak. Ia sudah bertekad untuk menjadi istri yang baik dan benar sebagaimana kodratnya.


"Apa dia memiliki wanita lain untuk memberinya keturunan? wanita cantik dan cerdas mungkin." terdengar bisikan dari sebuah pemikiran yang berasal dari otak Cindekia.


Cindekia berhenti mencuci kentang yang baru saja dikulitinya, "Bisa jadi, kecerdasan anak diwarisi oleh gen ibu," imbuh pemikiran lain di kepalanya


Cindekia menoleh dan menatap tajam ke arah pintu kamarnya, di mana Gamya sedang berada di sana. Mungkin bersemedi di ruang kerjanya.


"Apa dia pikir IQ ku tidak cukup tinggi untuk mewariskan kecerdasan bagi keturunannya?" gumam Cindekia, Ia beralih memotong kentang yang telah dicuci.


Dengan penuh emosi Ia memotong kentang dengan pisau, seolah Ia membayangkan sedang mencincang si bambang.


"Nyonya," Suara Ida yang tiba-tiba menggema di dapur mengejutkan aksi brutal Cindekia.


"Ya?" Cindekia menoleh ke sumber suara.


"Kami pamit pulang," ucap Ida. Pekerja yang dipekerjakan di rumah Gamya tidak ada yang tinggal di rumahnya. Mereka akan pulang saat pukul 5 sore.


"Oh iya, terima kasih Bu Ida." balas Cindekia dan kembali melanjutkan aktivitas mencincangnya.


Namun tak lama kemudian, Cindekia kembali menoleh ke samping. Ia merasa ada seseorang yang tengah berdiri mengawasinya.


Ternyata Tina, belum beranjak pergi bersama Ida.


"Kamu tidak pulang?"


Tina menggeleng, "Saya akan membersihkan dapur, setelah Nyonya memasak." katanya.

__ADS_1


"Tidak apa- apa, Kamu pulang saja. Oh jangan khawatir, Kamu tidak jadi dipecat."


"Bolehkah Saya membantu Nyonya?" tanya Tina dengan matanya yang menatap ayam yang sudah mencair di dalam microwave, namun belum dikeluarkan oleh Cindekia.


Cindekia mengikuti arah pandangan Tina, Ia baru ingat tentang ayam bekunya yang belum sempat Ia rebus.


"Ah ya, Apakah Kamu bisa membuat kaldu?" tanya Cindekia.


Tentu saja bisa, kamu pikir semua orang itu bodoh seperti kamu? batin Tina.


"Nyonya ingin membuat kaldu dengan ayam itu?"


"Hmm.. "


"Baik, Saya akan membuatnya." Tina beranjak mengambil ayam itu dan mulai membuat kaldu.


Padahal Ia hanya membuat soup kentang brokoli. Tetapi jika dirinya yang memasak, jadi seperti memasak rendang saja. Semua peralatan dapur terpakai dan berantakan.


Ayam telah berada di dalam panci berisi air di atas kompor. Tina beralih melihat apa yang dikerjakan Cindekia. Istri tuannya masih dengan wortelnya.


"Nyonya akan memakai daun bawang ini? Saya akan mencuci dan mengirisnya." Tina menunjuk dua batang daun bawang yang terkapar di meja dapur.


"Ah tidak! jangan, tidak perlu. Saya akan melakukannya sendiri." larang Cindekia. Ia masih ingin bermain dengan pisaunya.


"Baik,"


Setelah selesai mencincang semua bahan, Cindekia mulai menumis semuanya, kemudian menuangkan air kaldu yang telah menggelegak, dan memasaknya.

__ADS_1


Cindekia menghancurkan kentang, wortel, brokoli yang tengah dimasak di atas kompor dengan hand blender.


"Nyonya, sepertinya air kaldunya kurang," komentar Tina.


"Sepertinya iya,"


"Saya ambil lagi kaldunya,"


Tina beranjak mengambil panci kaldu dari atas kompor gas tanam yang ada di meja dapur pembatas antara dapur dan ruang makan.


Namun saat hendak menuangkannya ke dalam soup yang tengah diaduk Cindekia, Tina sengaja menggelincirkan tangannya hingga air kaldu mengenai tangan Cindekia.


"Auch!" pekik Cindekia segera pergi ke bak cuci piring untuk menyiramkan air keran ke tangannya.


"Maaf, Nyonya!" seru Tina tak kalah terkejut.


Mengapa panas sekali? batin Cindekia saat membiarkan tangannya dialirin air.


Meskipun pertolongan pertama yang dilakukannya sudah sesuai prosedur, tetap saja punggung tangannya terasa perih dan memerah.


"Maafkan Saya Nyonya," lirih Tina terdengar penuh penyesalan dan kekhawatiran.


"Tidak, apa- apa. Sebaiknya Kamu cepat membereskan dapur dan pulang."


"Nyonya yakin, tidak apa- apa?"


"Ya," kata Cindekia tak ingin membuat kegaduhan.

__ADS_1


Baginya tersiram air panas hanya kecelakaan kecil. Besok juga perihnya akan hilang


__ADS_2