
Tampak Gamya dan Sukie berjalan bersebelahan dengan mesra dari sudut pandang Cindekia.
"B.., Kia," Gamya segera meralat panggillan sayangnya karena Cindekia melemparkan tatapan horor kepadanya. "Pak Isman akan mengantarmu," katanya kemudian mengingatkan.
Karena khawatir Cindekia akan jatuh ketika turun naik dari angkot atau bus, Gamya menyerahkan Pak Isman untuk menjadi supir antar jemput Cindekia berangkat ke kantor. Kecelakaan bisa terjadi kapan dan dimana saja, tugas manusia adalah berusaha mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi.
"Bapak ingin pergi ke mana?" Cindekia segera berdiri dari duduknya.
Sukie tersenyum geli mendengar sekretaris Gamya yang mau tahu saja urusan bosnya, "Nona, mengapa Kau ingin tahu kemana Kak Gamya pergi? Bukan kah ini sudah hampir diluar jam kantor?"
Pertanyaan Sukie membuat Cindekia melirik jam tangannya, "Oh iya benar, tetapi bukan kah Bapak sudah ada rencana makan malam bersama dengan tim ALM?"
"Aku menyerahkan sepenuhnya kepadamu, kalian bersenang-senang lah tanpa Ku," jawab Gamya dengan formal dan pergi bersama Sukie menuju pintu lift.
"Baik,"
Sekilas Cindekia melihat Sukie tersenyum kepadanya.
Cindekia menterjemahkan senyumannya sebagai senyuman yang memandang rendah serta ejekan, karena Gamya memilih pergi bersamanya.
Apa Aku salah menterjemahkan? pikirnya ragu kemudian.
Setelah Gamya dan Sukie menghilang di telan pintu lift, Cindekia kembali menggenggam erat stapler-nya. Senyuman Sukie semakin membuatnya marah kepada Gamya.
__ADS_1
Tenang Cindekia, Kau hanya Iri dan dengki, tidak boleh iri dan dengki. Tidak boleh, hal itu dilarang oleh agama. Gadis yang dihampiri kecemburuan itu menasehati dirinya sendiri.
Drrt... Drrr...
Terdengar suara dering ponselnya. Gina menghubunginya.
"Hallo," Cindekia langsung menjawab panggilan telepon itu.
"Jadi pergi? Pakdir ikut juga nggak?" terdengar suara Gina bertanya.
"Jadi dong, Pakdir nggak ikut."
"Bagus dong!" suara Gina terdengar bahagia.
"Ya sangat bagus, mari kita kuras habis uang Pakdir." ucapnya dengan semangat membara. Ia lupa dengan nasihat tidak boleh iri dan dengki.
"Kak, ada yang aneh dengan sekretaris kakak," Sukie buka suara setelah Gamya menghidupkan mesin mobil.
"Oh ya?"
Mobil yang mereka tumpangi bergerak keluar dari gedung. Tujuan mereka adalah kediaman tuan Duncan, kakek dan nenek Sukie. Ia telah lama bekerja dengan mereka, jadi dirinya agak sedikit menghormati keluarga itu.
Dia adalah Gamya yang memiliki sifat agak arogan bawaan lahir. Tidak ada seorangpun yang benar-benar Ia hormati, kecuali seorang wanita yang telah mencuri hatinya.
__ADS_1
"Dia tidak tahu aturan sebagai sekretaris." Sukie menyampaikan pendapatnya berharap Gamya harusnya berhati-hati kepada sekretarisnya, "Apa kakak akan membiarkannya saja? tadi juga dia mencoba merayu kakak."
Gamya tidak langsung merespon pertanyaan gadis disebelahnya, Ia hanya tersenyum mengingat Cindekia yang telah berani merayunya dengan genit, hingga membuatnya kesulitan bernapas.
"Kakak harus berhati-hati dengan wanita seperti itu, Sukie curiga dia hanyalah gold digger," imbuh gadis itu lagi karena Ia mengira Gamya mendengarkannya.
"Sukie, dia itu adalah pacarku," Gamya mendeklarasikan statusnya dengan Cindekia kepada Sukie dengan entengnya.
Pernyataan ringkas dari Gamya membuat gadis itu seperti kehilangan separuh jiwanya. "Kak Gamya bercanda, kan?"
Gamya menggeleng dan tersenyum, "Dia sangat manis, kan?"
"Kak Gamya telah terpedaya olehnya, siapapun bisa melihat wanita seperti apa dia itu."
"Sukie, sepertinya Kau tidak tahu dimana tempatmu."
Tidak ada yang suka mendengar seseorang menjelekkan orang yang dicintai, tak terkecuali Gamya.
Nada bicara Gamya yang berubah dingin, membuat gadis itu tak berani lagi menyampaikan pendapatnya. Gamya yang dikenalnya arogan, kini juga tiba-tiba bersikap arogan kepadanya.
Sukie hanya bisa menahan gemuruh di dadanya. Ia berpikir akan dengan mudah menaklukkan Gamya, karena selama ini pria itu memperlakukannya dengan baik.
Ia yakin, perasaan yang dimiliki Gamya untuk sekretarisnya hanyalah perasaan sementara.
__ADS_1
"Maaf Kak," lirihnya kemudian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\= 🐈